Trattoria Italian restaurant, Forum 9

Classico pane Italiano con grissini panino focaccia crackers

If there’s a restaurant that has been reviewed for the third time in this blog, it must be Trattoria. For your curiosity, resto itali ini pindah dari jalan Uskup Agung ke gedung forum 9 lantai 2. You might wonder… why? Lokasi trattoria yang berada di Uskup Agung sekarang dijadikan bagian dapur untuk Sam’s patisserie, yang mana merupakan bisnis patungan dari owner yang sama. So, what’s new in this Trattoria that it’s worth a review?

First and foremost, tentunya sebuah kabar yang menggembirakan, well at least for us… The pork is back by popular demand. This sounds like a better news than the fact it’s located in new building. Yeap, you heard it right, they put the ‘non-halal’ tag back. Strategi untuk menghalalkan sebelumnya ternyata menurut pengelola kurang berhasil, bahkan sebaliknya banyak yang kecewa.

Penempatan lokasi baru di gedung Forum 9 ini memberi sedikit wajah baru dari resto Trattoria yang dulunya terkesan homey dan authentic. Di tempat baru ini tampaknya pengelola ingin mencoba ambience yang baru dengan menerapkan konsep urban dan industrial yang nampak dari penggunaan materi recycled sebagai ornamen interior. Notably juga, di gedung ini areal makan menjadi jauh lebih kecil.

As a disclaimer, kami datang sebagai Savorsnap for food photography assignment. While we tried a lot of dishes (Around 30 something), kinda impossible for us to throw everything down here, maka itu kami menyeleksi beberapa menu diantaranya yang menurut kami meninggalkan kesan yang baik.

Classico pane Italiano con grissini panino focaccia crackers

As Italian tradition, pasti ada dulu roti-roti, focaccia dan crackers yang menemani anda sembari menunggu pesanan datang. The focaccia was particularly good, while it’s warm and fresh from oven.

Tagliolini neri al salmone idr75

One of signature dish in Trattoria, Tagliolini neri al Salmone (IDR 75), pasta dengan tinta gurita ini warnanya hitam, dan dimasak ala creamy dengan paduan salmon, probably can be seen on every tables. Oh ya, nanti penampilannya ga seperti ini koq, this is for illustration purposes only. Pastinya porsi pasta lebih banyak dari yang kamu liat hehe…

Risotto con gamberoni e champagne idr75

There are few risotto that we tried, but hands down to Risotto Con Gamberoni e Champagne (IDR 75). Aroma udang lebih menyerap ke keseluruhan nasi, dan sedikit champagne membuatnya lebih wangi, but if you’re allergic to wine and such, please be reminded.

Filetto di maiale pancetta al vino banco e verdure bollite idr160

What’s better than pork belly wrapped with bacon? This one too has white wine as ingredients. Dagingnya agak tebal, so you may want to request a medium well jadi ga terlalu alot dan ‘jus’nya lebih meresap.

Lasagne al forno idr60

Lasagne al Forno (IDR 60), lasagna dari oven yang keluar ini sebaiknya dimakan langsung ketika hangat, karena kombinasi keju dan flat pasta give great combo in the tongue.

Rosticciana di maiale con patate arrosto e varie salse idr180

Rosticciana di Maiale Con Patate Arrosto e Varie Salse, quite a long name huh… Pork Spare Ribs ini tidaklah murah (IDR 180), worth a shot? yes, dagingnya tender, racikan chef yang langsung didatangkan dari Itali Mirko Lanini ini memang layak dicoba. After all, isn’t it hard to find good pork chops in Medan?

Pizza bismarck idr80

Pizza Bismarck (IDR 80), as italian authentic restaurant, kami coba juga pizza yang sedikit berbeda yang ditawarkan oleh resto lain. Pizza Bismarck dengan topping telur di bagian tengah, dan taburan bacon dan cheese serta ketebalan pizza yang lumayan crunchy ini ga bikin eneg.

Pizza magnifica idr75

Another variation of pizza in folded shape or Calzone, Pizza Magnifica (IDR 75), toppingnya hampir mirip dengan pizza sebelumnya, tetapi ada penambahan black olive dan pepperoni. Sensasi makannya juga sedikit beda karena pizzanya lebih tebal dan berisi, though the taste is pretty much similar.

Spaghetti alla carbonara idr65

Spaghetti Alla Carbonara (IDR 65), no lenghty explanation needed. We found the carbonara here lebih kering dan tidak basah seperti yang ditemukan di cafe pada umumnya.

What we missed on tasting was probably Aglio e Olio, yang mana selalu kami jadikan benchmark karena merupakan sajian itali paling dasar. Kami putuskan untuk skipped karena kami yakin dan confident dengan apa yang ditawarkan chef Mirko.

The new Trattoria in Forum 9 sepertinya membawa kesegaran baru, sedikit twisted dari konsep Itali yang sebenarnya kalo dilihat dari aspek interior yang lebih industrial, namun tetap berusaha menyajikan Italian cuisine yang authentic.

And btw, if you’re those who used to complaint mengenai cabe, they finally serve saos sambal. Yeay!

