Kedai Kopi Kampoeng

Etnica Orchestrale

Mungkin kita sebagai orang Medan udah gak terkejut lagi melihat perkembangan coffee shop di medan, karena permintaan atas kualitas kopi yang disajikan terus meningkat dan kebutuhan yang gak kalah tingginya untuk wadah buat ngobrol atau hanya sekedar hangout dan ngobrol. Banyak juga kafe-kafe kecil yang udah mulai bermunculan dan gak mau kalah sama kafe besar yang independen ataupun chainstore. Cafe kecil ini yakin dengan kualitas kopi-kopi yang disajikan namun karena faktor-faktor tertentu menjadi kurang dilirik.

Salah satunya coffee shop kecil yang kita spotlight kali ini ialah Kedai Kopi Kampoeng , Jln. Bukit Barisan 2 No.45a Timur Krakatau, Medan.

logo kedai kopi kampoeng

Dari alamatnya sih udah ketauan ya… Cukup jauh dari pertengahan kota, jalanan yang rusak, dan kurang keliatan dari sisi jalan besar. Yah tapi seperti ibarat kutipan lama “Tidak akan pernah tahu sebelum dicoba”. Dengan beberapa ajakan teman saya akhirnya saya juga tiba di tujuan dengan ban kempes.

alamat kedai kopi kampoeng

“SEPERTI WARUNG JOGJAKARTA”, adalah first impression saya ketika masuk dan ngerasain tema-tema jawa nan melayu yang agak sedikit mengadopsi warna oranye Belanda. Ornamen-ornamen seperti minatur sepeda ontel yang menghiasi sebelah kiri dinding kafe, dan meja -meja yang ditempah sendiri oleh sang owner. Tempat sekecil itu disulap menjadi miniatur yogyakarta di kota medan.

tampak dalam kedai kopi kampoeng

Namun, dari persepsi seorang barista (seperti saya), hal yang pertama kali yang saya lirik adalah jantung dari setiap coffee shop alias mesin espresso yang berpendar di belakang meja bar.

Etnica Orchestrale coffee machine

Etnica Orchestrale, salah satu mesin espresso terindah yang pernah saya lihat. Mesin komersial dengan fasilitas 2 grup head mungkin cukup berlebihan dilihat kapasitas kafe yang begitu kecil. Tapi minuman espresso based yang dihasilkan bisa dikatakan sangat baik, dan itu menjadi prioritas utama sang owner dalam memilih mesin espresso.

Dari segi menu yang ditawarkan juga menarik. Beraneka ragam makanan yang ada di menu namun saya cuman bisa memilih 2 menu favorit saya dikarenakan dompet yang sedang menipis.

spaghetti bolognese

Pasta Sulur-Suluran (Spaghetti Bolognaise) dengan harga 28 ribu, dan Kuala Deli (Espresso) dengan harga 12 ribu.

siti payung cappucino

Saya sedikit geli waktu lihat beberapa menu yang ditulis dengan nama khas melayu. Aneh tapi unik!

menu kedai kopi kampoeng

Seperti Terali Jantung (Sosis Roll) 10 ribu, Itik Pulang Petang (Lupis) 15 ribu, Siti Payung (Cappuccino) 19 ribu, Gunung Banang (Americano) 15 ribu, Laila Manja (Cafe Latte) 20 ribu.

barista medan

Food presentation yang unik dan keramahan pelayan yang cukup baik menjadi nilai tambah di kafe terpencil ini. Sang barista juga adalah seorang yang cukup berpengalaman dan member aktif di Komunitas Barista Medan. Anda bisa mendapatkan latte art yang baik di setiap cappuccino *ehem* Siti Payung yang anda pesan.

interior kedai kopi kampoeng

Akhir kata, saya cukup minder, karena di tempat terpencil sekalipun, kafe mungil ini bisa berdiri dan memiliki pelanggan tetap dan konsep yang unik dengan desain kafe serta konsep menu yang “berani”. Kafe sekecil apapun juga memiliki kesempatan untuk tetap memajukan kuliner medan. Oh ya, tersedia juga free wifi disini.

lokasi kedai kopi kampoeng

Artikel ini kontribusi dari William Iskandar Djahamata, seorang penikmat kopi dan salah satu penggagas komunitas Barista Medan. Find out more his latte art creation di Instagram @williamiskandar

  1. Wahhhh asik bisa icip-icip Kopi Indonesia nih

    Reply

  2. Tadi pengen nyoba kesana, closed juga.

    Reply

  3. posisi cafe bukit barisan 2
    klo jalan dari krakatau ke sutomo ujung
    belok kiri sblm ketemu terminal cafe

    pertanyaannya, jam operasi cafe nya kapan?
    soalnya dua kali lewat, dua kali cafe close

    Reply

  4. Kedai Kopi Kampoeng dengan metode brewing Italian style.
    Satu mixing idea yg cukup unik.

    Reply

  5. mantap atuh… espresso dan cappuccinonya pas mantabbb. baristanya ‘beneran’ nih… buah delimah pohon jalak, baristanya ramah kopinya enak.

    Reply

  6. Kalo dari simpang bilal lampu merah arah ke sampali, dkt mananya lagi min ? 🙂

    Reply

  7. Amir Nasution 31 Jan 2014 at 21:44

    jangan cuma payung ditebar
    sebab timba tali terentang
    jangan cuma lihat gambar
    kalau mau coba silakan datang

    amir31012014kedaikopikampoeng
    jln bukit barisan II No.45 A, krakatau – medan
    (50 dari simp. empat jln krakatau arah mesjid taufik)

    Reply

  8. mantap abis. jd ngiler liat mesinny. kapan y bs pny d rmh. WAJIB d kunjungi nih….

    Reply

  9. Penikmatkopi 31 Jan 2014 at 15:48

    Wow, Orchestrale! kapan modal balik?

    Reply

  10. ai juga ikut ngiler nih koko anwar ama koko robin…haha..yuk coba ngopi disini..

    Reply

    1. Pengen nyoba kopinya, solanya pake mesin ORCHESTRALE dari Italy.
      Penasaran, rasa kopinya pasti mantap.

      Reply

      1. Penikmatkopi 31 Jan 2014 at 15:50

        Otten ad jual orchestrale kah?

  11. nice review nih gan…

    Reply

    1. Yuk meeting disini.. 🙂

      Reply

      1. boleh koko robin yuk kita bagi2 angpao disini hahahaha..

  12. Good writing William. Can’t wait to visit this place soon!

    Reply

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s