Opal Coffee Cafe & Resto

Yeaaaaahhh… Kuliner kota medan semakin diramaikan dengan kehadiran berbagai cafe beberapa bulan terakhir ini. Salah satu yang lumayan menarik perhatian adalah kehadiran Opal coffee yang merambah dari produsen biji kopi ke usaha cafe dan resto. Berdiri megah di jalan T. Amir Hamzah blok c-56 kompleks Griya Riatur Indah, resto ini menawarkan space yang cukup luas untuk bercengkrama, dan tentu saja produk unggulan di sini adalah kopi Opal, dengan kenaekaragaman biji kopi daerah bebagai daerah di nusantara.

Salah satu variasi biji kopi yang kita coba adalah Toraja dalam seduhan “Tall Iced Americano” (Rp. 16.000). Rasanya cukup intens dan harum, bahkan buat kami yang tidak begitu mengerti tentang kopi. “Tall Green Tea Blend Cream” (Rp. 32.000) lumayan segar untuk dicoba, demikian juga dengan “Tall Black Forest Blend Cream” (Rp. 28.000).

Mayoritas makanan yang ditawarkan disini berupa sajian Western. Ada sajian burger, dimana ” Mushroom Burger”-nya (Rp. 45.000) empuk dan juicy euy… Belum lagi “Cioppino Seafood Penne” (Rp. 75.000) yang mewah dengan sajian rajungan yang eksotis. Wah, kami banyak bergelut dalam sajian pasta di resto ini.

Lalu ada “Fettucini Salmon” (Rp. 50.000) yang creamy dan lembut, “Seafood Creamy Basil Spaghetti” (Rp. 40.000) yang lumayan asik dengan aroma kemanginya. Hehe…sekian dulu untuk pastanya.

Untuk sandwichnya, kami coba “Country Style Sandwich” (Rp. 55.000), it’s good, but not that great. Tapi “Chicken Theuringer Bratwurst” tidak begitu memuaskan. Rasanya yang tidak konsisten antara bagian ujung luar dengan ujung dalam pada untaian bratwurst ini, membuat kami sedikit kecewa, apalagi harga yang dibayar tidak murah (Rp. 100.000). Presentasi yang ditampilkan dalam setiap sajian disini bener bener maksimal, tetapi sayang porsi yang ditawarkan tidak sesuai dengan kondisi perut kami yang bergejolak seperti nafsu kuli bangunan malam itu.

To sum up, it’s good place to hangout for cups of coffee, although the food price might get you a little hiccup, but overall the environment is cozy and it’s worth a visit.

26 Replies to “Opal Coffee Cafe & Resto”

  1. @joko susilo ( bakrie sumatera plantations ) They are supplying green coffee bean to Starbucks. They are such a big exporter for Indonesian coffee. So, don’t proud if you’re sitting in Starbucks, be proud when you knows that some of the coffee blends or even single origin comes from Indonesia.

  2. Looks and sounds great! Sudah saatnya produsen kopi lokal buat gerai kopi yang bisa dikembangkan ke manca negara, jangan import minded terus dech

  3. Oppal Coffe…..?.Aku pernah kerja di perusahaan coffee ini di PT SM, yg punya pak suryo orgnya baek, murah hati, tidak sombong dan rajin menabung..hi..hi..hi.., tapi sayang bawahannya banyak yg cari muka, semoga pak Suryo sekeluarga di berikan keberkahan dari Tuhan yang Maha Esa. Amiiiiiiiiiin

    1. hmm opal cofee, kyaknya lbih bgus tuh distarbucks , karena kiblatnya coffee shop emg starbucks, bner gak bg don?
      oh ya bung doni..buka coffee shop dimana?

      1. They are supplying green coffee bean to Starbucks. They are such a big exporter for Indonesian coffee. So, don’t proud if you’re sitting in Starbucks, be proud when you knows that some of the coffee blends or even single origin comes from Indonesia.

  4. Bener nih.. tempat nya sih ok dan coffee nya jg enak, cuma emang makanan nya kemahalan deh ( dgn porsi yang begitu sedikit bahkan untuk ukuran cewe ) hahahaaha 😛

  5. The portion of the food does not equal to the price of the food. It is too expensive for such a small portion of food. Anyway, the coffee is great.

    1. Maaf sekali kami kurang tau ada menu vegetarian atau ga.. kemungkinan bisa pesan menu vege by request. Coba saja 🙂

  6. Agree with Orgindo.. Looks like he/she knows well about food 😀 *tham ciak
    Memang tergolong mahal, tapi sebanding dengan kualitas makanan/ minuman yang disajikan dan cozy atmosphere yang ditawarkan….
    Recommended….!! XD minggu semalam baru ke sana (Y)

  7. Untuk makanan western di medan memang masih tinggi costnya. 😦
    banyak barang2 seperti beef, pasta, sausage yang harus ‘diimpor’ dari luar. bo pien. -_-
    makany,yang bisa thriving di medan itu makanan yang masih ‘khas’ kayak nasi lemak or mie pansit. :p
    gonna try that cafe soon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s