Sup Soup at Lili Suhaeri (Closed)

Tema steamboat menjadi trend dan booming di kota Medan belakangan ini. Masing-masing resto mengandalkan menu istimewa mereka ataupun konsep yang berbeda. Nah kalo resto yang satu ini barusan dibuka beberapa minggu lalu. Berlokasi di food court Lili Suhaeri Jalan Listrik (dekat RS Columbia Asia), Sup Soup menggabungkan konsep fast food dengan steamboat. Penasaran?

Suasana malam itu tidak terlihat begitu ramai, lokasi parkir di dalam area food court ialah salah satu fasilitas yang baik. Interior bersih nan minimalis modern menghiasi ruangan terbuka ini, dan di ujungnya terlihat railing yang berisi sajian steamboat.

Sebagai tamu yang pertama kali datang, tentunya kami berharap ada karyawan yang menjamu karena jujur kami kurang mengerti proses pengambilan dan pembayaran di resto ini. Setidaknya ada poster tentang alur proses atau sejenisnya. Malahan hanya nama jenis makanan beserta harganya yang terpampang di bagian atas railing, dan itu pun terlalu kecil untuk dibaca.

Beberapa menu disini kebanyakan berisi daging olahan, seperti bakso dan daging kepiting. Ada juga pilihan daging asli tetapi variasinya tidak begitu banyak. Nah, setelah mengambil beberapa varian, kami lalu ditawarkan jenis kuah yang dipilih. Ada kaldu, tomyam, herbal, dan satu lagi lupa hehe… selain itu juga bisa di tumis dengan saos. Karena ingin mencoba, setengah porsinya kami relakan untuk dimasukkan ke wajan.

Pengalaman makan di resto ini boleh dibilang agak unik, karena biasanya mencicipi steamboat dilakukan di atas meja dengan kompor mini dan daging mentah yang dimasak ke dalam kuah, sehingga kuah tersebut manis dan wangi karena komposisi dari bahan mentah tsb. Di sup soup hidangan telah disediakan, dengan bahan mentah yang telah dimasak disajikan terpisah dengan sup, sedangkan foto di bawah ini ialah porsi per-orang.

Alangkah mudahnya apabila resto ini menawarkan paket-paket, yang intinya agar pengunjung tidak dibingungkan oleh pilihan yang banyak, it’s fast food after all, isn’t it? Rata-rata harga yang ditawarkan disini berkisar antara 2rb sampai 3rb per-item. Menurut kami sih mahal, tetapi ada yang bilang harganya masuk akal, kalau menurut anda sendiri?

  1. ini mah kurasa macem bakso singapore aja di jakarta. emang lah menurut ku mahal kalau makan di sana, karna deket tempat tinggalku mari di jakarta ada agent semua bahan untuk steamboat itu, paling kau beli tulang sapi dan rebus untuk ambil kaldunya saja sudah puas kau makan itu, hahhahahhahaha

    Reply

  2. Sekedar sharing, di Jakarta konsep steamboat ala self service ini cukup banyak, tp berdasarkan pengalaman pribadi sih rata2 rasanya biasa saja (apalagi yg outletnya di foodcourt mall).

    Di area dekat kompleks perumahan saya juga lagi booming tuh bisnis steamboat, dari yg kaki lima sampai model resto (berAC), tp anehnya yg laku justru yang di kaki lima. mungkin terbuka, jadi ga terganggu dgn asap steamboatnya. dan pilihannya lebih beragam, dari ikan, daging, jamur, sayur dll (bukan daging olahan), sampai ke pilihan kaldu (kaldu ayam, kaldu tom yam & kaldu obat/herbal) 🙂

    Reply

  3. waww.. tx Leo atas infonya, btw, w tau tu sapa yg ada di foto :P, hari ni gua pigi coba deeee…

