Havana Kafe – Cuban cuisine (Closed)

Havana wall ornament

Havana Cafe is the first ever Cuban restaurant in Medan! Salut untuk keberanian dan dedikasi para management yang udah memulai usaha kafe ini. Dan tentu saja, ini juga pengalaman pertama kali crew makanmana mencicipi masakan khas negeri cerutu. So, here’s our attempt to review Cuban cuisine in Medan.

Havana entrance
outdoor front view

Kita mulai dengan atmosfer restoran yang sangat nyaman, well-prepared, cukup luas dengan tema garden dan juga ada swimming pool-nya. Nah apabila berdua dengan pasangan silakan pilih meja disebelah swimming pool, pasti romantis! Oh ya menurut menuturan manager disini, owner Havana juga merupakan owner Professional Wedding Studio, dan lokasi ini dulunya merupakan studio foto mereka. Tidak heran banyak spot bagus yang sangat fotogenik.

Interior dalam ruangan
Outdoor pool area

Walaupun belum lama dibuka dan tidak pernah melakukan promosi, hebatnya suasana malam itu cukup rame dan waiter terlihat cukup kewalahan menangani pesanan customers yang tiba-tiba membludak. Seperti restoran baru pada umumnya, pelayanan malam itu kewalahan dengan orderan yang lama keluar, waiters yang kurang responsif dan beberapa staff terkesan kurang ramah (maybe because of the crowd that night, plus there’s a birthday party too).

Suasana rombongan makanmana
papan menu informatif

Satu hal yang kami suka adalah papan menu dan tatakan piring yang sangat informatif. Selain menampilkan foto dan penjelasan singkat tentang makanan yang tersedia, ada juga info yang menarik tentang negara Cuba, biografi singkat Che Guevara dan anda bahkan bisa belajar bahasa Spanyol selama menunggu makanan keluar. Selain itu, di ruangan indoor, terpampang poster “Even Castro can’t smoke here” means they apply strict no-smoking policy, which we salute.

“But Che will do it anyway”
Daftar menu
Pollo Asada al Ajillo

Walau cukup bingung dengan nama-nama yang tidak familiar, bagaimanapun akhirnya kami berhasil meng-order beberapa makanan yang semoga saja cocok di lidah. As a safe bet, there’s Pollo Asada al Ajillo (55K) – garlic roasted chicken yang dihidangkan dengan sedikit sayuran dan potongan pisang. Cukup unik karena ternyata side dish khas Cuba adalah pisang, instead of what we normally expect – fries. Dengan lidah khas Indonesia, rasa dari roasted chicken ini lebih light dibanding roasted chicken yang kami cicipi pada umumnya.

Filete de Pescado con Limon

Then there’s Filete de Pescado con Limon (68,5K) – Roasted Spicy Dory with lemon dan dihidangkan dengan seporsi nasi putih. Hidangan ini terasa hambar, mungkin karena bumbu yang kurang meresap kedalam daging ikan, atau bisa jadi karena membludaknya pesanan malam itu. Jadinya seperti mencicipi ikan rebus dengan percikan lemon. Ensalada Cubano (28,5K) – a typical Cuban salad dihidangkan dengan porsi kecil dan variasi salad.

Ensalada Cubano
Media Noche
Pollo de Plancha

Beberapa menu lain seperti Media Noche (42,5K) – a typical Cuban Sandwich with ham and swiss cheese dipanggang terlalu lama sehingga gosong di bagian luar roti-nya. Pollo de la Plancha (65,5K) – boneless chicken breast with garlic served with rice – taste light too. Most of the dishes we had came with small portion.

Untuk snack and desserts, kami memesan Churros (40,5K). Since we couldn’t find anymore churros in Medan we’d give it a try. Rasanya OK, hanya saja mungkin minyak yang digunakan kurang optimal panasnya sehingga churros yang dihidangkan malam itu crunchy, yet oily. We also had Flan De Leche (47,5K) – traditional Cuban Mustard dan Empanada de Pollo (45K) – mirip lumpia dengan daging giling yang lembut, and this one tasted good. Oh, and for drinks they serve standard drinks like coffee, tea, beer, soda. Probably yang interesting ialah mojito without alcohol but unfortunately none of us ordered this that evening.

Flan de Leche
Empanada de Pollo
Churros

So, conclusion? Nice place to hangout, great atmosphere, good experience, although the staffs need more training. The portion is small and considered pricey to our pocket. Overall the foods taste light, maybe it’s cuban cuisine’s characteristic and we have no clue how it should taste like, but they weren’t impressive yet to our taste bud.

Oh btw, anyone tried the cigar yet?

Cuban cigar

Havana Kafe
Jalan Sei Bingei 11/13 (Foursquare map)
061 4512456
www.havanakafe.com
Havanakafe
Havanakafe

Trivia: Guess what’s in the toilet?

Oh wow I found something!

104 Replies to “Havana Kafe – Cuban cuisine (Closed)”

  1. Ini tempat makan sudah ditutup bro n sis baru berkunjung, ada plang dijual.. gagal merasakan cerutu kuba,๐Ÿ˜ญ. Ada info tempat jual cigar, toko/ online shop dari LN ke Indonesia. Thanks

  2. I love Cuban foodโ€ฆ. bulan july yang lalu kami berlibur di Medan. Kami belum pernah makan makanan khas Cubaโ€ฆ. menurut saya lebih enak dari makanan Paraguay, Mexico dan Brazil. Almost mind blowing :). Lain kali kalau kami ke Medan kami pasti ke Havana Kafe lagi.

