Sudah Eksis Satu Abad! Ju Hong Kotacane—Kopitiam Paling Tua di Medan?

Nggak disangka, kopitiam yang berada di simpang Jalan Yose Rizal dan Jalan Kotacane ini ternyata sudah berdiri bahkan sebelum tentara Jepang melanda.

Area ini dikenal juga dengan area Kuliner Kotacane karena banyak stall yang berjualan berderet di Jalan Kotacane, berdempet di sisi kopitiam ini. Dulu cuma kopitiam ini aja yang menyediakan tempat untuk makan, tapi kalau sekarang kedai kopitiam yang lebih modern mulai menjamur di Medan.

It’s this kind of place with historical value we need to protect.

Kopitiam Juhong di Kotacane

Berdiri sejak 1919 (terpampang jelas di bangunannya), Kopitiam yang dulu dikenal sebagai Kopitiam Juhong ini sekarang dipegang oleh generasi ke-3-nya. Sebagai kopitiam pertama yang berdiri di area ini dengan banyak stall legendaris, nggak jarang kalau masyarakat Medan menyebutkan ‘Kuliner Kotacane’, otomatis mengarah ke area kopitiam ini.

Keunikan kopitiam ini: mereka hanya menyediakan tempat duduk serta menjual minuman.

Dari kiri ke kanan: Jeruk Wortel, Sawi Nenas, Jeruk Nenas, Sirsak Markisa, Kietna (SEMUA 20RB!)

Jus Sawi Nenas yang sering menjadi pilihan utama di restoran-restoran di Medan konon berasal dari racikan Kopitiam Juhong loh. Namanya dikenal juga dengan sebutan WINA (saWI-neNAs).

Selain Wina, ada juga Jus Jeruk Nenas, Jeruk Wortel, Kietna, dan Sirsak Markisa. All priced at 20rb! Intinya, if you’re looking for a nice, fresh juice dengan campuran yang unik dan original, Kopitiam Juhong lah tujuanmu.

Kalau mau pesan makanan, di sekeliling Kopitiam Juhong ini terdapat banyak pilihan and FYI, nyaris semua stall-nya legendaris.

LET’S JUMP STRAIGHT TO THE FOODPORN!

Chi Chiong Fan Acai

Jam Buka: 18.00-SOLD OUT
Telp: 0812-6502-891 / 0812-6527-208 / 0851-0036-9075 / 0851-0062-6561

Sebagai pembuka, ada Chi Chiong Fan Acai yang menjadi penahan lapar sementara. Soalnya menu lain masih mau melewati proses dimasak, jadi MaMa cicip dulu Chi Chiong Fan yang sudah ready di sterlingnya.

Sejak 60 tahun yang lalu, usaha Chi Chiong Fan ini dimulai oleh sang kakek kemudian dilanjut oleh sang ayah, lalu sekarang gerobak Chi Chiong Fan Acai dipegang oleh generasi ke-3.

Chi Chiong Fan Acai terbuat dari tepung beras asli dan ada dua jenis Chi Chiong Fan yang dijual: Chasio dan Ebi.

Aroma bawang goreng & wijen langsung menyerang indera perasa ketika Chi Chiong Fan disajikan. Rasanya khas wijen yang aromatic, dengan sentuhan rasa asin dari kecap asin yang diantar bersama dengan Chi Chiong Fan-nya.

Seporsi Chi Chiong Fan ini seharga 18rb aja loh!

Bihun Ikan Angau

Jam Buka: 18.00-22.30 WIB

Terkenal dengan Bihun Kepala Ikannya, sterling bertulisan Bihun Ikan Angau ini sudah bertahan selama 90 tahunan. Sekarang dipegang oleh sepasang suami istri yang merupakan keponakan dari A-yi yang memulai usaha ini.

Stall ini juga merupakan stall pertama yang berjualan di kopitiam Juhong dan hanya bermodalkan satu jenis menu, yaitu: Bihun Kepala Ikan. Ikan yang dipakai dari dulu sampai sekarang masih Ikan Gabus.

Tapi semenjak 20 tahun lalu, dikarenakan permintaan pelanggan, lebih banyak menu diluncurkan: Bihun Daging Ikan Goreng, Watfen, Kwetiau Goreng, dan juga Bihun Goreng.

Kali ini, MaMa mutusin untuk cobain Bihun Daging Ikan Campur (45rb), dimana daging ikan yang direbus dan digoreng digabung di mangkuk yang sama.

Daging ikannya lembut, mau yang direbus ataupun yang digoreng. Ada aroma jahe yang tercium, tapi ga menyerang di lidah. Just a hint, I would say, tapi tetep aja hati-hati supaya ga termakan sepotong jahe utuh (happened to me 😅).

