interior roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

Desember ini, Roemah Indonesian Kitchen merupakan salah satu rumah makan yang paling antusias untuk kami kunjungi. The reason? Ketika pemilik resto berlomba membuka cafe dan bersaing menjual ‘suasana’, rumah makan ini justru membawa kita kilas balik ke masa lalu sebelum proklamasi.

alamat roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

Front door reception yg ngejual snack dan cemilan masa kecil

Terletak di Jalan Sawah Lunto no 14, banyak yang bertanya dimanakah rumah makan ini sebenarnya? Well, jika kamu datangnya dari Sisingamangaraja, ada sebuah jalan kecil diseberang Gelora Plaza/Rel kereta api, atau kalau kami datang dari Jalan Rahmadsyah, belok kiri ke Jalan Sambas, nanti ada sebuah papan yang akan menuntun anda menuju lokasi. Singkatnya, dibelakang RS Permata Bunda.

roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

sumur bor yang masih aktif dipakai buat nyiram toilet

Rumah makan ini menempati sebuah bangunan tua sejak 1932 milik Tjin Lin, seorang kontraktor di masa penjajahan Belanda. Bangunan yang kami taksir ukurannya 2 ruko ini menempati posisi yang lumayan bagus di bagian sudut. Arsitektur kuno yang ditambah dengan sedikit kreativitas menjadikan rumah makan ini kental dengan suasana nostalgia, dari pemakaian furnitur jadul dan koleksi barang antik.

lantai 1 roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

Ruang utama di lantai 1

Banyak terdapat partisi didalam ruangan ini, maklum saja, karena dari dulunya kan kediaman ini bukan ditujukan untuk komersial. Penggunaan space terlihat sangat baik disini, karena tanpa AC pun suhu ruangan tidak terlalu panas. Penggunaan AC yang minim inipun menjadi salah satu alasan harga makanan bisa ditekan menjadi lebih terjangkau.

Sebenarnya sih ini salah satu alasan kenapa makanmana tidak nge-review resto yang baru buka bukan karena ketinggalan berita sih, tetapi pada umumnya mereka belum siap secara maximal. Kunjungan kami jatuh pada minggu lalu, dan ternyata prediksi kami benar, resto seumur jagung ini kewalahan menangani konsumen yang membludak. Jadi sebelumnya, jangan langsung kasi final judgement yah. Alasan kami berkunjung disini tak lain untuk menjawab rasa penasaran akan ambience dan experiencenya. We’ll come back again in the future, specifically for the food.

lantai 2 roemah indonesia kitchen medan Roemah Indonesian Kitchen

Bagian kiri lantai 2, diisi meja makan

Nah…berhubung tempat duduk di lantai 1 full, kami dengan inisiatif sendiri mencoba menelusuri lantai 2. Ternyata ruangan di lantai 2 ini cukup luas. Terdapat 3 section di lantai ini, outdoor, ruang kiri yang diisi meja makan, dan ruang kanan yang diisi meja dan kursi tamu, cocok untuk rombongan yang ingin sekedar bersantai. Pemakaian lampu sangat minim di siang hari, karena sudah terang benderang diterangi matahari yang menembus jendela. Namun tetap saja cuaca di Medan belakangan ini kurang bersahabat walaupun ventilasinya sudah tergolong baik.

interior lantai 2 roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

Bagian kanan lantai 2, lebih cocok buat santai, ada kursi tamu PKI lho…

Ornamen-ornamen antik dan lukisan dinding yang menyelimuti ruangan ini menambah estetika suasana tempo dulu, ditambah lagi perabotan yang ciamik. We can’t help but falling in love with all the efforts untuk membawa kita kembali ke suasana tempo doeloe. Setelah mendapat tempat duduk, kami pun mempelajari menunya.

menu roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

Design menunya juga ga ketinggalan jadul ternyata. Tulisan menu dan penjelasan yang menggunakan kalimat yang belum disempurnakan ini sedikit memberi kesan nostalgic, ditambah hasil cetakan yang warnanya disengaja tidak akurat untuk mendukung kejadulannya, tetapi ujungnya kami malah kewalahan mencerna tulisan tersebut, apalagi foto menu yang warnanya kurang jelas sehingga tidak sukses berkomunikasi secara visual. TL;DR (Too Long; Didn’t Read) akhirnya kami pake jurus telunjuk gambar ke pelayannya.