  3. kalau misalnya mau ngadain ulang tahun, tempat acara nya gak dibayarkan??kalau misalnya orang nya 20 orang kira-kira uang untuk minuman dan makanannya berapa ya?buka kafenya jam berapa?

  4. I’m quite surprised with all the negative comments here, found this blog by accident on foursquare. Nice blog, btw! I went to this place couple of times months ago during my trip home. The place is awesome, quite romantic and food is quite good, especially the guava chicken and churros (I’ve tried other churros in Medan, too hard and they look like churros they sell at fast places bleehh). I’ve been to mexico and south america couple times for work, so I’m quite familiar with the food taste. They are pretty close taste wise, but I agree the menu has to be modified for ‘lidah orang Medan’. Hahahaha…

    The only thing negative I can say about this place is it was full of mosquitoes when we sat outside one night… Then again, we came right after it rained. Can’t help it, I guess!! Banyak nyamuk di Medan! Anyways, just my personal experience… I’ll definitely visit again if I go back home. Peace!

    1. Thanks for the comment James. Please note that our review was back then in Aug 2012, so things might have changed. Glad you enjoy our blog. You’re right about modifying it to local taste bud. While preserving the original taste in necessary, the market seems can’t accept it. Remind me of the quote “When in Rome, do as the Romans do”

      1. I think they have improved from what I read in your blog. I really like this place, can’t really say anything bad about the place or food. it’s definitely something different in Medan and worth a visit or revisit in your case.

        1. Thanks for your updated feedback James, while I personally hasn’t visited this place since, I do wish I have chance to pay another review in the future. I had to admit we did a not quite right decision for writing review based on ‘just opened’ premise. I hope the next visit would be remarkable.

  5. Saya 2 kali mengunjungi cafe ini, alasan saya mengunjungi cafe ini kembali karena pertama kali kesana pas malam minggu, tidak begitu banyak penunjung dan ada live band, sehingga suasananya lebih romantis bagi saya.

    Tetapi kunjungan ke 2 ( 24/11/13 ), terasa lebih ramai dari minggu sebelumnya, dan beruntung saat itu hujan sudah reda sehingga bisa berkesempatan menikmati suasana outdoor dan live music secara lebih dekat.

    Makanan di cafe ini menurut saya memang terasa lebih plain, karena saya memang baru pertama kali nyoba makanan cuba, maka saya gak tau rasa seharusnya. tp menurut review gue sih gak ada makanan yang membuat saya ingin kembali lagi untuk mencicipi makanan tsb selain dari pada kembali untuk nongkrongin suasana cafe yg nyaman dan dengerin musik kala weekend.

    Jujur untuk urusan orderan yg lama, saya juga mengalaminya, saya datang pukul 830 dan pada jam 9.30, pesanan saya pescado a la parrila blm juga keluar, sempat protes sama waiternya. untungnya pesanan appetizernya duluan keluar, kalo gak, saya mungkin akan meninggalkan cafe itu tanpa makan hahahha.

    oya, empanada de queso-nya cukup ok dengan keju lumer didalamnya. lumayan buat sambil dengerin musik.

  6. Setahu gua anak perempuan owner professional studio namanya dewi. Lol. Coincidence or what. I am not very sure. ๐Ÿ™‚

  7. tempat bagus, lokasi kurang. cukup berani dengan menghadirkan makanan Cuban. but, apakah cocok dengan selera org medan pada umumnya

  8. Saya pernah makan disini malam minggu 5 bulan lalu, makanan 1 pun ga ada yg keluar ga tau kenapa, nunggu dari jam stg 9 sampai jam 10 ga keluar terakhir pulang deh. Semoga manajemen ya dpt di perbaiki

  9. asik neghh … liat peperangan di atas … tp mmg rada aneh yg beratas nama dewi .. admin aja kebingungan ma kamu … dont be noob please . LOL

  10. kemarin kesini, hehehe.. rasa makanannya hmm… eksotis (karena baru ngerasain makanan kuba kali ya, jadi ga ada pembanding) , tempatnya santai , staff ramah, cuma agag panas , apa efek dari makanan ? ๐Ÿ˜€ , btw thx for reviewing this place, jadi tau ada rumah makan kuba di medan ๐Ÿ™‚

    1. You’re welcome Adrian, I enjoy reading the review too in your blog ๐Ÿ™‚ Sounds like they have improved a lot.

  11. Havana Cafe kelihatannya dr gambar suasananya bagus hampir sama tempat yang saya kunjungin di Bangkok,Thailand.Saya belum pernah kesini dan saya akan membawa teman saya dari Germany untuk makan malam di Havana Cafe.
    Kira2 ada Live Musicnya ga?

