Nasi Goreng Wak Ribut

nasi goreng wak ribut

Orang Medan kalo nyari nasi goreng rata-rata menyebut daerah Jalan Pandu dan jalan Pekantan sebagai pusatnya. Bagaimana tidak… 3 gerai yang walaupun saling bersaing ketat selalu sibuk dan punya pelanggan masing-masing, dan selalu saja ramai. Nah, kalo warung wak ribut ini, lokasinya boleh dibilang malah tidak terlalu dekat dengan areal tersebut. Selama beberapa tahun terakhir ini gerai wak ribut tampaknya juga telah mempunyai pelanggan sejatinya.

rumah makan wak ribut

Pertama, lokasi wak ribut ini jelas tidak strategis. Berada di jalan Multatuli, warung ini bisa ditemukan apabila anda masuk dari sebuah jalan kecil yang berada tepat di seberang RSIA Stella Maris. Jalanan kecil ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan yang hendak makan di warung tersebut, sehingga kerap menimbulkan kemacetan dan suara klakson tiada hentinya, jadi apa ini yg menyebabkan warung ini namanya wak ribut yah?

sate kerang wak ribut

Tak jarang pengunjung yang lebih memilih take-away karena tempat makan yang kurang memadai. Apabila anda memilih untuk makan di tempat, congrats… sate kerang menjadi appetizer anda. Dan tergantung keramaian, kadang anda harus menunggu beberapa saat karena nasi goreng dimasak dalam porsi satu baskom. Biasanya 1 cycle memakan waktu 1 jam dan cukup untuk mengisi perut 50 orang.

nasi goreng wak ribut sebaskom

Anda bisa memilih topping nasi goreng berupa daging ayam atau sapi semur. By default telurnya dadar, tetapi anda boleh juga request telur mata sapi. Soal cita rasa, nasi goreng wak ribut ini tidak konsisten; kadang enak, kadang hambar, kadang berminyak, kadang terlalu kering, kadang rasa kecapnya dominan banget. Walau begitu, boleh deh dicoba nasi goreng murah ini (dibawah 15 ribu)…Tambo!

22 thoughts on “Nasi Goreng Wak Ribut

  1. resiko masak porsi besar rasa pun jadi gak konsisten, tergantung “mood” si pembuat dan “hoki” pembelinya… padahal bsa khan dibuat takaran nya? jadi gak perlu lg pake jurus kira-kira…

  2. nasgor surya dan yg di jalan kecil samping novotel ( katanya ngetop ) menurut saya rasanya bland sih… pas makan disana sy tambahin kecap manis baru ada rasa…

    heran koq bisa ruame kayak gitu….

  3. Nasi goreng si Jalan S. Parman depan toko Athena (samping eks resto Hanamasa) pernah diberi review gak, Min? Rame dan enak juga menurutku.

    1. Nasi goreng Surya yah.. beberapa kali kesana rasanya sedikit mengecewakan sih. On the other hand, tempatnya gelap banget, susah buat moto :p

    1. belum bro, kamera masuk ICU, lagian ini wak ribut karena kita ga kenyang dari harbour9, komdak in the list bro.. sabar ya hehehe…

  4. Kalo makan sini, wajib pesan yg sepasang, dadar 1 en mata sapi-nya 1, hahaha..kalo soal rasa ma pas jg, variasi la kalo mkn trus yg pekantan bosan jg..kalo yg dipandu emoh deh, gak sreg kali pun.

      1. Yg dipandu tuh kan yg kalo lewat aja byk kali yg ngajak parkiran tuh, pernah coba bbrp stand yg disana, rata2 kurang rasanya..tetap enakan pekantan ataupun wak ribut lo

      2. Kalo Nasi Goreng lebih suka yang di depan Sekolah Panca Budi jl. Gatot Subroto Sebelum Lampu Merah Tomang Elok…..Rame banget…..yang masak orang India Jawa….. cuma ya MSG ttp banyak…..Haus….

    1. Iya seperti yg saya bilang, wak ribut ini ga konsisten rasanya, kadang enak banget… tapi sejauh ini alternatif lain ialah di seberang Ace Hardware Juanda, itu lumayan enak juga nasi gorengnya dan lebih murah.

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s