16 Replies to “Trattoria Italian restaurant, Forum 9”

  1. Hi, just wondering aja ada yang tau tidak yah Trattoria pindah atau gimana? Semalam ke gedung Forum 9 , Trattoria nya tidak buka. Thanks.

    Like

    1. Hi YuA, sekitar 2 minggu lalu ada kendala teknis di dapur yang menyebabkan gas meledak (untunglah tidak ada korban jiwa) dan hingga saat ini sedang disiasati penyebab utamanya. Dengan demikian agar menjaga keselamatan semua pihak, pengelola akhirnya memutuskan untuk vakum, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi kapan akan dibuka kembali.

      Like

  2. Ibu Densy, kami dari pihak Trattoria meminta maaf untuk bad experiencenya.
    Kami akan terus memperbaiki layanan dan mutu makanan.
    Terima kasih untuk dukungannya kepada kami, kami tunggu kedatangan ibu selanjutnya.
    Gracie Mille..

    Like

  3. Went there last month, on mid-September. Sorry to say, ketika di uskup agung, makanannya jauh lebih enak.

    saya pesan tortelloni isi pumpkin dan cheese. pas datang, separuh tortelloni-nya (seperti pangsit tapi versi bule) pecah tinggal kulitnya aja, tapi di serve juga ke saya. saya protes ke waitress, waitress-nya menjawab memang begitu. Mau tidak mau terpaksa saya memberi pandangan sinis dan saya kembalikan. tetapi saya sudah sempat memberi 1 biji tortelloni-nya yang tidak pecah ke teman saya, sambil menunggu gantinya, saya tes dulu tortelloni yang saya beri ke teman saya itu, eh ternyata kulitnya tidak matang :S Ketika datang kembali, tortelloni nya cantik-cantik. tapi ada yang enak dan matang, ada yang kulitnya tetap tidak matang. I assume masakan pertama kali yang kulitnya tidak pecah, diserve kembali ke saya beserta rebusan baru. tapi saya juga sudah males protes lagi deh, cuma agak kecewa saja, padahal rasanya lumayan enak, pumpkin dan cheese yang mild, memang cocok untuk makanan pembuka (tapi karena porsinya gede, saya jadikan main meal).

    Hari itu fetuccini marinara teman saya seafood-nya bau, tidak fresh, tapi dia tidak berani protes, akhirnya dia cuma makan separuh spaghetti-nya dan left out all the seafood :O
    padahal hampir setiap kali saya ke trattoria dulunya saya pesan spaghetti marinara, untung saja hari itu saya gak pesan marinara, saya bisa bete habis.

    Untuk hari itu, sisanya oke, pizza-nya tetap oke dan enak. Teman saya selalu maunya pesan pizza yang pedas, tapi saya lupa namanya apa. itu enak.

    calzone so so, gak spesial.

    risottonya not good atau memang tidak cocok di lidah saya dan teman saya (agak asem, mungkin memakai wine vinegar, atau something else, tapi terus terang langsung mengingatkan saya akan rasa muntahan ketika saya muntah. sorry ya, mungkin saja saya yang tidak pintar makan makanan itali)

    too bad.
    mungkin tahun depan baru saya berkunjung lagi untuk melihat apakah ada improvement
    Ciao trattoria!

    Like

    1. Haha taon depan! well mgk chefnya belum menguasai semua produk yang diserve ke customer, dalam hal ini.. capturing local essence. It’s like asking koki padang dan masak gulai di Itali, the reaction will be more or less the same. I guess masakan seafood chef Mirko ini memang agak ‘amis’, bisa saja karena di Itali memang penyajiannya begitu dengan aroma seafood yg kuat, sedangkan di Medan kita malah merasa kurang fresh atau bau amis. It takes time to adjust and suit local taste bud.

      Like

      1. hehe iya next year baru coba ke sana lagi liat improvement nya gimana.

        and nope. in italy yg pernah saya coba, marinara nya super delicious dan seafood nya wangi, gak amis. amis berarti gak menguasai masak memasak dengan seafood or simply the ingredient has gone bad.

        ciayou trattoria baru

        Like

  4. Oh please, no saos sambal cabe for food tasting or for already good food. Itu namanya menghina chef dan kreasinya… kecuali utk gorengan yang memang lebih afdol kalau ada saos (ga harus sambal botol, bisa tartar, mayo, dll). True story: spring roll yang hampir basi (sudah ada bau asamnya) diolesin sambal cabe langsung ga kerasa basinya.

    Kunjungan saya ke trattoria baru, pesanan saya adalah pizza yang pedas, lupa namanya. Enak, ketebalan kulit yg pas, dan tidak keasinan, though I picked out all the chopped chili I could find in the pizza, still tasted good and spicy.

    Like

    1. yeap for the purpose of food tasting, we skipped the saos sambal. Tapi selama ini juga kami ga pernah request saos sih.. it’s just for information in this blog buat yg masi nanya haha… org medan makan pizza atau kfc kan harus ada sambalnya :p

      The new chef mungkin masih blm kebiasa ama lidah org Medan, but give it time, hopefully dalam waktu dekat udah cocok rasanya.

      Like

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s