    1. di havana ada live musicnya setiap malam minggu dan malam senin dengan konsep akustic, dan di malam sabtu ada salsa nigth lhoooo…

  12. Tempatnya cozzysih, kebetulan dpt disamping kolam renang, makanannya sedikit plain buat ku… Pelayannya kurang pengetahuan tentang menunya…
    Menurutku, klo mau pacaran tempat nya yg outdoor lumayan asik, tp klobuat makan enggak dehh…

  13. To: Ferasiska

    Ferasiska October 13, 2012 at 11:35 AM
    Aku pasti ke Havana Cafe, dapat info dari Aplaus terus bacaโ€ dhe soal Havana Cafe, aku suka sama suasananyaa, mantap banget .. Fantastic !!

    Huaaahhh tq…. *but for what? haha Tq aja dahh ^^

  14. Sorry nih numpang comment, Havana cafe look so elegant with that decoration.
    but, ada lapangan parkir buat sepeda motor gak ya ?

  15. Uda visit havana cafe. Suasana bagus. Kt mesen Chicken milanese sandwhich ( breaded chicken sandwhich) , Pollo asada al ajillo, (garlic roasted chicken) , french fries w/ avocado dip, Platano y helado (Baked banana with ice cream), & fried banana. Chicken milanese sandwhich lumayan. Porsinya gede. Pollo asada Bumbunya tidak merata. Ada yg terlalu asin, ada yg plain. Fried banananya berminyak banget!! Sampai ngeri liatnya, rasanya juga tidak ada. Dan platano y helado, banananya cuma dua. Dan seukuran telunjuk saya. -.- hrg 36rb utk dua jari pisang cukup membuat shock. French friesnya fantastic. ๐Ÿ™‚

  16. menurutku kalau tidak senang dengan cara review makanmana net jangan datang dan membacanya,simple aja gak usah marah marah

  17. Aku pasti ke Havana Cafe, dapat info dari Aplaus terus baca” dhe soal Havana Cafe, aku suka sama suasananyaa, mantap banget .. Fantastic !! ๐Ÿ™‚

  18. its perfect i think. suatu krja keras teman lamaku yg patut q puji. dan makanan ny tukh, sprti mggoda.

  19. In my opinion critics itu relative, klo di tanggapi positive ya sifatnya mengajar.. Saya agree dngn review makanmana coz menurut saya taste itu gak bs di sesuaikan dngn selera lidah satu org.. 90% org menganggap food ini hambar tp bisa aja 10% menganggap ini pas/light (orang tua yg trbiasa dngn makanan hambar or whatsoever) ๐Ÿ˜€

    1. Saya setuju dengan anda, di Medan, rata-rata makanan import sudah kurang lebih disesuaikan dengan lidah lokal medan. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena saya sendiri memiliki sebuah cafe kecil juga. Ini pengalaman pribadi saya dan dari sharing2 dengan teman2 yang memilki cafe juga di Medan.

      1. Masa seh di negara Jepang ada “Cabe rawit potong kecap asin” di Sushi Bar nya? Coba minta di Sushi Tei, pasti ada walaupun motto mereka “Authentic Japanese Restaurant” kenapa bisa ada? Yah karena Wassabi “kurang nendang” bagi lidah lokal.

      2. Di Hong Kong, yang namanya Won Ton Mie itu plain banget, hampir ga ada rasa, cuma ada harum kuah daging, dan Won Ton nya pun kurang lebih plain. Tapi di Medan, cobain deh Won Ton Mie alias Mie Pansit, pasti rasanya Asin dan “Nendang” banget.

      3. Kemaren saya baru nyobain di Sun Plaza yang namanya Mexico Food (Saya agak risih kalau liat namanya, mustinya MEXICAN FOOD hahaha) Trus saya pesan “Buritonya” dan menurut saya, lumayan “mirip” Burito. Kenapa? Kalau Burito nya dibuat sesuai Mexican Food asli, niscaya orang Medan ga bakalan suka, mungkin bakalan butuh waktu untuk mendidik orang Medan untuk menyukainya jika itu Authentic seperti halnya Pizza.

      4. Pizza Hut, dan McDonald mempunyai kisah yang hampir mirip menyangkut lidah orang Medan, perlu berapa lama bagi Pizza Hut dan McDonald untuk mulai mengedukasi orang Indonesia untuk memakan roti, keju, daging dan saus tomat sebagai makanan pengganti nasi? McDonald pernah sempat masa tiarap di kota medan, cuma jualan Ice Cream doank, kenapa? karena orang Medan belum siap, tapi sekarang? Yah lumayan lah, walau pun McDonald dan Pizza Hut sama sama harus menjual hidangan Nasi.

      5. Masih banyak lagi contoh2 lain yg mao saya share, Seperti Korean Food, Indian Food, Ayam Goreng Mbok Berek, Ikan Goreng Cianjur, Koki Sunda, dll, dsb tapi takut yg baca jad bosan hahaha

      Apa kesimpulannya?

      Havana, authentic ga? Authentic ato ga itu ga penting sebenarnya (Menurut saya 50-70% authentic, mengingat ga mungkin 100% semua bahan baku Cuban food tersedia di Indonesia apalagi Medan,dan kalau 100% Authentic pun belum tentu lidah lokal bisa menerimanya) jadi ga usah di debat kan keaslian makanannya, yg penting kita sebagai consumer bisa terima atau tidak rasa makanannya.

      Sebagai pemilik cafe kecil di Medan, saya cuma punya satu prinsip “Jangan peduli customer mau komplen keasinan atau ga ada rasa, yang penting beso-beso dia datang lagi.” Soalnya soal rasa itu relatif, yang penting bagaimana kita menyesuaikan.

