The Prime Steak House

steak-house-in-medan

Ah…it’s the Prime again after 4 years. Akhirnya balik lagi setelah boleh dibilang tempat ini mati suri. Lho koq mati suri? Jadi menurut desas desus dan berita yang barusan didapat, sejak review terakhir, Prime sempat mengalami krisis chef.  Artinya, chef ‘impor’ yang biasanya berasal dari Marriott network ini sempat absen selama beberapa saat.

Nah, gw sendiri aja baru tau kabarnya setelah dikasi tau kalo kunjungan saya kali ini sebenarnya ketemu chef yang baru aja masuk 4 hari.

Chef Amin
Chef Amin

Chef Amin yang aslinya orang Medan ini pernah menimba ilmu dan pengalaman di Dubai dan Maldives. Well, I guess I was lucky then, considering this place ain’t cheap at all.

As usual, tempat ini menjadi pilihan untuk merayakan wedding anniversary. (I was absent for 3 years karena anak masih terlalu kecil untuk ditinggal :p)

jw-marriott-prime-steak-house

Things are still remain the same. Dari segi penataan cahaya, layout meja, suasana, lagu, dan mood yang dibawa restoran ini masih tetap sama seperti dahulunya. Yang noticable hanya staff yang sudah berubah.

I was greeted by a friendly manager, and then escorted to the desired table. Kami berdua pun dipersilahkan duduk, kemudian sosok berjas itu pun mengayunkan table napkin, lalu meninggalkan kami berdua sesaat untuk mempelajari menunya.

But there’s not much to learn really, it’s still the same menu (except the price is now different hehehe). Learning from my past experience (being charged 80rb for 2 cup of tea), we skipped the appetizer.

prime-appetizer

Setelah memesan dan menunggu, kami dikejutkan dengan sebuah surprise kecil. I wasn’t expecting this but it was expected (karena dulunya dapat free dessert). This time dapatnya appetizer, gw lupa namanya tapi bentuk bola tersebut sepertinya terbuat dari kentang dan daging.

medan-wagyu

On to the main course, 220gr Grilled Black Angus Beef Rib Eye with Homemade green salad, baked potato with sour cream and Beef bacon (IDR 285k ++).

prime-steak-black-angus

As you can expect, dagingnya lembut hanya dengan sedikit marinasi salt and pepper. Ada beberapa pilihan sauce untuk menemani steak ini, dan utk yang satu ini pilihannya jatuh ke black pepper.

medan-steak

Steak kedua yang hadir malam itu ialah Grilled Australian Wagyu Beef with sautéed mushrooms and potato au gratin (IDR 850k ++).

Harganya memang selisih jauh dengan Black Angus. Gw pesan karena penasaran aja sih pengen ngebedain tekstur dan citarasa dagingnya.

Ada sedikit yang berbeda pada cooking style Chef Amin. Dulunya, steak yang saya pesan di grill, namun hidangan steak kali ini dagingnya di pan fried. Pada hidangan pertama di meja, saya merasa dagingnya masih terlalu mentah, maka direquest dan dikembalikan lagi untuk diproses agar lebih matang.

wagyu-australia-medan

So, dengan perbedaan harga yang lumayan jauh antara daging biasa dengan daging premium (wagyu), is there any difference? Yes, there is, but not so obvious unless you put both on the table.

I mean, kalo disuguhi good meat and great meat, tentu saja anda bisa membedakannya. Daging Wagyu lebih buttery and overall ‘sweeter’ than Black Angus.

Untuk minuman, Berry Fizz (Fresh strawberry, lychee, orange and cranberry juice with a dash of hazelnut syrup) dan Pineapple Kaffir Lime (Fresh Pineapple, lemongrass, kaffir lime leaves and caramel syrup) menemani makan malam. Both priced at 80rb, a bit too expensive, but there’s not much choices kecuali go for mineral water (Equil at 40rb).

Total bil malam itu Rp 1.135.000 untuk makanan, Rp 160.000 untuk minuman, plus Rp 129.500 for service tax, and another Rp 142.450 for tax, a whopping Rp 1.566.950. #usapdompet

Ain’t cheap, but you get what you paid for, classy service, good food, good vibe. Untuk sebuah special occasion, saya tidak menyesal merayakannya bersama sang istri yang pengertian, karena pada akhirnya kami setuju utk makan mie instan selama sepekan.

Prime Steakhouse + Bar
Dinner
Weekday: 06.30 PM to 10:00 PM
Weekend: 06.30 PM to 10:30 PM
Acoustic Band
Friday – Saturday starting from 07.00 PM – 10.00 PM
For reservation: +62 61 4100 6600

5 Replies to “The Prime Steak House”

  1. Kalo bisa perbanyak review Street food Yg aneh,enak lagi murmer,soalnya kafe resto getu banyak bertebaran di Kota besar kek jkt,bdg,srby dll,jadi tidak ada khas nya lagi,lagipula org itu kalo berkunjung ke satu tempat itu nyari kuliner setempat Yg tdk ada di Kota tempat tinggalnya…

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s