Bulan Cheng Beng ini tampak kota Medan semakin padat dan ramai, terutama tempat makan. Banyak pengusaha dan sanak keluarga dari luar kota atau negeri pulang untuk berziarah ke makam. Tidak terlepas dengan kami, Seusai berziarah sekitar tengah hari, awalnya kami berencana untuk makan siang di daerah titi kuning, karena ada beberapa tempat makan yang populer seperti Gek Lan, Sedap 88, dan Aroma 64. Ketiganya ialah rumah makan yang menghidangkan chinese food, cocok untuk santapan keluarga. Tetapi karena waspada akan antrian yang lama, kami coba menelusuri tempat lain.

Kami lalu memilih rumah makan Chinese food yang berada di Jalan Tilak. Tidak ada papan nama, tetapi kami yakin rumah makan ini sudah lama beroperasi. Bangunan 1 ruko ini hanya menyediakan beberapa meja petak, tetapi ukurannya lumayan besar, dan yang kami suka ialah, pesanan lebih cepat disajikan karena jumlah pengunjung yang tidak terlalu banyak.

Sesuai standar orderan chinese food, capcay dan tauco udang biasanya merupakan menu yang paling sering dipesan. Kami lihat banyak yang memesan Fu Yung Hai. Karena penasaran, kami pun ikut memesan. Fu Yung Hai disini kaya akan lauk, terlihat banyak daging kepiting yang dipakai, dan Fu Yung Hai disini juga tidak berminyak, very good indeed.

Selain itu ada nila goreng saus asam manis. Sausnya tidak begitu special tetapi nila disini tidak berbau tanah, sehingga wangi dari ikannya sendiri juga udah mantap.

Another menu not to be missed ialah bistik ayam/daging. Kami memesan bistik daging, tetapi yang disajikan ialah bistik ayam. Boleh dibilang bistik ayam ialah menu favorit siang itu, beserta Fu Yung Hai tentunya.

Tidak ada patokan harga yang pasti di rumah makan ini, karena porsi yang dimasak sesuai dengan jumlah tamu yang hadir. Capcay, Fu Yung Hai, Tauco udang dan bistik ayam 25rb, sedangkan untuk nila asam manis 55rb. Untuk porsi berlima, it’s not that expensive.