      1. Excellent! It’s how we do it ๐Ÿ˜€ Penyesuaian cita rasa konsumen.. Seperti crew makanmana, they wrote this review base on what they taste, feel, and see. So don’t blame them ๐Ÿ™‚

        1. Si gendut bilang cafenya udah pernah di review di blog ini, gw aja masi penasaran yang mana haha…

      2. Haalloo2, permisi nanya ya, kalo boleh tau knapa Anda risih dgn namanya??? …”.Kemaren saya baru nyobain di Sun Plaza yang namanya Mexico Food (Saya agak risih kalau liat. namanyaa)”. ..Thanks sebelumnya …^^

  20. hm.. meskipun belum ada kesempatan untuk mencoba gimana sich rasanya masakan asal Cuba.. tapi at least dengan adanya web makanmana.net , posting dan review yang disajikan dalam web ini bisa memberi info2 tempat makan enak ataupun sedang di kota Medan.. Dengan adanya comment yang jujur setidaknya bisa memberi kita masukan. Haha, Setiap kali mo pulang medan gua pasti buka web ini.. Anyway, keep up the good work..

  21. agree with the review. Taste plain. Gk ngerti soal masakan cuban. Apakah memang rasa nya yg plain ato memang tidak cocok dgn lidah kita yg terbiasa dgn rasa yg lbh kuat.

  22. Intinya,, Coment2 yang ada merupakan sebuah masukan yang sangat berharga bagi sebuah management ( Walaupun ada skala prioritas dalam menyelesaikannya ).
    Bagi sebuah usaha yang baru buka, gua cuma mau kasih masukan… INI MEDAN BRO…
    Harus siap mental dalam berbisnis.. Peace…

  23. Agree with Ferdashuang, justru komentar yang jujur dan apa adanya , yang membuat kita2 semua tertarik membaca foodblog ini. mengenai judgement ttg harga, kualitas makanan, suasana dll, itu berdasarkan pengalaman pribadi . dan makanmana.net jg open for public discussion. so, i guess, No pressure !!
    food blog ini ditulis karena passion dan hobby…
    nah, skrg penulisnya jd serbasalah, krn mendapat kritikan pedas.
    will it still be interesting to write , when u have to write only the “right” words?
    and will it still be interesting for us to read?
    in the end, we can’t please everybody. fiuh….

  24. Woww…what a fantastic debate…wkwkwkwk…
    Menurut gw sih makanmana grup sah sah saja memberi koment terhadap makanan,suasana tempat,harga dan servis tempat tsbt ktika mreka berkunjung kesana…
    Justru dgn pertimbangan hal itulah saya bisa melihat kalo resto/cafe tsbt layak ato ngak buad di kunjungi.. Slama ini gw liat review dr makanmana.net slalu sesuai with what I got in fact..makanmana mantapp!!!salut ๐Ÿ™‚
    But anyway am more curious with what she found in toilet… ๐Ÿ˜€
    Can anybody whisper it to me? ๐Ÿ˜€

    1. Ferda, Our review shouldn’t be a sole decision. Saya yakin pengalaman tiap org berbeda, begitu juga cita rasa dan lidah masing-masing. Mgk saja malam itu kami kurang beruntung ataupun resto terlalu sibuk. That’s why we created this blog jadi kita bs berbagi pendapat, pengalaman dan masukan. Mgk saja setelah membaca review ini juga pihak resto sudah berbenah *if they read ๐Ÿ˜› anyway we’d also be delighted if you can share your experience here once you give it a try.

  25. I’ve been there for few times. First time nya sih gw ga nyobain semua makanannya ya. Tapi my first time sih emank turn out to be good. Itu juga mungkin karna gw pesan empanada de pollo sama pollo de plancha yg bisa dibilang rasanya ‘yah… Cukup familiar’. Empanada de pollo yg menurut gw more or less kayak curry puff sama pollo de plancha yg more or less kayak nandos.

    Menurut gw sih, justru havana kafe itu makanannya terlalu familiar di lidah org medan as cuban food, meanwhile, kru makanamana ataupun someone else yg pengen tao the originality of cuban food bakal kecewa sih.

    Dan buat service nya not bad. Cuman knowledge dari waiter nya aja perlu DIIMPROVE! Pas ditanyain ingredients di minumannya jawabnya cuman ‘err errr’ dan worst case, waiter nya ga tau bedanya mashed potatoes dan fried potatoes. Pas dibilangin ini bukan mashed potato mbak, jawabnya ‘kan sama-sama potato mbak’. Uda salah kok nyolot sih!

    Cheers

    1. Setuju sama Annah, Waiternya ditanyain apa apa. Mostly jawabnya “Ga tau, Ga tau… ”
      Kesel abis denger jawaban gitu terus menerus. Emosi langsung naik.

  26. Menurut saya blog makanmana kalo comment soal harga sah2 aja. Soalnya org seperti saya yg kemana2 tanpa bawa cash banyak bisa gawat kalo masuk ke Havana tanpa bawa duit. Dengan baca reviewnya dulu, saya tau kesana bisa makan apa aja.

  27. Ya dah deh mbak Dewi, kritikus itu gak boleh kritik harga ya mas Leo.
    Terserah yang empunya mau patok harga berapa ya, inget ya!
    Kalo rasa gak ‘nendang’ , harap disimpan dalam hati. peace!

