Makanmana’s Tips Bisnis Kuliner di Medan

tips bisnis kuliner

Setelah sekian tahun blogging dan berada di dunia industri kuliner, kru Makanmana akhirnya ketemu Bocah Gendut (inisial), salah satu pelaku bisnis kuliner yang sudah cukup lama exist di kota Medan (20 tahun lebih).

Dari hasil percakapan kami, intinya kami berbagi pandangan yang sama mengenai tren cafe yang merajalela di Medan akhir-akhir ini. Dari percakapan itu, kami juga ingin berbagi kepada pembaca semua tentang pengalaman dan suka duka dalam berbisnis kuliner, yang mana harapan kami supaya dapat menjadi eye-opener karena sebagai konsumen selama ini semudah membalik telapak tangan dalam memberikan kritikan tanpa pemahaman lebih dalam mengenai kondisi didalam resto/cafe tersebut. Are you one of them?

Artikel ini agak panjang, tapi poin-poin di bawah ini kami percaya bisa memberikan sedikit gambaran tentang dunia kuliner di Kota Medan bagi teman-teman yang berminat untuk terjun ke dunia kuliner atau sekedar tukang makan.

Disclaimer dulu sebelumnya, kami bukan pakar, dan ini cuma pengalaman pribadi dan hasil berbagi pendapat aja. Jadi silahkan dibaca, kalau suka syukurlah, kalo ga yah everybody has different experience dan point of view. Let’s start…

customer ulam

1. Tidak ada tempat makan yang ga pernah dikomplen. Jangan pernah takut dikomplen ama customer, pasti selalu ada yang komplen tentang makanan kita, pelayanan kita, dan lain sebagainya. Tapi jangan berkecil hati, yang paling penting ialah masih ada orang yang datang kembali ke tempat kita.

IG foodie

2. Ini Medan bung! Semua orang Medan adalah “Pakar Kuliner”. Jadi jangan pernah percaya penuh dengan penilaian customer, percayalah pada diri anda sendiri, karena anda lebih tahu bagaimana seharusnya rasa masakan anda sendiri. Masakan itu seperti seni, Leonardo da Vinci juga tidak pernah ikut pendapat orang waktu melukis Monalisa.

daftar-menu-food-print-cafe

3. Buatlah menu pilihan makanan anda sesederhana mungkin. Pastikan kamu punya minimal satu makanan andalan di menu, yang lain daripada yang lain. Kalau anda punya makanan andalan, anda tidak perlu bergantung kepada diskon dan promo. Orang pasti akan tetap datang lagi.

4. This one may sound controversial, but do not give discount. Jangan pernah memberi diskon makanan anda. Jujur saja dengan harga anda, dan jangan pernah diskon.

Diskon itu berarti anda menilai murah makanan anda sendiri. Sewaktu anda tidak memberi diskon lagi, customer tidak akan mau membayar lebih. Mereka sudah tau harga sebenarnya makanan anda, jadi untuk apa bayar lebih?

Brew Bites Medan exterior
Brew & Bites tutup, tetapi nilai propertynya terus naik

 

5. Bisnis Kuliner mirip dengan Bisnis Property, Lokasi sangat menentukan. Kecuali anda mempunyai makanan andalan seperti Point 3, maka lokasi bisa menjadi kurang penting. Lokasi yang kurang strategis, bisa juga dibantu dengan harga murah, ketika makanan anda biasa-biasa saja.

6. Menentukan harga jual itu susah-susah gampang. Tidak boleh kemahalan, namun tidak boleh juga terlalu murah karena unexpected cost bisa saja terjadi kapanpun. Tapi ketika anda memiliki lokasi yang sangat strategis, tapi makanan anda biasa saja dengan harga yang tinggi, PASTIKANLAH anda memiliki atmosphere/suasana rumah makan yang luar biasa bagusnya, ditunjang dengan pelayanan berkelas.

messy kitchen

7. Memulai bisnis kuliner itu MUDAH, terutama bagi yang memiliki modal besar. Itulah sebabnya banyak orang yang tergoda untuk masuk ke dunia kuliner. Biasanya orang melihatnya dari luar permukaan, atau dari drama televisi. Tapi anda harus tahu, bahwa dunia kuliner tidak seperti itu, it is one messy business.

