Direferensi oleh teman, kami mencoba menelusuri lapak sate padang yang berada di Jalan Letjend. Suprapto (Denah), dekat dengan kantor berita harian Waspada. Di sela-sela toko perabotan, nampak satu gerai kecil yang mulai menebarkan asap wangi ketika sore menjelang. Lokasinya memang agak sempit dan tidak begitu convenient untuk makan di tempat. Tetapi sebenarnya waktu yang lebih tepat ialah di malam hari, ketika toko-toko perabotan sudah tutup, kursi santai plastik pun mulai disusun didepan toko, menciptakan suasana open-air.

Dengan harga IDR 14.000 (6 tusuk sate dan 1 buah lontong) seporsi, boleh dibilang harganya lumayan standar. Dari beberapa lapak sate, kuah disini lebih khas ‘Padang‘, sedangkan daging sate rasanya standar saja. Daging sate yang dibakar tidak terlalu kering sehingga wanginya kurang, tetapi lebih lembut di lidah.

Yang bikin penasaran, tertulis ‘Pindahan dari Seberang‘. Apakah artinya gerai ini awalnya berjualan di seberang lalu pindah atau merupakan split dari gerai seberang yang original. Di seberang gerai ini memang terdapat juga gerai ‘Sate Padang Bundo‘. Kami belum sempat mencicipinya, tetapi akan kami coba review dan bandingkan dengan sate padang Simpang Waspada ini.