    1. Pak Patrick… Anda tidak perlu begitu sinis…
      Ini blog kuliner… alangkah baiknya jika kritikan atas harga disertai dengan ulasan/penjelasan atau perbandingan… jadi lebih netral… lain cerita jika pembaca seperti Anda dan sy yg mengkritik hargany di comment…
      Sy pernah membaca blog kuliner luar negri di mana beliau merasa harga Wine nya terlalu tinggi tapi disertai dengan ulasan… bukan hanya langsung patok “harga terlalu tinggi, pricey” saja…
      N kalau mau teruskan dengan nendang ya monggo… silakan…
      Tapi jika ternyata Makanmana plus Pak Patrick lebih memilih cara pengulasan yg kurang profesional dalam arti terlalu memasukan pendapat pribadi ya go ahead… Peace…

      1. Kalau dari review diatas saya baca, untuk yang lain saya belum berani komen karna saya nggak tau asal muasal bahan makannya..

        Tapi kalau dari yang saya lihat dari foto untuk Flan de Leche, Empanada de Pollo dan Churros — Untuk jenis makanan gitu, boleh dibilang emang harganya kemahalan.

        Just my 2 cents yah. Saya cuman reader dan mencoba memberi komentar, saya nggak ada hubungan apa2 dengan manajemen Makanmana.

      2. First of all, saya ingin klarifikasi bahwa Patrick bukan kru makanmana. Sesuai review kami diatas, Cita rasa dan servis yang kami dapatkan malam itu tidak seimbang dengan harga yang kami bayar. Dan juga sudah kami ulas alasan kenapa hal seperti itu terjadi, karena pressure dari pengunjung yg rame dan kebetulan ada birthday party. Semua review dari makanmana bersifat pribadi ataupun dari pengalaman kami sewaktu review.

    2. Sebenarny boleh dibilang makanmana ini bukan ‘kritikus’, tapi lebih berat ke ‘reviewer’ , mereka hanya memberi penjelasan kepada para reader lokasi makan, apa yang mereka makan, rasa makanannya gimana, dan pelayanan didalam bagaimana…

      Kalau ‘kritikus’ sepertinya nggak terlalu sesuai…

  28. Wow, what an interesting review and debate!
    Well,gw ada rencana berkunjung ke havana besok,tp stlh baca reviewnya,rasanya tidak ada menu yang benar2 di rekomendasikan,dan stlh baca komentarnya, sptnya mbak dewi sangat mengerti cuban cuisine, and since mbak dewi jg bukan ownernya dan belom pernah ke havana, pasti ga tau menu havana, tp krn sudah pernah makan makanan cuba, ada ga menu special dr cuban cuisine? Klo emang ada, plz reply this a.s.a.p supaya besok gw tau mau order apa di havana at least gw bs pilih menu yang mirip dengan yang mbak dewi rekomendasi. Thx b4
    Cheers!

    1. Coba saja test black bean n plaintains nya… setau sy itu ciri khas Cuban Cuisine dengan cara pengolahan yg khas… tapi jika info sy salah ya mohon maaf…
      Sy hanya penggemar wisata kuliner… jd menyarankan secara pribadi saja… n bukan bikin blog kuliner…
      Thanks…

      1. Okay then, mudah2an menu yg direkomendasikan ada di havana,gw jg taunya cuba terkenal dgn bean(dr internet doank), tp krn ga pernah icip2 menu cuba jd ga tau bener apa ga, tp klo liat review makanmana ga ada menu bean yg dicobain ya? Itu krn memang ga ada atau krn ga ditawarin ya? Biasanya klo gw baca review makanmana, gw jd tau apa yg hrs dipesan di t4 mkn yg direkomendasikan
        Thx anyway, let me try and I’ll drop comment after food tasting.
        Cheers!

      2. Sebenarnya menyarankan pribadi dengan bikin blog kuliner nggak jauh beda kok…

        Makanmana terdiri dari sekelompok orang yang juga menyarankan pendapat mereka secara pribadi dan dijelaskan secara tulisan aja untuk memudahkan dibaca oleh khayalak ramai.

  29. Wow… rame… mantap…
    Pertama2 sy sampaikan dulu ya… Sy bukan pemilik n tidak ada hubungan apapun dgn Havana Cafe… terus terang sy bahkan belum pernah mengunjunginya… jadi jangan salah paham…
    Saya bukan mau menjelekan siapapun… ataupun membela pihak tertentu…
    hanya memberikan masukan pada makanmana agar lebih netral… jangan hanya mengandalkan “cocok dengan lidah kami… rasa cukup nendang…”
    tidak semua kuliner rasanya spicy n cukup nendang… mis… rasa bubur chinese lebih light dibanding dengan bubur Indonesia khas Jakarta… apakah lalu bubur chinese kurang nendang n tidak cocok dgn lidah ???
    tapi bila pendapat saya tidak bisa diterima oleh para penggemar makanmana ya apa boleh buat…
    saya hanya mencoba berbagi pengalaman saja… saya pernah beberapa kali mencoba cuban cuisine… memang pada dasarnya citarasa mereka lebih light… apalagi u/ orang Indonesia yg terbiasa dengan bumbu2 yg kuat…
    atau mungkin Anda2 bisa cek di sini http://www.education.miami.edu/ep/littlehavana/Cuban_Food/Cuban_Cuisine/cuban_cuisine.html
    “Most of the food is sauteed or slow-cooked over a low flame. Very little is deep-fried and there are no heavy or creamy sauces. Most Cuban cooking relies on a few basic spices, such as garlic, cumin, oregano, and bay laurel leaves. Many dishes use a sofrito as their basis. The sofrito consists of onion, green pepper, garlic, oregano, and ground pepper quick-fried in olive oil. The sofrito is what gives the food its flavor.”
    Okie deh… klo kata2 saya menyinggung para fans makanmana sih sorry deh…
    Thanks semua…