Jika anda mengira bisnis kuliner itu manis seperti di drama televisi, anda sebaiknya berpikir kembali. Karena anda harus berhadapan dengan para “Pakar Kuliner” sok tahu *termasuk kami*, anda harus tahu menjaga dapur, mengawasi pembelian stok, mengawasi kasir, dan yang paling memakan tenaga dan pikiran adalah mengawasi Sumber Daya Manusia.

karyawan ayam tangkap

8. Ada istilah dalam bahasa Inggris “If you pay peanuts, you get monkeys” Jangan berharap anda mendapatkan SDM berkualitas tinggi dengan upah yang rendah. Nah, buat yang suka komplen juga, ketahuilah bahwa pelayan resto di Medan jarang ada yang tamat SMA, apalagi kuliah.

Untuk hidup aja udah terbatas apalagi menginjakkan kaki di cafe. Jadi wajar aja kalau mereka butuh waktu menyesuaikan servis di cafe atau resto. Be a little more tolerant.

shihlin center point

9. Jangan pernah membeli restauran waralaba jika anda harus berada di tempat setiap waktu. Bisnis waralaba adalah bisnis investasi, atau bisnis pameran. Jika anda membeli waralaba tapi anda harus tetap berada disana setiap saat, JANGAN DIBELI! Karena anda hanya bekerja untuk membayar biaya waralaba setiap bulannya. Perusahaan Waralaba jadi boss anda, dan anda bekerja untuk mereka. Lebih baik berusaha sendiri.

rumah makan bu sri polonia

10. Medan memiliki daya beli yang terbatas, namun bukan berarti tidak ada. Anda harus mencarinya di tempat yang benar. Daya beli terbesar berada di kelas EKONOMI MENENGAH KE BAWAH. Pembeli di kelas itu, jarang minta diskon, dan mereka bisa makan seperti besok akan kiamat, karena mereka kurang memperhatikan masalah penampilan badan dan kesehatan.

Namun jika anda tujuannya untuk gengsi dan pengakuan umum, silahkan membuka cafe/restaurant semewah-mewahnya. Kami yakin, tipe bisnis kuliner ini bukanlah bisnis utama anda.

Harbour 9 interior

11. Jika tujuan anda adalah mencari uang, maka lebih baik anda membuka rumah makan sederhana dengan harga terjangkau dari pada membuka cafe/restaurant mewah. Karena cafe/restaurant mewah hanyalah hiasan belaka.

Orang kelas Ekonomi ke Atas, makannya sedikit karena harus jaga penampilan. Mereka sangat cerewet mengenai apa yang mereka makan karena alasan kesehatan.

Dan mereka bisa duduk berjam-jam dengan segelas dan dua gelas kopi atau teh, namun mereka akan komplen mengenai segala hal.

ationg penang horfan

12. Jika anda baru mulai terjun ke bisnis kuliner, maka kegigihan dan semangat sangatlah penting. Jangan patah semangat, jika tempat makan anda sepi, walaupun makanan anda enak, murah, dan pelayanan anda bagus. It takes time to see result, sama seperti blog ini *loh apa hubungannya?*.

Medan sangat bergantung kepada iklan mulut ke mulut *dan juga makanmana.net*. Jika anda melihat ada customer yang datang lagi kedua atau bahkan ketiga kalinya, berarti anda sudah di jalan yang benar.

13. Kebalikan dari point 12. Lidah tidak bisa berbohong. Jika makanan anda tidak enak, maka iklan mulut ke mulut itu juga yang akan membunuh bisnis anda.

Jika makanan anda tidak enak, teman dan saudara hanya akan ke tempat anda cukup sekali saja, itu pun karena sungkan kepada anda, bukan karena makanan anda.

14. Jangan lata, atau ikut-ikutan membuka tempat makan. Paksakan diri anda untuk kreatif. Jika menu makanan anda 70% sama dengan mayoritas tempat makan sekelas, maka anda akan memiliki kompetisi yang keras. JAUHI KOMPETISI, ciptakan produk anda lain daripada yang lain.

fettucine-dan-nasi-ayam

15. Many people can cook well, but to sell it, it is different matter. Jangan mengira bisa masak enak saja sudah aman, tapi terkadang anda harus tau cara agar bisa menjualnya. Maka itu dibutuhkanlah strategi marketing dan iklan agar orang tau anda exist. #endorseWelcome

16. There is no such thing as auto pilot in culinary business. Bisnis kuliner tidak mungkin bisa berjalan dengan sendirinya tanpa pengawasan dari pemilik. Jangan mimpi kalau anda bisa bergantung kepada pekerja anda untuk menjalankan dan menjual makanan anda.