Dari segi sentimental, semangkuk Bihun Ikan ini menghangati jiwa dan raga yang letih setelah kerja seharian—a perfect way to end the day, apalagi buat yang letih.

Meskipun begitu, bukan berarti Bihun Ikan yang memiliki sedikit aroma jahe ini khusus buat kalian yang letih. Seporsi Bihun Ikan ini tergolong ga berat buat dinikmati malam hari jadi berat badan bisa ikut tenang.

Bihun Ikan Ahwa

Jam Buka: 18.00-22.30 WIB

Watfen (40rb)

Yep, you did not see wrong. Stall ke-2 yang memulai usaha di sini juga menjual Bihun Ikan dengan nama Ahwa. Tempat ini juga sudah beroperasi selama 70 tahunan lebih.

But, yang MaMa pesen di sini bukan Bihun Ikannya, tapi Watfennya yang legendaris.

Gravy berbasis telur dan tepung kanji yang kental ini melekatkan semua bahan yang dilempar masuk, membuat Watfen di Bihun Ikan Ahwa ini menjadi pilihan banyak pelanggan.

It’s a tasty, heartwarming comfort food yang menjadi favorit banyak pelanggan.

Yang spesial ada hu wan dan hu pia yang diolah sendiri. Dari segi tekstur dan rasa pastinya beda dengan buatan pabrik—come and try it for yourself!

Untuk seporsi Watfen seharga 40rb, Watfen legendaris ini uda cukup untuk mengenyangkan perut.

Nasi Ayam Kotacane

Jam Buka: 18.00-22.30 WIB

Nasi Ayam dan Kodok Goreng

Selain menjual Nasi Ayamnya yang terkenal enak, stall yang satu ini juga menjual bermacam jenis kuliner unik. Beberapa contohnya ada Kodok Goreng dan Otak Babi. Ah yes, benar, Otak Babi, nakku.

Tapi kali ini MaMa off dulu makan yang super extreme (Otak B2), tapi Kodok Goreng tetap menghadiri meja MaMa. Psst, kalau kalian mau coba langsung capcus aja.

Pig Brain – Dare to try?

Yang MaMa pesan malam itu ada dua menu dari kedai ini, Nasi Ayamnya sama Kodok Gorengnya.

Nasi Ayam (40rb)

Seporsi Nasi Ayam terdiri dari ayam goreng, kimchi bak, telur kecap, paru, dan samcan bak. Harganya 40rb—untuk asupan malam, porsinya sudah cukup.

Saus gravy-nya yang kental dan manis menjadi protagonis malam itu. Citarasanya yang manis disertai asin menyelimuti semua daging yang berada di piring. It’s just one great plate of Nasi Ayam yang pastinya bakal MaMa kunjungi lagi.

Tambahkan saus pedas dengan sentuhan kecap asin yang berwarna oranye menyala, lebih endes!

Kodok Goreng (97rb)

Anak-anak MaMa sering makan Ayam Goreng? Bayangin aja daging yang lembut dengan citarasa mirip Ayam goreng tapi saking lembutnya meleleh di mulut, begitulah kira-kira tekstur dan citarasa Kodok Goreng.

Kulit Kodok yang tipis menjadi crispy setelah digoreng dan di saat yang sama juga me-retain juiciness si daging. It’s just plain yummy.

Perbedaan utama yang langsung bisa terlihat ketika Kodok Goreng diantar ke meja adalah ukuran Kodok Goreng yang disajikan. It’s bigger than other places. Harga seporsi Kodok Goreng ini 97rb.

Nyaris 100 tahun, Mari Lestarikan Kopitiam Juhong

Mungkin ga semua orang Medan pernah melewati masa muda mereka di Kopitiam Juhong, tapi ga bisa dipungkiri bahwa kehadiran Kopitiam Juhong yang bertahan nyaris 100 tahun ini memberikan kesan nostalgia tersendiri, bahkan untuk kaum millenials.

Seperti banyaknya delicious hawker center yang mulai hilang eksistensinya di Singapura, kota Medan juga mulai kehilangan spots-spots hawker center yang sudah melegenda, apalagi apabila tidak ada yang meneruskan usaha keluarga itu.

Let’s hope that places like Kopitiam Juhong will last forever.

Kopitiam Juhong

Alamat: Jalan Yose Rizal Simpang Jalan Kotacane
Jam Buka: 17.00-22.30 WIB
Harga: ±40rb-90rb
Lokasi: https://goo.gl/maps/iDdzcm641PncYo4p7
Reviewed before: https://makanmana.net/2008/12/21/kotacane/