    1. “terus terang sy bahkan belum pernah mengunjunginyaโ€ฆ jadi jangan salah pahamโ€ฆ”

      so, how could you simply criticize our review for something you haven’t even tried yet?

      1. sepertinya pendapat sy di atas tidak dikhususkan u/ Havana saja ya… tapi mengenai ulasan Anda sebagai blog kuliner secara umum.
        Tapi sepertinya Anda & Bapak Patrick tidak bisa menerima kritikan… karena kritikan selalu ditanggapi secara sinis… terutama oleh Bapak Patrick…
        Jadi kesimpulannya hanya pendukung Anda saja yang boleh memberikan comment n diterima dengan baik… tanggapan atas kritikan ditanggapi secara negatif…
        Mengerti deh…
        Maaf deh kalau begitu…

  30. sepertinya tidak ada yang salah dengan sedikit mengkritik soal rasa dan harga, soal bumbu dan bahan yang harus didatangkan dari luar seh saya kurang tahu, tapi sebagai sesama negara tropis harusnya tidak semua bahan didatangkan dari luar.
    *kali aja pisangnya dari kuba langsung ya :p

    Atau mungkin mbak Dewi ini salah satu pemilik dari resto tersebut sehingga agak kurang suka dikritik. No offense!!

    1. Tu Patrick…
      Makanmana merupakan blog kuliner bukan kritikus harga kan… boleh saja memberikan info tentang harga… sebaiknya informatif tapi tidak mengkritik di luar konteks kuliner… ini menurut saya ya… soalnya masalah harga itu relatif…
      Masalah bumbu atau bahan masakan… fyi… banyak resto atau cafe atau bakery yg lebih memilih mendatangkan bahan dari luar u/ menjaga kestabilan rasa… memang tidak semua bumbu ya… tapi ada bumbu or bahan yg memang perlu didatangkan dari luar… Cek saja ke Tony Romas, mereka mendatangkan ribs dari luar padahal ribs lokal tidak kalah banyaknya… mengapa ? stabilitas rasa n mutu pak…

      Meminjam istilah Anda…
      Atau mungkin mas Patrick ini salah satu crew Makanmana.net sehingga agak kurang suka dikritik. No offense!!

      sekali lagi…
      jika memang pendapat saya tidak diterima ya sudah… tapi sebagai blog u/ umum cobalah terima segala kritikan dengan lapang dada… selama kritikan membangun n bukan menghina…
      jangan setiap kali ada kritikan lalu dianggap : oh si anu pasti pemiliknya jadi tidak terima kritikan… atau mungkin managementnya sehingga merasa tidak suka dikritik…
      terima kasih…

  31. Hai ikutan komen ya disini ๐Ÿ™‚ saya salah satu dari mungkin sekian banyak orang yg follow all reviews from makanmana.net dan kalau saya lagi bingung makan dimana saya ambil referensi dari sini =)
    Menurut saya, review makanmana tentang havana ga ada yg menjelek-jelekkan kok and it’s pure from their experience. Jadi ya mungkin aja komen-komen negatif dari makanmana yg diprotes oleh beberapa orang krn menurut mereka gak sesuai dengan apa yg mereka alami waktu makan disana bisa jadi krn kebetulan waktu crew makanmana kesana waiternya lagi sibuk krn hecticnya suasana waktu itu atau kebetulan juga rasa makanannya lagi not good. Saya sendiri meskipun belum mencoba tetap akan datang kesana karena penasaran sih jadi gak ngaruh juga meskipun ada komen negatif dari review makanmana tentang havana. Open your mind guys, kenapa harus marah sih karena komen negatif? They’re not just write the negatives, right? ๐Ÿ™‚

  32. Hello all, saya adalah salah satu dari belasan orang (bahkan mungkin 20an orang) yang mengikuti rombongan makanmana.net yang review malam itu. And here’s my input.

    First of all, saya yakin admin nulisnya tidak berdasarkan lidah sendiri tapi kesimpulan dari lidah belasan orang yg join review malam itu. Second of all, suasana malam itu rame karena ada birthday party di sana, so untuk ‘dapur’ dan ‘staff’ yang BARU di urusan servis, saya percaya sajian malam itu masih bisa lebih baik lagi.

