Pide Anne, pizza khas Turki

Kadang kita merasa, sebuah tempat yang aduhai cakep dengan budget selangit, pelayan dengan seragam apik, ber AC, fancy menu dan mengusung konsep dari negara-negara maju, belum tentu menyajikan sebuah hidangan yang dapat membuat balik lagi.

Sebaliknya, sebuah gerobak kecil dengan fasilitas seadanya, terletak di lokasi yang ‘kurang meyakinkan’ toh akhirnya dapat memberi sebuah kesan.

Meet Pide Anne. Pide, dalam bahas Turki artinya pizza, sedangkan Anne ialah ‘ibu’. Pide Anne sendiri merupakan bisnis kecil yang dirintis Ria, seorang wanita berjilbab yang sebelumnya pernah menghabiskan waktunya selama 9 bulan di Turki.

Ria yg menyukai pizza itu pun mencoba membuat sesuatu untuk masyarakat Medan. Pizza sendiri sudah bukan makanan yang asing lagi, namun kalau hanya mengandalkan pizza ala Italia atau Amerika, persaingan pasti keras tentunya.

Adonan ditaruh alas aluminium foil agar tidak menempel saat baking
Mulai menabur topping sesuai pesanan
Ada chicken paste, sosis, diced tomato, paprika, dll.

Lalu apakah pizza Turki ini hanya gimmick? Dari segi penampilan well… hanya bentuknya yang berbeda, seperti bentuk bibir. Saat ini tersedia 3 rasa, yaitu tavuk (ayam), Et (sapi), dan Cocuk (polos) *cocok untuk vegetarian*. Harganya Rp 25.000 kecuali yang polos Rp 20.000.

Setelah topping dan bahan pelengkap lainnya selesai ditabur, pizza pun dimasukkan kedalam oven, dipanggang selama 5-6 menit.

Menurut Ria, bagian topping di blow torch lagi agar lebih kering, tapi ini tergantung selera masing-masing.
Untuk topping mozarella dipanasi lagi dengan blow torch agar meleleh (tambah 10rb)

Setelah keluar dari panggangan, bagian tepi yang tadinya dilipat pun mengembang, sedangkan bagian tengah lebih tipis, alhasil lebih crusty. Panjangnya sendiri kurang lebih 1 jengkal setengah, porsi yang pas buat 1 orang.

Dipotong, lalu siap disajikan

So, to answer previous question ‘Is this just a gimmick?’ maka kami pun mencicipinya selagi hangat. Taaaareeeekkk manggg…..

Kami yang awalnya agak skeptis pun akhirnya nyerah juga. Yes, we’ve found another hidden gem. Ciri khas pizza ini jatuh di pilihan dagingnya yang sudah dirempahi. Permainan rempah yang sedikit mendominasi pizza inilah yang unik dan tak dijumpai di pizza lain.

Belum lagi cabenya yang juga awalnya kami pikir cuman sambel botolan, eh ternyata beda. Ada sedikit hint Tabasco yang kemudian dicampur dengan ingredient lain dan sedikit lebih kental agar disesuaikan dengan selera lokal. Perfect combination buat kamu yang ga tahan kalo ga makan pedas.

Pizza Tavuk, Rp 25.000

Malam itu, Pide Anne berhasil meraih kepuasan kami. Bagaimana sebuah gerobak kecil dengan penampilan seadanya, bahkan berjualan di sebuah tempat yang mereka sebut ‘Warkop Pokemon’ sanggup merubah persepsi kami.

Sometimes, you can’t judge a book by its cover. Kami baru saja memilih sebuah buku dengan kover yang tidak begitu mengesankan, namun menyelesaikannya dan berharap untuk membaca chapter selanjutnya, berharap untuk kreasi Pide Anne berikutnya.

Pide Anne Pizza Turki
Jl. Monginsidi  no 12 (Di dalam warkop Pokemon)
15.00-22.00
Setiap hari kecuali senin libur
+62813-7702-1572

7 comments

  1. Pingback: Pide Anne, pizza khas Turki | Kuliner Surakarta

Comments are closed.