The Grand Duck King

“Si Raja Bebek”, itulah sebutan khas kami saat hendak menikmati makan siang di Cambridge City Square lantai 2 (061 – 457 7224), di hari pertama grand opening-nya. Beruntung kami datang lebih awal sehingga belum ada antrian pengunjung. Hal pertama yang menarik perhatian adalah luasnya restoran ini. Cukup luas untuk ukuran restoran di dalam mall di Medan. Kami pun memilih duduk di sofa dekat jendela. Pelayanan berusaha ramah, namun karena mungkin masih baru, pelayan terlihat kaku dan kalau bisa dibilang gugup melayani tamu. Anyway, menu-nya dibagi dan yak! Bingung. Menu-nya betul-betul banyak, lengkap dengan foto-foto yang menarik membuat kami mau memesan semuanya. But the price stopped us.

Harga yang tertera cukup tinggi menjadikan kami sedikit berhati-hati dalam memilih menu siang itu. Pilihan pun jatuh pada 1/2 ekor Bebek Peking Tumis Kungpao 158K (setiap pemesanan bebek otomatis akan dihidangkan kulit bebek yang dibalut dengan kulit pangsit dan sayur-sayuran serta dinikmati dengan saos khusus), 1 porsi Tomiaw Saus Tiram 58K, 1 porsi Tahu Jamur Shimeji 48K, 1 porsi Cumi Goreng Udang Vietnam 48K, 1 porsi Sapi Tumis lada hitam 98K dan 5 Nasi Hainam @6,5K.

Cukup lama kami menunggu sebelum masakan terhidang, artinya pelayanan masih pelan dan itu dengan keadaan restoran belum sepenuhnya terisi (bayangkan bisa restorannya penuh). Oh memang bebeknya lezat dan gurih, benar-benar terasa spices ala Kungpao-nya. Tapi sepertinya itu bukan 1/2 ekor bebek. Kalau iya, pastilah bebek yang sangat kecil karena porsinya kecil juga.

Selain itu porsi makanan lain juga kecil-kecil semua walau rasanya emang mantap namun sedikit terlalu asin. Untuk makan ber-5 menurut kami pesanan masih kurang dan perut masih sanggup di isi. Namun lagi-lagi the price stop us.

Well, kesimpulan yang bisa di ambil: Ini adalah restoran yang menyajikan Rasa Bebek (pasti harganya tinggi karena raja), dengan interior dan pelayanan yang baik, rasa bintang 5 dan porsi bangsawan.

19 thoughts on “The Grand Duck King

  1. terus 1 lagi… tapi lupa sekalian post >.<
    ada tman bilang kalo pengen makan disana, cari dimsum2 aja..
    hargany setara nelayan… benar gk ya??

    Tq ^^

  2. Saya hanya sekali kesini dan dengan rombongan 15 orang. Servicenya lumayan, cekatan dan ajaibnya tanpa ekspresi (kemungkinan ketika itu kami datangnya jam 8.30), Penyajian makanannya lumayan memakan waktu lama, dan yang mengejutkan saya rasanya sangat membosankan untuk bebek kombinasinya. Namun untuk udang asam manisnya dan kepiting saus tiram saya sangat suka Love it for more. Dan yah kesan mendalam memang ada pada pricenya.

  3. Halo…stumble upon this interesting blog..good job guys.
    Grand duck king ini menurut saya adalah restaurant yang overrrated as well as overpriced, no matter bagian service ataupun yg paling penting, tha food itself.

    Bbrp kali kesana, makanannya under par, service is worse even…overall not an enjoyable experience.

  4. Pak Leo, ngak salah tuch makan ikan krapu Tikus 500 gr aja harganya Rp.650.000,- hzzzzzzz

    1. Yes, not kidding Yen, harganya seasonal dan tidak tertera di menu seh, so it may varies.

      Saran saya, order less seafood and look for fixed price menu, kecuali kalo bener2 pengen makan seafood, ask them about the price.

      Minggu kemaren baru juga dari sana, 4 dish, no fish, harganya above 500rb :p

      But don’t miss out their roast duck πŸ˜€

  5. yah. saya juga baru makan di sana. bersama kawan2 11 orang. pesan bebek peking(mantap, raja bebek sih) dagingnya di cah pakai daun selada (asin sekali), ikan gerapu asam manis (lebih prefer gurami asam manis Jing, porsi lebih besar harga cuma 1/4) , ayam goreng (mantap), tou miaw (ok), sawo terong(terongnya masih keras dan kembali asinnya ampun), ayam pandan (overcooked),udang beras(ok). kita order 9 lauk, 2 lagi lupa apa tuh.
    Agreed, the price eat the whole month salary.

    1. “the price eat the whole month salary” Haha…

      Gapapa, syukur ntar kalo dapet lagih yah bisa makan lagih…

  6. yah,dari spacenya, The Grand Duck King ini sangat mengintimidasi sekaligus membuat orang antusias…

    Untuk beberapa menu a la carte, saya bilang cukup enak. Tapi untuk beberapa menu paketan,IMHO,agak so-so yet pricey.

    Tempatnya cukup impressive, sama dengan ‘kakaknya’ yg di Grand Indonesia East Mall.

    verdict :
    menu : 8/10
    price : 6/10
    place : 8,5/10
    Overall : 7,5

  7. Gw demen bgt sama resto2 yang satu management ama Duck King (Imperial Chef, Huang Ting, King Palace). Bedanya Duck King & King Palace halal, sedangkan Imperial Chef & Huang Ting ngga πŸ™‚

    Harganya emang mahal sih, tapi biasanya kalo lagi makan ber 2, bukan bareng sodara/keluarga. Kita cm pesen menu2 yg tertulis di table mat nya. Yg itu harganya lebih reasonable & enak2 juga πŸ™‚ oiya.. dulu di Duck King gw demen durian gorengnya. ngga tau skarang masih enak apa ngga πŸ™‚

  8. di sana baru buka yah ? menurut g masakannya biasa aja , tampilan OK banget , harga tergolong mahal . yah itu dia Duck KIng emang termasuk resto prestisious sih
    kalo g prefet “Imperial Chef” yg satu group dgn Duck King

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s