
Jujur saja, tinggal di kota Medan yang pilihan makanannya beragam dan penuh cita rasa, masakan vegetarian jarang jadi lirikan. Terutama karena bagi saya, masakan vegetarian identik dengan kultur dan agama, sehingga pada umumnya saya mencari masakan vegetarian khusus di tanggal 1 dan 15 sesuai kalender lunar.
Karena di Medan masakan vegetarian umumnya identik dengan kultur dan agama, banyak orang yang menjual makanan vegetarian dengan cita rasa oriental. Seperti Nasi Sayur yang isinya cap chai, chasio, dan tauco. Atau Mie Pangsit vegetarian. Namun seiring berlalunya waktu, minat terhadap makanan vegetarian meningkat dan rumah makan vegetarian pun semakin banyak bermunculan.
Salah satunya ada Satu Nusantara Vegetarian.
Apa sih Satu Nusantara Vegetarian?

Rumah makan vegetarian ini agak berbeda dari yang lain karena menyajikan beragam masakan dengan cita rasa Nusantara yang disajikan dalam konsep Warteg atau Warung Tegal. Di Medan sebenarnya rumah makan vegetarian yang konsepnya Nasi Padang juga sudah ada, tapi masih sedikit. Sehingga datangnya Satu Nusantara Vegetarian diterima positif oleh warga Medan.
Lokasinya strategis, dekat dengan Pasar Beruang dan terletak pas di depan Vihara, sehingga banyak pelanggan yang datang.


Tempatnya bersih dan luas. Area depan ada display makanan seperti Warteg. Begitu masuk ke dalam, ada area tempat duduk yang luas, muat sekitar 20 sampai 30 orang. Ada bagian semi-terbuka di sisi kanan, adem dan nyaman.
Pilihan Lauk Beragam Tiap Harinya

Untuk memesan makanan, kami langsung pesan di area display makanan. Untuk seporsi Nasi Sayur harganya 20rb, sudah termasuk 4 pilihan sayur. Tapi apabila kalian ingin memesan “daging” seperti ikan dan telur, akan dikenakan biaya tambahan 6rb. Apabila kalian memilih lebih dari 4 sayur, maka sayur ke-5 dan selanjutnya akan dikenakan 4rb per sayur.
Ketika saya pertama kali melihat display makanannya, rasa lapar langsung melanda. Ada sekitar 30 jenis lauk yang dipapar, dan semuanya terlihat menggoda. Terutama Jamur Gorengnya yang baru siap digoreng dan tampak garing. Sambal Tempenya juga. Bahkan Daun Pepayanya juga menarik perhatian padahal saya tidak suka sayuran pahit.
Menu lauknya ini tiap hari berubah terus kecuali untuk beberapa menu lauk yang best seller.
Nasi Sayur The Series

Pilihan Leo—Sayur Genjer, Bunga Pepaya, Selada Air, dan Kentang Goreng sebagai 4 lauk pilihan. Lalu ditambah dengan “Ikan” Bali—ikannya terbuat dari tahu yang dilapisi rumput laut, kemudian digoreng. Sambal Balinya ini bukan Sambal Matah, tapi Sambal Kecombrang.

Dengan beragam sayur ijo, Nasi Sayur Leo jatuhnya lebih basah, dengan aroma kecombrang yang wangi. Bunga Pepayanya pahit diiringi asin—wajib diaduk dengan nasinya.

Pilihan saya—Tempe Orek, Jamur Goreng, Bunga Pepaya, dan Tahu Sambal Ijo.
Yang paling saya sukai di Satu Nusantara bukan hanya pilihan lauk yang banyak, tapi karena mereka mencoba untuk menggunakan semua bahan alami sebagai lauknya. Mereka meminimalisir membuat “fake meat” yang umumnya menggunakan tepung sebagai bahan utama untuk mendapatkan tekstur daging.
Walaupun di sini juga ada lauk “fake meat” tapi rata-rata lauknya menggunakan bahan sayur segar.
Sambal Merahnya juga menjadi poin plus karena cocok di lidah orang Medan. Rasanya pedas, manis, asin, dan berbaur indah dengan lauk-pauknya.
Lirik Juga Menu A La Carte Satu Nusantara

FYI, selain Nasi Sayur, kalian bisa coba cek menu mereka untuk menu a la carte lainnya.
Kayak Mee Katsuya satu ini. Secara visual langsung menarik perhatian, secara aroma langsung menggelitik hidung. Oh ya, Satu Nusantara ini rumah makan vegetarian yang masih menyajikan opsi telur ya.
Cita rasa Mee Katsuya ini pas di lidah. Ada rasa asin, manis, gurih, dan sedikit aroma wokhei yang tertinggal di setiap suapan. “Daging” Katsu-nya juga nikmat dari segi rasa. Dari segi tekstur tidak mirip 100% dengan daging asli.

Atau cobain juga Nasi Monkeyam Kalasan yang jadi pilihan Bobby. Basic but good.
Daging ayamnya ini terbuat dari Jamur Kepala Monyet atau Hou Tou Gu. Pas dibelah, ada “serat-serat” yang membuat jamur ini terlihat mirip dengan dada ayam. Lauk sampingnya seperti Nasi Ayam Penyet biasa: Terong, Tempe, dan Tahu Goreng.
Yang bikin Bobby kagum, Sambal Terasi yang aroma dan rasanya beneran mirip seperti Sambal Terasi asli. Soalnya terasi terbuat dari udang, otomatis Sambal Terasi vegetarian harusnya agak berbeda. But surprisingly, he said it tasted very similar to the original.
Pastinya kalau ke Satu Nusantara, wajib cobain menu Warteg mereka sebelum merambah ke dunia a la carte-nya. You won’t regret it.
Satu Nusantara Vegetarian
Jl. HOS Cokroaminoto No.38, Kec. Medan Kota
(depan Vihara Vimala Diepa / Pasar Beruang)
https://maps.app.goo.gl/nJPbs4w9NbhP8w9QA
Jam Operasional: 07.00-20.00
WhatsApp: 0823-2062-0628
Instagram: @satunusantara.medan

























Leave a Reply