jus supersemar semangka berenang Roemah Indonesian Kitchen

Mungkin gambar diatas ialah salah satu menu minuman yang paling populer di rumah makan ini, karena hampir setiap meja memesannya. Namanya Djoes Supersemar Semangka Berenang (42,5rb). Buah semangka yang dibelah tengah digunakan kembali untuk mengisi campuran jus semangka, selasih, nata de coco dan nenas. Quite refreshing di hari yang terik.

es teh janda kembang jus bung karno Roemah Indonesian Kitchen

Djoes Bung Karno (22,5rb) terdiri dari nenas, jeruk, lemon dan pakchoy yang kemudian diblender. Sensasi asam manis dari minuman ini cukup menyegarkan dahaga, ditambah lagi IJS (baca: ES) Teh Tjanda Kembang yang mirip seperti es teh manis, namun terdapat sejenis rempah yang memberi kesan khas dari minuman ini. Dengan hanya 8rb, minuman ini recommended banget.

nasi udang tradisional Roemah Indonesian Kitchen

Memasuki sesi makanan, banyak menu makanan yang sudah sold out hari itu, tetapi beberapa menu ini sempat kami cicipi, dimulai dari nasi oedang tradisional (35rb). Kebanyakan menu makanan ialah kombinasi dari 2 piring, yang mana piring satunya berisi nasi yang bisa dipilih jenisnya (nasi kuning, nasi putih, nasi merah) dan piring satunya berisi lauk utama, serta semangkuk sup sayur asam. Nah, setelah kami amati, ternyata di piring nasi kita ini kekurangan lauk tambahan yaitu tahu dan tempe goreng #soldout.

nasi ayam taliwang Roemah Indonesian Kitchen

Pardon us, lost the bill. Tetapi asumsi kami ini ialah Nasi ayam taliwang (28rb). Nasi yang ditemani dengan ayam bakar khas lombok ini cukup pedas tapi nanggung. Namun demikian, daging ayamnya cukup empuk, walaupun bumbunya menurut kami masih kurang meresap.

nasi pindang ayam berenang Roemah Indonesian Kitchen

Nasi pindang ayam berenang (28rb). Nah, akhirnya ketemu menu yang lumayan unik dan enak. Ayam yang direbus dan diungkep ini merupakan masakan khas Palembang. This one is recommended.

sayur bunga kates Roemah Indonesian Kitchen

Sayur bunga kates (11rb) Like seriously! dengan harga segitu udah dapat porsi sebesar ini, dan enak pula! We’ve never tried something like this before, don’t miss this one.

bawal batak karo bondhan winarno Roemah Indonesian Kitchen

The main highlight of the meal is Ikan Bawal Karo (45rb). Penggunaan bumbu dan rempah resep khas Karo ini sekilas mirip masakan batak ikan arsik. Hanya saja penggunaan ikan arsik yang banyak durinya kadang membuat orang malas mengkomsumsinya diganti dengan ikan bawal. Soal bumbu juga, sedikit kental namun rasanya pas. Ga salah lagi kalau menu ini dijadikan signature dish dari Roemah Indonesian Kitchen.

lokasi roemah indonesia kitchen Roemah Indonesian Kitchen

Lantai 2 bagian outdoor

Kami takjub, ternyata dari segala hal yang berbau tempo dulu, harga makanan dan minuman disini juga moerah, alias ga mahal. Roemah Indonesian Kitchen berhasil memberikan sebuah pengalaman yang berkesan pada kunjungan perdana kami, terutama dari interior dan suasananya.

Di sisi lain, semua yang berhubungan dengan dapur masih belum maksimal minggu itu, namun kami mengerti akan kekurangan tersebut. Pelayanan yang walau hectic minggu itu, tidak kami jumpai satupun pelayan yang menggerutu. Will we come back again? Absolutely. Kami akan berkunjung lagi disaat matahari terbenam untuk mencoba suasana baru. Dan sebelum kami mengakhiri review ini, minta rekomendasi yah buat yang sudah berkunjung.

Yuk ikuti keseruan dari Makanmana di video terbaru: