RM Ingah, Pantai Cermin, Perbaungan

  •  
  • 4 min read
kepiting

Review ini agak telat sih sebenarnya, tapi berhubung pergantian tahun nggak kemana-mana, kami mencoba melewati liburan tahun baru dengan sedikit bertualang keluar dari hiruk pikuk kota Medan. Di kesempatan kali ini, kami pun melakukan sidak lokasi di RM Ingah Seafood yang terletak di Perbaungan, tepatnya disebelah tempat wisata Pantai Cermin.

Detilnya, kalo anda dari Lubuk Pakam… terus saja sampai melewati Pabrik Kelapa Sawit Adolina, di persimpangan yang terdapat resto Simpang Tiga itu langsung belok kiri, kemudian ikutin jalan lurus sampai ada simpang tiga menuju tempat wisata pantai pondok permai, ambil jalan ke kanan dan terus saja sampai ketemu RM Ingah Seafood.

Tiba di TKP sekitar jam 12-an, suasana masih terlihat sangat sepi, namun penampakan tersebut tidak berlangsung lama. Pada saat kami ingin pulang, suasana sudah sangat ramai dan padat, bahkan ada beberapa pelanggan sudah menunggu giliran duduk. Nih buktinya…

Sebelum nentuin menu makanan, milih dulu berbagai jenis makanan laut seperti kepiting, udang, ikan, kepah, dsb disini.

Sambil menunggu pesanan, kelapa Muda – Rp 8.000 siap mengobati dahaga setelah sedikit tersita saat terjebak kemacetan para “turis” yang siap menyerbu kawasan pantai.

Kangkung Belacan – Rp 8.000, kami sedikit terkejut dengan harga kangkung yang boleh dibilang murah, rasanya enak namun kangkungnya kenyal banget, beberapa dari kami memilih nyerah untuk memakannya.

Kepah tauco – (Rp 30.000/kg), kepah yang segar dengan bumbu yang pedes-pedes dikit, namun sayangnya kuahnya terlalu asin menurut kami, kecuali dicocol bareng nasi putih.

Ikan Jenahar Panggang (Rp 95.000/kg), ikannya ga bau tanah dan bumbunya lumayan meresap. Recommended.

Udang Kelong (Rp 190.000/kg), dimasak bumbu saos tiram dan mentega. Udang segar dengan ‘postur’ yang lumayan gede benar-benar sangat menggoyang lidah kami, mengenai rasa bumbunya, keduanya memiliki kenikmatan tersendiri.

Menu yang wajib ga terlewatkan, Crabbbieeeee! (Rp 250.000/kg)… Kepiting betina menjadi favorit kami karena terdapat ‘bonus’ telurnya. Dimasak saus padang dan lada hitam, daging kepitingnya padat-padat ditambah dengan telurnya yang nikmat.

Bumbu saos padangnya agak kurang pedas, jadi kurang nendang, maka bumbu lada hitam menjadi favorit saat itu.

Dengan suasana ramai pada saat itu, pelayanan mereka termasuk cepat tanggap, dan terlihat para pelanggan juga duduk santai menanti makanan mereka keluar karena memang sudah mendapat nomor urut untuk giliran dihidangkan.

Akhir kata, Meskipun harus menerobos kemacetan dan perjalanan jauh, kami pulang dengan hati senang perut tenang walau lingkar perut bertambah.