Jadi jangan sesekali pun mengatakan “Saya buka restauran ini cuma buat main-main hobi saja.” Bisnis kuliner bukan untuk main-main, kecuali modal anda berlebih, tidak tahu mau buat apa.

ala carte darnia interior panorama

17. THIS IS THE MOST IMPORTANT POINT. Walau di point yang terakhir, namun inilah yang paling penting. JANGAN PERNAH SEWA TEMPAT RESTAURANT ANDA. Lebih baik anda meng-KPR tempat itu daripada sewa. Bisnis kuliner dan bisnis property sebenarnya sangat sejalan. Jika anda menyewa tempat anda, maka tiap bulan keuntungan anda dibagikan ke pemilik tempat. Namun jika anda meng-KPR, minimal walau net profit anda sedikit, tapi anda memiliki sebuah properti sebagai aset yang bertumbuh.

Jika tempat anda itu tidak bisa di-KPR, cari tempat lain yang bisa. jika ini bukan bisnis waralaba untuk pamer dan gengsi maka JANGAN membuka rumah makan anda di Mall, karena: lihat point 9. Jadi jika projected profit and cost anda tidak sanggup untuk menutup cicilan KPR anda, maka JANGAN MULAI.

Sekian hasil 2 gelas kopi dan ngawur beberapa jam dengan Bocah Gendut ditutup dengan perdebatan apakah poin 11 itu perlu ditulis *karena kami salah satunya hehehe…

Are you business owner who has something to share atau penikmat kuliner yang punya masukan juga? Feel free to jump into comment 🙂

99 thoughts on “Makanmana’s Tips Bisnis Kuliner di Medan

  1. SUKSES itu perwujudan dari [S]emua [U]paya/Usaha + [K]erja-keras [S]erta [E]ling-nan-waspada [S]elalu.

    Sederhananya, semua daya upaya mesti dikerahkan (mulai dari perencanaan, persiapan, hingga eksekusi, sampai kepada maintain setelah itu semua) dan tidak lupa HOKI juga menjadi salah satu kunci keberhasilan.

  2. Wah, makasih banyak, Bang Bondut dan Kak Mecy. Mungkin aku akan bikin mind-map dulu nih, dari jenis makanan, modal, dll. Makasih bgt ya. *bookmark* :))

  3. Betul sekali comment dr Bocah Gendut, dalam dunia usaha kuliner gak laris berarti makanan hrs dibuang utk menjaga standard. Berapa byk dan brp hari anda bisa menahan kerugian sementara gaji karyawan jg tetap hrs berjalan ?

  4. yang pastinya bisnis makanan jangan banyak nipu nya.

    awal nya bilang begini, pas lagi promo jadi gak ada. 🙂

  5. Bang Bondut alias Bocah Gendut, ulasannya kece abis ini mah! Aku kebenaran lg berpikir utk buka usaha kuliner juga, Bang, konsepnya sih masih cafe (walopun SETUJU bgt dgn poin SEDERHANA tp profitable lbh baik dr pd MEWAH tp less-profit).

    Aku sih nggak bisa masak enak, Bang, cuma bs masak sedikit. Nah, kalau bisnis kuliner itu, apa aku harus bisa masak menu atau bisa rekrut chef? What do u think?

    Oh iya, btw kawan-kawan semua, ada yg tau tempat kosong di Medan utk buka usaha kuliner? Let me know, dong. 🙂

    Thanks.

    1. Mao nya masakan apa dulu? Menu nya apa? Sebelum buka resto/cafe/RM harus ngerti dulu mao masak apa? Mao jualan apa? Kalo ga tau mao jualan makanan apa yah mendingan jangan mulai betul tak? Coba konsepkan dulu, dalam selembar kertas, menu menu nya apa saja, yang menjadi MAKANAN ANDALAN apa? Itu penting sekali.

      Mengenai bisa masak, itu juga sangat penting sekali, kenapa? Kalau mao profit banyak? Yah harus masak dulu sendiri, jangan ngandalin chef nya org laen. Mesin satu RM yah Chef nya, kalo chef nya ngulah? Ga mao masak? Loe mao cari bengkel mana? Ga ada gituan. Biasanya chef itu dikasih saham kosong diatas gaji pokok, dalam RM itu, otomatis yah profit anda harus di share ke chef kan?