    I personally was thrilled by the fact that this is the first ever CUBAN culinary in Medan. Totally salute the owner yang udah jadi perintis. Like the ambience, like the graphic applied on the menu and posters, but totally disappointed sama pelayanan dan product knowledge pelayannya (however, managernya ramah dan setelah tahu rombongan kami dari foodblogger beliau melayani tanya jawab kami dengan baik). Melihat kapasitas si manager, harusnya review ini bisa menjadi masukan yang bagus untuk perbaikan kualitas in the future kan…

    Nah soal taste, personally I EXPECT much more. Mungkin karena konteks 1st CUBAN itu tadi. Penyajian pisang sebagai side dish saya rasa cukup authentic, tapi secara overall, dengan varian menu yg hampir semua kami pesan karena penasaran, overall rasanya agak flat.. no, not light, it’s flat. No harm feeling, but it’s not special enough. Saya percaya manajemen berani bawa CUBAN culinary ke Medan pasti karena ada sesuatu yang menarik dari citarasanya, whatever it is, I still dunt ‘get’ it… Harga (in my humble opinon) tidak mencerminkan PORSI, FOOD STYLING, atau PELAYANANNYA, well.. paling ngk kalau salah satunya dominan, we don’t mind paying a lil bit more for the experience.

    In the end, kalo nanya apakah saya akan kembali? Penasaran dengan citarasa authentuc Cuba yang masih belum kucicipi, YES, definitely will do. Untuk keberanian dan jiwa besar sang pemilik yang sudah memperkaya industri kuliner di Medan, tentu saja ada kesempatan kedua. Hahaha… *lebay*

    Totally my personal opinon. Cheers. *wink

  33. Konsepnya menarik dan interior terkesan mewah banget, unik banget ada Cuban Cuisine hadir di Medan. Mungkin soal rasa masih belum bisa diterima setiap orang, karena masih terlalu langka untuk lidah orang sini.

    Setiap negara pasti ada ciri khas makanannya dan tidak semua negara bisa menerima makanan khas dari negara lain.

    Mungkin dikemudian hari, seiring waktu, penikmat kuliner Medan sudah bisa terbiasa dengan makanan Kuba ini..

    Anyway, saya tidak melihat ada komen dari MM yang menyudutkan pihak manapun, karena dari pertama kali saya membaca artikel MM, saya merasa artikel MM cuman polos, jujur dan objektif. DIbanding dengan blog kuliner lain yang bersifat bayaran yang lebih banyak memberikan fake information.

    Perlu dicatat kalimat ini, “Overall the foods taste light, maybe itโ€™s cubanโ€™s cuisineโ€™s characteristic and we have no clue how it should taste like, but they werenโ€™t impressive to our taste bud.”

    Anyway, ini adalah forum terbuka, kepada para reader saling memberi pro dan kontra adalah wajar. Kepada owner restoran harap bisa lebih berbesar hati utk menerima segala kritikan, karena jika masih ada yang mengkritik, berarti masih ada yang peduli dan berharap dikemudian hari dapat dikoreksi demi kemajuan usaha nya…

    1. “Mungkin soal rasa masih belum bisa diterima setiap orang, karena masih terlalu langka untuk lidah orang sini.” ->>>> Menurut saya, justru sajian mereka terlalu ‘familiar’ dengan lidah orang Indo (misalnya: roasted Dori dengan nasi putih) jadi rasanya kurang special… A bit playing safe malahan, supaya bisa diterima lokal ya mungkin… I wish manajemen Havana bermain lebih ‘extreme’ lagi soal kreasi menu maupun food stylingnya… Nanggung sih Cuban experience-nya… ๐Ÿ˜‰

      1. Oh ya? Maaf saya kira makanan yang disajikan itu unik, seperti yang saya baca pada beberapa komentar member. Soalnya saya sendiri belum pernah mencobanya ๐Ÿ™‚

        1. Dessertnya cukup unik, seperti churros… ๐Ÿ™‚ Sebenarnya yg saya maksud dengan ‘familiar’ tadi lebih ke citarasa dan presentasinya sih… I don’t know… I was expecting something different, something that totally gives us an authentic Cuban dining experience… Something like… the ‘Castro No-smoking poster on the wall, but in the dishes. ;p

  34. woa. makin rame disini. menurut gw sesama foodlovers, dan pengamat dari jauh culinary di medan.

    segala sesuatu selalu ada pro dan kontra. dan menurutku disini review dari makanmana.net bagus & independen, mereka membahas dari segala aspek. tetapi mungkin terselip hal2 yang bersifat negative, dan secara tidak langsung menjelekan image Havana Cafe dimata calon pelanggan. tetapi yang harus dilihat juga adalah sisi positifnya, Makanmana.net mempromosikan konsep cuban which i think it’s very rare @ Medan , we do see korean,indonesian ,japanese, mexico,etc.

    sisi2 positif dari Havana cafe juga, seperti Cuban Culinary, range price , interior, eksterior, itu adalah key point in selling juga di tonjolkan dan dibahas kan? .

    sebagai pengamat yang independen , semuanya harus dibahas, baik positif maupun negative ,untuk Havana sendiri ini akan menjadi suatu kritikan yang membangun,Havana dapat memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan performance selling point, ni baru mantap.

    seperti salah satu executive chef yang gw kenal , ketika Makanmana.net membahas Resto nya yang baru saja buka, dengan beberapa komentar yang mungkin dinilai sebagian orang bersifat negative. dia malah menganggap komentar itu sebagai komentar yang membangun, dan langsung melakukan perbaikan , seperti merancang ulang menu2 yang dianggap overprice, not delicious,small portions, bad ingredients. dan sekarang jumlah salesnya meningkat lhooo. hehehe

    inti nya tanggapi lah semua kritikan dengan positive. just my 5 cents. diterima syukur, dak diterima syukur juga. hehehehe.