    Reply

    1. Sip, ditunggu feedbacknya yah Angela!

      Reply

  4. Halo semuanya…salam kenal..saya manager di sup soup..Sebelumnya..thanks ya uda post di blog ini…
    Saya akan menjawab beberapa hal diatas…
    Masalah konsep..betul sekali..kami memadukan beberapa konsep di malaysia seperti salah satunya yong tau fu…lok lok dll…dimana sebenarnya konsep ini membuat banyak org di medan ini kebingungan…maka dari itu sebenarnya kita ada standby satu org dibagian display untuk mengedukasikan tamu bagaimana cara makan dan beberapa cara masak…
    kemungkinan pas pemilik blog ini datang..karyawan tidak pada posisi tersebut (kelalain pihak kami,i am sorry)…saya sangat berharap..kedepan..org medan bisa lebih mengerti proses dan cara makan di sup soup..
    Sebenarnya kita belum begitu ready untuk grand opening…karna mengecar dateline..yg dimana..di bulan cheng beng tidak boleh grand opening..maka di percepat grand opening..tp skrg ini lagi banyak perubahan…dan kemungkinan seminggu kedepan akan kelar semua..beberapa perubahan yg kami buat utk memanjakan customer…
    1.Ruangan kami akan ditutupi kaca dan full AC semua…
    2.Bakso olahan pabrik skrg ini sih sudah tidak ada…kemarin itu masih ada sih karna ada beberapa masalah di dapur.
    3.Berbagai macam variasi menu yg bukan hanya steamboat…melainkan..gorengan dim sum dan jg kwetiau/mie/bihun/nasi goreng ataupun seafood.Kami akan terus mengejar target kami dimana bisa menyajikan 100 item untuk pilihan steamboat…
    4.Kami jg akan menyediakan hot pot atau yg dikenal sebagai kompor steamboat..

    Thanks…

    Reply

    1. Salam kenal Jim,
      Untuk mencegah kelalaian tersebut di masa mendatang, bisa saja membuat alternatif seperti poster infografis step by step yang mudah dimengerti, ataupun membuat selebaran mini yang terletak di meja, karena ketika pengunjung datang, alaminya mereka akan mencari tempat duduk dahulu sebelum memesan. Persiapan grand opening itu bisa dimaklumi, karena tiap2 resto itu juga sama, terutama terjadi pembludakan pengunjung. Tetapi malam itu tidak begitu ramai, mungkin saja staffnya belum well trained.

      Thanks for being honest, kami akan kembali lagi untuk mencicipi menu barunya.

      Reply

  5. haii, salam kenal, love ur blog, humm, caranya seperti Yong tofu singapore yah? pilih2 bahan (bakso, sayur dll), trus tar dimasakin ama orgnya, kita tinggal tungg makan aja? ya ndak?

    Reply

    1. Salam kenal juga, blognya oke juga tuh! Iya bener konsepny kurang lebih seperti itu.

      Reply

  6. di bilang mahal x juga gak si.. mari kita kali 2.. ;p
    1 orang = 10 item
    4 orang tu 40 item x 3000 = 120.000

    di salah satu toko steamboat di sun,
    1 porsi( isi 4 ) = lebih kurang 20.000
    jadi 40 item tu butuh 10 porsi x 20.000 = 200.000

    gak mahal kan? cuma taste belum tau si..

    Reply

    1. Iya kurang lebih sama, mungkin karena faktor psikologis yang membuat kita kadang ragu untuk mengambil lebih banyak.

      Reply

  7. konsepnya sama dengan gerai2 yong dau fu di malaysia ato spore. Sayangnya, makanan yang ditawarkan adalah olahan pabrik, bukan handmade.

    Reply

    1. Iya bener Mike, kalo olahan handmade pastinya akan menambah nilai keunikan dan daya jual tersendiri.

      Reply

  8. wah,enak sekali sepertinya…dah lama juga tidak ke taman lili suhaeri..Segera menuju tkp, gan…

    Reply

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s