tips bisnis kuliner

Setelah sekian tahun blogging dan berada di dunia industri kuliner, kru Makanmana akhirnya ketemu Bocah Gendut (inisial), salah satu pelaku bisnis kuliner yang sudah cukup lama exist di kota Medan (20 tahun lebih).

Dari hasil percakapan kami, intinya kami berbagi pandangan yang sama mengenai tren cafe yang merajalela di Medan akhir-akhir ini. Dari percakapan itu, kami juga ingin berbagi kepada pembaca semua tentang pengalaman dan suka duka dalam berbisnis kuliner, yang mana harapan kami supaya dapat menjadi eye-opener karena sebagai konsumen selama ini semudah membalik telapak tangan dalam memberikan kritikan tanpa pemahaman lebih dalam mengenai kondisi didalam resto/cafe tersebut. Are you one of them?

Artikel ini agak panjang, tapi poin-poin di bawah ini kami percaya bisa memberikan sedikit gambaran tentang dunia kuliner di Kota Medan bagi teman-teman yang berminat untuk terjun ke dunia kuliner atau sekedar tukang makan.

Disclaimer dulu sebelumnya, kami bukan pakar, dan ini cuma pengalaman pribadi dan hasil berbagi pendapat aja. Jadi silahkan dibaca, kalau suka syukurlah, kalo ga yah everybody has different experience dan point of view. Let’s start…

customer ulam

1. Tidak ada tempat makan yang ga pernah dikomplen. Jangan pernah takut dikomplen ama customer, pasti selalu ada yang komplen tentang makanan kita, pelayanan kita, dan lain sebagainya. Tapi jangan berkecil hati, yang paling penting ialah masih ada orang yang datang kembali ke tempat kita.

IG foodie

2. Ini Medan bung! Semua orang Medan adalah “Pakar Kuliner”. Jadi jangan pernah percaya penuh dengan penilaian customer, percayalah pada diri anda sendiri, karena anda lebih tahu bagaimana seharusnya rasa masakan anda sendiri. Masakan itu seperti seni, Leonardo da Vinci juga tidak pernah ikut pendapat orang waktu melukis Monalisa.

daftar-menu-food-print-cafe

3. Buatlah menu pilihan makanan anda sesederhana mungkin. Pastikan kamu punya minimal satu makanan andalan di menu, yang lain daripada yang lain. Kalau anda punya makanan andalan, anda tidak perlu bergantung kepada diskon dan promo. Orang pasti akan tetap datang lagi.

4. This one may sound controversial, but do not give discount. Jangan pernah memberi diskon makanan anda. Jujur saja dengan harga anda, dan jangan pernah diskon.

Diskon itu berarti anda menilai murah makanan anda sendiri. Sewaktu anda tidak memberi diskon lagi, customer tidak akan mau membayar lebih. Mereka sudah tau harga sebenarnya makanan anda, jadi untuk apa bayar lebih?

Brew Bites Medan exterior

Brew & Bites tutup, tetapi nilai propertynya terus naik

 

5. Bisnis Kuliner mirip dengan Bisnis Property, Lokasi sangat menentukan. Kecuali anda mempunyai makanan andalan seperti Point 3, maka lokasi bisa menjadi kurang penting. Lokasi yang kurang strategis, bisa juga dibantu dengan harga murah, ketika makanan anda biasa-biasa saja.

6. Menentukan harga jual itu susah-susah gampang. Tidak boleh kemahalan, namun tidak boleh juga terlalu murah karena unexpected cost bisa saja terjadi kapanpun. Tapi ketika anda memiliki lokasi yang sangat strategis, tapi makanan anda biasa saja dengan harga yang tinggi, PASTIKANLAH anda memiliki atmosphere/suasana rumah makan yang luar biasa bagusnya, ditunjang dengan pelayanan berkelas.

messy kitchen

7. Memulai bisnis kuliner itu MUDAH, terutama bagi yang memiliki modal besar. Itulah sebabnya banyak orang yang tergoda untuk masuk ke dunia kuliner. Biasanya orang melihatnya dari luar permukaan, atau dari drama televisi. Tapi anda harus tahu, bahwa dunia kuliner tidak seperti itu, it is one messy business.

Jika anda mengira bisnis kuliner itu manis seperti di drama televisi, anda sebaiknya berpikir kembali. Karena anda harus berhadapan dengan para “Pakar Kuliner” sok tahu *termasuk kami*, anda harus tahu menjaga dapur, mengawasi pembelian stok, mengawasi kasir, dan yang paling memakan tenaga dan pikiran adalah mengawasi Sumber Daya Manusia.

karyawan ayam tangkap

8. Ada istilah dalam bahasa Inggris “If you pay peanuts, you get monkeys” Jangan berharap anda mendapatkan SDM berkualitas tinggi dengan upah yang rendah. Nah, buat yang suka komplen juga, ketahuilah bahwa pelayan resto di Medan jarang ada yang tamat SMA, apalagi kuliah.