    CIAO . ada baikny . case closed deh. biar makin tak enak ujungnya :malu: :Peace:

  35. Sorry ya… no hard feeling ya…
    menurut sy klo Anda mau menjadi “kritikus makanan”… seharusny makanmana harus lebih terbuka untuk mencoba n menerima segala jenis rasa masakan sesuai dgn daerah asalnya… jangan hanya memakai patokan lidah n kebiasaan asal sendiri…
    kalau semua makanan harus selalu “nendang” meminjam istilah makanmana… yah makan saja masakan minang or masakan mexico or india yg baik bumbu maupun rasanya selalu berat n nendang…
    setahu saya Cuban Cuisine memang lebih light rasanya… terus terang sy setuju dgn komentar Margareth, cafe-cafe di Medan rasanya identik satu sama lain… saling ikut2an… dan selalu coba disesuaikan dgn lidah lokal sehingga rasa masakan tidak lagi mewakili daerah asalnya sehingga hilang ciri khasnya…
    n terakhir masalah harga… memang relatif mahal, tapi harus juga ditilik kembali… ini cafe, harga cafe memang relatif lebih mahal drpd warkop… di samping dekorasi n interior ruangan yg juga memakan modal… begitu juga dgn bahan n bumbu yg mungkin harus didatangkan dari luar…
    thanks…

    1. Hi Dewi. First of all kita mau ucapin terimakasih karena pembaca seperti Dewi yang benar-benar memperhatikan kualitas makanan sekaligus kualitas review dari kami. Input dari Dewi tentu akan kami perhatikan dalam sesi review kedepannya.

      However, soal taste dari makanan Cuba, we did some research and ask around other food blogger too and here’s what we got. Kuba adalah negara tropis yang memiliki banyak pengaruh (dalam soal pengolahan makanan) dari negara-negara Spanyol, Afrika dan Karibia. Selain itu makanan khas Kuba banyak dipengaruhi oleh rempah-rempah khas negara tropis selain buah-buahan dan umbi-umbian yang banyak dipakai untuk masakan. *A small but noteworthy Chinese influence can also be accounted for, mainly in the Havana area, capital of Cuba (wikipedia).

      Dengan begitu banyaknya influence dan resep hasil kolonialisasi dan trading selama ratusan tahun, kami berkesimpulan bahwa masakan khas Kuba should be bold, full of flavor and use a lot of fresh ingredients.

      Sekali lagi bagaimanapun kami akan berusaha untuk lebih terbuka soal masakan khas dari berbagai daerah dan negara, and sure will do more research before write any articles. Sukses buat Havana Kafe, semoga ada peningkatan dalam berbagai bidang, we will definitely come visit again. And thanks buat Dewi, dukung terus makanmana.net yah ๐Ÿ˜€

  36. Masa sih….. waktu kita ke Havana Kafe sangat terkesan dgn suasana dan service yg sangat memuaskan. Makanannya emang agak terkesan asing di lidah, tp beda sm kafe2 lain . Yang senang ikut2an dgn tren. Kalau Hanvana beda…..jempol deh ,Buat keberanian meramaikan suasana kuliner di Medan.Kok comen nya gitu banget sih? Apa ada unsur persaingan bisnis nih? Maju trus Havana Kafe….

    1. Margareth, review makanmana objektif, independen dan kami tidak dibayar, jadi ga ada asumsi unsur persaingan bisnis disini, kami hanya menulis pengalaman yang kami dapatkan selama kunjungan di Havana.

  37. gile komennya… mahal.. lagi rasanya kurang.. nasi putih dgn spotong ayam 60an rb… hmmmm.. skip dolo deh..

  38. Thx for sharing,just know there’s cuban resto @our hometown ๐Ÿ™‚ btw dimana tuh sei bingei,daerah mana?

    1. Dari Iskandar muda, nampak klinik Erha, belok kanan, nanti dapat simpang 4, belok kanan lagi. Cafe ini terletak pas di belakang Profesional Bridal Studio.

        1. Sorry Arifin, untuk info prewed sebaiknya lgsg berhubungan dengan pihak resto yah ๐Ÿ™‚

    2. iya nih, dimana yah havana kafe? pernh diajak sama teman kesana tapi sama” tidak tau tempatnya. hehehe
      info donk please, dimana dan dekat mana posisi pastinya.. biar gak kesasar ntarnya.
      biar bisa try suasana di cafe havana ini,.
      thankyouu.

      1. Medan plaza tau kan? How bout Kalasan? Dari Jalan Iskandar muda, perhatikan bagian kanan, nanti nampak klinik Erha, terus ada jalan kecil, belok kanan, terus dapat simpang 4 pertama, belok kanan lagi. Cafe ini terletak pas di belakang Profesional Bridal Studio. Nanti juga dibantu papan nama koq jadi ga bingung. Kalo masi bingung juga yah coba tanya orang sekitaran aja deh. I guess our photos are clear enough to give you a hint how the resto looks like.

        1. papan nama apaan

          cuman 1 aja papan namanya yang sukses membuat saya ngitar2 sambil tanya tukang parkir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s