Selain jadi surga berbagai macam toko, Komplek Cemara Asri juga dikenal jadi surganya berbagai makanan, mulai dari street food hingga restoran yang lebih high class.
Ngomong-ngomong soal street food, pecel juga jadi menu yang populer di Komplek Cemara Asri, terutama di daerah Taman Burung yang sayangnya kini udah digusur. Meskipun begitu, deretan gerobak pecel ini masih tetap dicari.
Tapi, mau gimanapun, biasanya pecel ala gerobak hanya berupa bihun, mie, kwetiau, bakwan, dan aneka sayuran rebus, yang kemudian disiram dengan bumbu pecel kan? Nah, outlet yang bakal MaMa bahas ini juga menyajikan pecel, tapi dinikmati bareng nasi!
Wong Kai Ya, Restoran Nasi Pecel Pertama di Medan
Seperti yang MaMa bilang tadi, pecel adalah makanan yang populer di Medan, terutama di Komplek Cemara Asri. Tapi, sang owner justru susah bisa menemukan pecel yang disajikan dengan nasi di Medan. Padahal, Nasi Pecel termasuk hidangan yang populer di Pulau Jawa.
Untuk itu, sang owner berinisiatif untuk membawakan hidangan simpel tapi unik ini ke Medan melalui Wong Kai Ya.

Secara sekilas, kalau ada yang ngomong “Wong Kai Ya”, bakalan terdengar seperti ‘orang kaya’. Mungkin maksudnya mendoakan para pelanggannya agar bisa jadi orang kaya ya… 😁
Belum Sebulan Berdiri, Tapi Antusiasme Begitu Tinggi
Saat artikel ini terbit, Wong Kai Ya bahkan belum genap sebulan berdiri (kalau kata orang Tionghoa sih belum ‘mua guek’ a.k.a. full month). Tapi, saat MaMa kemari, pengunjung dari berbagai kalangan udah terus berdatangan silih berganti, memenuhi kedua lantai tempat Wong Kai Ya berdomisili!


Tempatnya sendiri sebenarnya bukan terbilang mewah, tapi kombinasi warna yang earthy dari ornamen dan perabotan kayu, mural, pondok tempat memesan makanan (khusus takeaway) dan foto di dinding bikin MaMa ngerasa lagi berada di pedesaan yang homey.


Oh ya, ruangan ber-AC di Wong Kai Ya hanya ada di lantai dua ya! Cocok buat kalian yang lebih suka makan di tempat yang sejuk.
Nasi Pecel ala Wong Kai Ya

Mulai dari 15rb, kalian udah bisa nikmati Nasi Pecel, lengkap dengan sayur+bumbu pecel, rempeyek, tempe goreng, dan bakwan jagung goreng. Pas banget nih buat #SaveBulanTua! Tapi, kalau kalian pengen yang lebih full protein (baca: mewah), kalian boleh pesan aneka add-on lauk.
Sayur + Pecel
Kombinasi paling umum nih kalau makan pecel! Sayur rebus disiram dengan bumbu pecel khas Wong Kai Ya. Secara pribadi, MaMa suka dengan tekstur bumbunya yang kental, warnanya yang begitu menggugah, serta rasanya yang tipikal pecel khas Jawa.

Tapi, menurut MaMa, pecelnya bakal makin nikmat kalau intensitas bumbunya ditingkatkan lagi. Mungkin, lain kali MaMa bakal request juga bumbu pecelnya dibuat versi pedas.

Bebek Goreng
Don’t judge a duck by its color!

Meskipun terlihat lebih kering dan kecoklatan dari luar, nyatanya daging bebeknya lembut pol! Belum lagi, bumbu bebeknya nikmat dan meresap banget sampe ke daging. Tambahan kremesannya juga bikin teksturnya lebih garing.
Cumi Bakar
Bagi pecinta seafood, MaMa jamin kalian nggak bakal bisa luput dari menu satu ini!

Cumi yang diiris, dibakar, lalu dibumbui dengan bumbu rempah ini memberikan warna kemerahan yang menggugah selera serta tekstur yang chewy. Bayangkan potongan cumi yang flavorful ini dinikmati bareng nasi hangat… Duh, sedap!
Ikan Laut Goreng
Sekilas, sajian ini hanya berupa ikan goreng biasa. Tapi, ketika kalian melihat struktur tulang dan cita rasanya, kalian bakal bisa tahu kalau ikan yang disajikan adalah ikan laut.
Nah, konon katanya, tulang ikan laut punya tampilan lebih besar dan lebih kokoh. Secara rasa, daging ikan laut juga secara alami lebih gurih. Makanya, bumbu yang digunakan juga lebih sedikit dibanding ikan air tawar.