Untuk hidup aja udah terbatas apalagi menginjakkan kaki di cafe. Jadi wajar aja kalau mereka butuh waktu menyesuaikan servis di cafe atau resto. Be a little more tolerant.

shihlin center point

9. Jangan pernah membeli restauran waralaba jika anda harus berada di tempat setiap waktu. Bisnis waralaba adalah bisnis investasi, atau bisnis pameran. Jika anda membeli waralaba tapi anda harus tetap berada disana setiap saat, JANGAN DIBELI! Karena anda hanya bekerja untuk membayar biaya waralaba setiap bulannya. Perusahaan Waralaba jadi boss anda, dan anda bekerja untuk mereka. Lebih baik berusaha sendiri.

rumah makan bu sri polonia

10. Medan memiliki daya beli yang terbatas, namun bukan berarti tidak ada. Anda harus mencarinya di tempat yang benar. Daya beli terbesar berada di kelas EKONOMI MENENGAH KE BAWAH. Pembeli di kelas itu, jarang minta diskon, dan mereka bisa makan seperti besok akan kiamat, karena mereka kurang memperhatikan masalah penampilan badan dan kesehatan.

Namun jika anda tujuannya untuk gengsi dan pengakuan umum, silahkan membuka cafe/restaurant semewah-mewahnya. Kami yakin, tipe bisnis kuliner ini bukanlah bisnis utama anda.

Harbour 9 interior

11. Jika tujuan anda adalah mencari uang, maka lebih baik anda membuka rumah makan sederhana dengan harga terjangkau dari pada membuka cafe/restaurant mewah. Karena cafe/restaurant mewah hanyalah hiasan belaka.

Orang kelas Ekonomi ke Atas, makannya sedikit karena harus jaga penampilan. Mereka sangat cerewet mengenai apa yang mereka makan karena alasan kesehatan.

Dan mereka bisa duduk berjam-jam dengan segelas dan dua gelas kopi atau teh, namun mereka akan komplen mengenai segala hal.

ationg penang horfan

12. Jika anda baru mulai terjun ke bisnis kuliner, maka kegigihan dan semangat sangatlah penting. Jangan patah semangat, jika tempat makan anda sepi, walaupun makanan anda enak, murah, dan pelayanan anda bagus. It takes time to see result, sama seperti blog ini *loh apa hubungannya?*.

Medan sangat bergantung kepada iklan mulut ke mulut *dan juga makanmana.net*. Jika anda melihat ada customer yang datang lagi kedua atau bahkan ketiga kalinya, berarti anda sudah di jalan yang benar.

13. Kebalikan dari point 12. Lidah tidak bisa berbohong. Jika makanan anda tidak enak, maka iklan mulut ke mulut itu juga yang akan membunuh bisnis anda.

Jika makanan anda tidak enak, teman dan saudara hanya akan ke tempat anda cukup sekali saja, itu pun karena sungkan kepada anda, bukan karena makanan anda.

14. Jangan lata, atau ikut-ikutan membuka tempat makan. Paksakan diri anda untuk kreatif. Jika menu makanan anda 70% sama dengan mayoritas tempat makan sekelas, maka anda akan memiliki kompetisi yang keras. JAUHI KOMPETISI, ciptakan produk anda lain daripada yang lain.

fettucine-dan-nasi-ayam

15. Many people can cook well, but to sell it, it is different matter. Jangan mengira bisa masak enak saja sudah aman, tapi terkadang anda harus tau cara agar bisa menjualnya. Maka itu dibutuhkanlah strategi marketing dan iklan agar orang tau anda exist. #endorseWelcome

16. There is no such thing as auto pilot in culinary business. Bisnis kuliner tidak mungkin bisa berjalan dengan sendirinya tanpa pengawasan dari pemilik. Jangan mimpi kalau anda bisa bergantung kepada pekerja anda untuk menjalankan dan menjual makanan anda.

Jadi jangan sesekali pun mengatakan “Saya buka restauran ini cuma buat main-main hobi saja.” Bisnis kuliner bukan untuk main-main, kecuali modal anda berlebih, tidak tahu mau buat apa.

ala carte darnia interior panorama

17. THIS IS THE MOST IMPORTANT POINT. Walau di point yang terakhir, namun inilah yang paling penting. JANGAN PERNAH SEWA TEMPAT RESTAURANT ANDA. Lebih baik anda meng-KPR tempat itu daripada sewa. Bisnis kuliner dan bisnis property sebenarnya sangat sejalan. Jika anda menyewa tempat anda, maka tiap bulan keuntungan anda dibagikan ke pemilik tempat. Namun jika anda meng-KPR, minimal walau net profit anda sedikit, tapi anda memiliki sebuah properti sebagai aset yang bertumbuh.

Jika tempat anda itu tidak bisa di-KPR, cari tempat lain yang bisa. jika ini bukan bisnis waralaba untuk pamer dan gengsi maka JANGAN membuka rumah makan anda di Mall, karena: lihat point 9. Jadi jika projected profit and cost anda tidak sanggup untuk menutup cicilan KPR anda, maka JANGAN MULAI.

Sekian hasil 2 gelas kopi dan ngawur beberapa jam dengan Bocah Gendut ditutup dengan perdebatan apakah poin 11 itu perlu ditulis *karena kami salah satunya hehehe…

Are you business owner who has something to share atau penikmat kuliner yang punya masukan juga? Feel free to jump into comment 🙂