Siapa sih yang ga tau mie Tiong Sim? Kami yakin rata2 masyarakat Medan terutama etnis Tionghoa pasti sudah tau tentang mie yang merupakan salah satu kuliner khas Medan. Minggu sebelumnya, tatkala hendak menonton, kami sempatkan untuk dinner bareng di Mie Tiong Sim yang berada di dalam mal Paladium. Sebenarnya rumah makan ini merupakan cabang dari mie Tiong Sim yang berada di Jalan Selat Panjang, akan tetapi menu disini jauh lebih bervariatif dan juga lebih modern dari segi pelayanan dan dining experience.

Tanpa pikir panjang, tentunya menu utama disini ialah Mie Tiong Sim (25rb) sendiri, akan tetapi kami sempat dibingungkan oleh penggunaan 2 jenis mie (biasa dan super/premium), dan menurut kami seh perbedaannya tidak signifikan. Yang tidak boleh dilewatkan juga ialah wantan, karena selain terkenal akan isi dagingnya yang enak, ukuran wantan TiongSim juga besar. Selain itu kami juga memesan bebek panggang(100rb), char siew madu dan sio bak (roasted pork)(80rb), tentunya porsi yang ditawarkan juga untuk disharing. Salah satu dari kami memesan kwetiaw siram sapi(25rb).

Overall rasa yang ditawarkan memang enak, tetapi kami merasa bahwa penggunaan vetsin terlalu banyak, hal ini menyebabkan kami mudah haus dan mulut terasa kering. Harga makanan dan minuman disini boleh dibilang tidak murah, bisa saja karena faktor keberadaan di mal. Tapi service yang ditawarkan cukup memuaskan.