Untuk menu Ikan Laut Goreng di Wong Kai Ya, MaMa suka dengan aroma bawangnya yang menambah rasa gurih daging ikannya yang segar dan lembut. Selain itu, dua jenis sambal yang disajikan sebagai pendamping juga menambah sensasi pedas dan gurih.
Telur Ikan Dadar Goreng
Jujur, pas nampak sajian ini di menu, butuh waktu yang tak sedikit bagi MaMa untuk memproses namanya. Tapi, pas dijelaskan lagi oleh waiter, sederhananya menu ini adalah telur dadar yang dimasak dengan potongan telur ikan. Nah, kalau masih kurang paham sama konsep menu ini, berarti kalian harus datang dan cobain sendiri!

Cita rasanya sih asin gurih, tapi bukan tipikal yang kompleks karena hanya dibumbui dengan garam. Sajian yang simpel, unik, dan sanggup menggelitik taste buds siapapun.
Tujuh Jenis Sambal Pendamping Nasi Pecel
Bukan orang Medan namanya kalau nggak makan pakai sambal! Apalagi, tampilan ketujuh jenis sambalnya begitu menggoda. Memang sih tidak ada aturan pasti sambal-sambalnya harus dimakan bareng menu apa, tapi MaMa punya beberapa rekomendasi sendiri!






Untuk Cumi Bakar, MaMa paling suka dimakan bareng Sambal Kecapnya. Gurih dan pedas dari Cumi Bakar ditambah dengan rasa manis dan pedas dari Sambal Kecap. Perpaduan rasa yang kompleks dan lebih kicking dari sebelumnya!
Untuk rempeyek yang garing, MaMa memilih Sambal Cobek. Cita rasa rempeyek yang light jadi intens banget! Nah, kalau mau ngerasain sensasi Bali yang full, cobain Bebek Goreng dengan Sambal Matah! Btw, MaMa juga nggak nyangka kalau Bakwan Jagung cocok juga dinikmati bareng Sambal Sanur!
Intinya sih, kalau kalian datang kemari, belum sah kalau belum cobain semua jenis sambalnya! Perpaduan lauk dengan sambal bercita rasa beragam bikin sesi makan MaMa seru abis!
Bihun Bumbu Pecal
Meskipun Wong Kai Ya menyajikan Nasi Pecel, mereka juga punya menu klasik yang jadi favorit pecinta pecel, yaitu Bihun Bumbu Pecal yang disajikan dengan bumbu pecel.

Sesuai tampilannya, cita rasanya juga masih terbilang klasik, mirip bihun-bihun yang biasa dijual di gerobak pinggir jalan.


Pisang Goreng Bumbu Pecal
Selain Nasi Pecel, mungkin menu satu ini juga nggak kalah bikin penasaran!
Kalau biasanya kalian makan pisang goreng tanpa topping, pakai selai srikaya, atau pakai lelehan coklat plus parutan keju, di Wong Kai Ya menu ini justru dinikmati dengan bumbu pecel! Tapi, bumbu pecel yang digunakan pada pisang goreng beda dari Nasi Pecel.

Fyi, jenis pisang yang digunakan di sini adalah pisang kepok. Setelah digoreng, tekstur pisang kepok lebih padat, tapi tak semanis pisang raja. Selain itu, pisang kepok lebih sehat dibanding pisang raja karena lebih tinggi akan serat.
Cita rasa dari pisang dan bumbunya terasa balanced banget. Seandainya Wong Kai Ya memakai pisang raja, mungkin rasa manis dari pisang malah menutup rasa bumbu pecelnya.
Wah, Makanannya Menarik, Tapi Tempatnya di Mana?
Tenang aja, tempatnya nggak susah dicari kok!

Dari Jl. Cemara, kalian masuk aja dari gerbang besar Komplek Cemara Asri. Lokasi Wong Kai Ya berada di sebelah kiri, tepat di sebelah outlet Andreas Lim.
Sensasi Makan Pecel yang Baru nan Unik!

Dari kebiasaan warga Medan yang lebih menyukai makanan bercita rasa gurih, Nasi Pecel yang gurih manis ini bakal memberi sensasi rasa yang sama sekali berbeda, tapi tetap nikmat. Apalagi, kombinasi lengkap dan harganya yang masih affordable bikin Wong Kai Ya tempat yang ideal untuk yang budget-conscious.
Wong Kai Ya
Jl Cemara Asri Boulevard Raya No.18S, Kec. Percut Sei Tuan
https://maps.app.goo.gl/kydBjrBozexfUEV16
Jam Operasional: 11.00-22.00
No Pork No Lard
IG: @wongkaiya_eatery


Leave a Reply