Bun Ong

BunOng

Bun Ong, demikian nama resto Franchise yang berasal dari Singapore yg juga berada di Jakarta. Resto ini Terletak di Jl. Yoserizal No. 79/35c simp Jl. Sun Yat Sen, dekat dengan kopi tiam klasik Kota cane. Resto ini relatif baru, sekitar 2/3 minggu sejak kami berkunjung. Sebenarnya udah mau datang minggu2 yg lalu, tapi alangkah sibuknya karena resto yang baru buka ini menyajikan jenis makanan yang sedikit berbeda dengan yang lainnya.

Kami bilang hanya sedikit berbeda, karena menu yang ditawarkan ialah bubur, nasi, bakmi, dsb yg mana juga bisa didapat di resto lain. Yg ngebedain ialah rasanya yang khas Singapur. Buburnya banyak pilihan, dari ayam, sapi, ikan, kodok, babi, dll.. Kami pesan yang kodok, karena menurut pengalaman kalo bubur dimasak dengan kodok rasanya lebih manis. Buburnya juga boleh dipesan porsi 1 atau 2 orang, dengan perbedaan harga yang sedikit, jadi kalo rame2, kami suggest kongsi aja…

Selain itu kami juga mesen Nasi ayam hainam, tapi alangkah kecewanya ketika menu dihidangkan.. cuman nasi hainam dengan ayam dan sayur asin, dan harganya Rp 25k! Demikian juga nasi campur yang lebih variatif, ada tambahan chasio dan roast pork.

Namun kekecewaan kami langsung terobati pada cicipan pertama. Rasanya memang beda, nasi hainam yang keliatan polos rasanya maknyos! Wangi, bertekstur dan tidak terlalu basah ataupun kering. Demikian juga dengan lauknya.

Yg kami sayangkan ialah kenapa ga ada lauk sayurnya padahal harganya lumayan mahal utk ukuran makanan Medan. Hanya dikasi 1 selai tomat dan timun. Yah kalo ngikut style Singapore memang pada umumnya nasi ayam lauknya ayam doank, tapi kalo di Medan mgk bisa beradaptasi, but that’s just our suggestion.

Resto ini kerap ramai dikunjungi keluarga, terutama weekend karena menu makanan yang sesuai dengan orang tua dan anak-anak. Overall, worth a try.

6 thoughts on “Bun Ong

  1. uda pindah, ke jl yoserizal simp jln plajuu..buka 24jam.. ya bennerr… harga g sesuaii porsii

  2. ga semua cabang bun ong sama ‘kualitas’nya..pernah makan di salah satu cabang bun-ong yg agak ‘parah’ pelayanan dan sajian makanan nya!!! porsinya juga terbilang ‘pelit’ untuk ukuran harganya..!!!
    nilai : cukup/sedikit minus
    hehehee

  3. Gw pernah nyoba bubur Bun Ong ini di Jakarta & kurang cocok sama tekstur buburnya yang menurut gw terlalu halus jadi kaya lem. Charsiu garing madunya lumayan sih, cuma kayanya masih menang chasiu Asan.

    Btw buat bubur halus sih gw lebih demen bubur Kamseng di Mangga Besar 🙂

  4. jadi rasa buburnya gimana ? di JKT bnyk tuh Bun Ong tapi sekalipun aku lom perna icip2 ..
    kalo ansi hainam di JKT ember begitu tanpa sayur cuman lauk aja idem kae di Spore atao HK , kalo di Medan ada sayur apa ?

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s