Aksi Pelestarian Kuliner Lokal: Dimulai Dari Sate Kacang Yose Rizal

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tidak henti-hentinya gue menyerukan tentang “pelestarian” kuliner legendaris yang semakin termakan zaman. Salah satunya adalah Sate Babi Yose Rizal ini. Sedikit bersyukur karena kini Acek sudah menempati lokasi baru yang lebih rapi dan teratur. Suasana dine-in juga terasa lebih nyaman dibanding lokasi sebelumnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masih dengan gerobak becak satenya yang khas dan cara berpakaiannya yang sederhana, Acek ini menjajakan sate kacang andalannya. Acek ini sebenarnya bukan orang Medan, tetapi asli orang Padang yang hijrah ke Medan. Dengan dialek Hokkian khas daerahnya, kami disambut dengan sangat hangat dan ramah. Mempersilahkan kami duduk dan memberikan kami izin untuk merekam dan memfoto aksi-aksinya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gerakan-gerakan luwesnya saat menyusun sate di atas panggangan, menyapunya dengan minyak, menggoyangkan lengannya yang keriput namun kokoh, hingga menyajikannya ke atas meja terasa sangat satisfying. Sempat terbersit sejenak entah sampai kapan legenda ini akan bertahan.

Rahasia dibalik kelezatan satenya adalah sebelum dipanggang dan disajikan ke pelanggannya, sate mentahnya direndam dulu dengan bumbu kecap selama kurang lebih dua jam. Of course he won’t reveal what’s his special recipe :D.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sate + Lontong (36rb/porsi)

Sebenarnya gue pribadi bukan pecinta lontong jenis kenyal, kilat dan lembut seperti ini. I prefer a lil tough one. Tapi, satenya sangat-sangat menyentuh hati gue. Meski daging di tiap tusukan satenya tidak terlalu besar, tapi rasanya yang manis, lembut, tidak alot, dan sedikit garing serta memiliki aroma kecap yang harum bener-bener membayar kekurangan tadi.

Sudah lama sejak terakhir gue menikmati sate kacang (bener-bener tidak sentuh sate kacang manapun) sebelum gue pindah rumah, dan sate kacang Acek ini mampu mengembalikan nostalgia lama. Going back here to have his heavenly tasted pork skewers during ChengBeng festival? It’s a must, I say!

1_fd02Gsd_D-YCFulc30FHOA
Legenda nih.

Beda sama lokasi kekinian yang banyak digandrungi kids zaman now, lokasi Acek ini justru seakan menjadi lokasi perkumpulan masyarakat sekitar Medan yang sudah senior. Yang patut kamu garis bawahi adalah tempat Acek ini tidak pernah sepi dan selalu sold-out! Gojek? Yes! Dine-in? Yes! Tapao? Yes! Pokoknya adaaaaaa aja yang order.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Gado-Gado juga boleh menjadi alternatif pilihan di sini. (17rb)

Tempat Acek ini gampang banget ditemukan. Kalo lewat Jalan Yose Rizal dan nampak tulisan Kedai 101 dan spanduk besar bertuliskan Yose Rizal, nah disitu lah gerobak becak Acek ini ngetem.

Sate Kacang Yose Rizal
Jalan Yose Rizal No 101, Kedai Kopi 101
Buka: 17.00–21.00 (kalau lebih cepat habis ya tutup lebih awal)
#nonhalal
Lokasi: https://goo.gl/maps/TGLSXTFaVMu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s