      Kok gitu? Yah emang gitu, makanya gw di tulisan atas ada bilang, di Medan problem pertama dalam bisnis makanan adalah SDM! Jangan coba2 masuk bisnis makanan kalau tidak siap mental dan siap untuk kerja sendiri. 🙂

  6. Hello Wira, saran saya, minta teman anda membaca dulu Tips2 yang diatas, jadi ada sedikit gambaran.

    Kedua, dalam bisnis apapun, yang paling penting adalah modal Financial dan modal Keahlian (Skill), modal Nekad bukanlah modal asset melainkan liabilty. Zaman dulu, orang dulu suka bilang yang penting harus kerja keras, dan rajin, pasti berhasil. Ingat dulu SD diajarin Rajin pangkal Kaya? Zaman sekarang dah ga bisa lagi kayak gitu, zaman sekarang yang Rajin banyak, apalagi yang Kaya, juga ga kalah banyak, orang Kaya zaman sekarang pada hobi buka Cafe. Coba aja survey dalam sebulan ini ada berapa cafe yang buka di kota Medan?

    Coba aja ke Lippo Mall, itung aja berapa Cafe dan Kopitiam yang “baru” buka. Trus Forum 9 itung, Trus ke Center Point itung juga berapa cafe yang baru buka, Trus ke jalan Cut Mutia Samping Hotel Tiara, Trus ke jl. RA. Kartini, Trus ke Sun Plaza juga, trus ke daerah kp. Keling, jl. Uskup Agung, Jl. Hang Tuah, Jl. Airlangga, abis itu ke Multatuli liat berapa yang baru buka, Trus muter ke jalan Samanhudi, Trus ke Hermes Place itung, Trus arah ke S.Parman, Trus ke jalan Hasanuddin liat ada berapa, trus arah jalan Pattimura ada berapa cafe disana,Trus ke daerah Setia Budi, Dr. Mansyur, Gagak Hitam, Mall Focal Point. Itungin deh sendiri berapa banyak cafe baru? Belum lagi yang daerah jalan Thamrin, Asia, Wahidin, Asia Mega Mas….

    Trus? yah maksud saya, segitu banyak nya cafe di kota Medan, berapa seh cafe yang bener2 lain daripada yang lain? Menu nya kurang lebih sama, contoh: Nasi Goreng, Mie Goreng, Ayam Penyet, Sop Buntut, Steak Ayam, Steak Sapi, Pasta-pastaan, Pizza-pizza-an, Sapi Lada Hitam, kentang goreng, fish and chips, Chicken Nuggets, Ubi Goreng, Pisang Goreng, tul ga?

    Trus skarang juga lagi musim kopi, semua orang mendadak jadi pakar kopi, dan coffee shop pun mulai tumbuh, nah temen kamu ini mao pakai coffee varian apa? barista nya sapa? mesinnya apa? Bedanya dengan coffee shop yang sudah ada bertaburan di Medan apa? Yakin masih mau fight lagi?

    Sekarang temen anda mao buka cafe, makananya apa? Coffee nya apa? harganya berapa? Bedanya ama cafe yang lain apa?

    Sekali lagi Modal Nekad bukan modal. Modal uang barulah disebut modal, itu pun dengan catatan uang nya itu lumayan banyak, soalnya kalo cuma buka cafe tanggung, gw jamin ga Bakalan survive kalau modal financial nya kagak kuat. Unless itu uang cuma dianggap uang sekolah buat belajar dunia Kuliner? Itu pun gw bilang sayang sekali, mendingan magang deh kerja aja di cafe mana gitu, buat belajar seluk beluk dunia kuliner, daripada buang uang seperti itu, mendingan buat gw aja hahahahahahaha

    Salam!!

  7. Ada satu teman saya yang kebetulan bulan depan ingin membuka cafe di Mal center point medan.Ditanya soal jenis makanan yang di tawarkan hampir sejenis dengan cafe2 lain.Bukan cafe franchise tetapi lokasi cafe itu di sewa dari salah seorang temanya yang juga punya cafe ternamaan di medan.kira2 ada saran apa buat teman saya?karena dia bener2 green soal bisnis kuliner di medan dan bermodalkan nekat doank.

    1. wira, ada kontak teman mu yg bisa dihubungi ngak? soalnya saya jg berminat di bisnis cafe. cuman belum ketemu partner yang cocok. terima kasih.

  8. Wow.. a long tread..
    Lol..
    Anyway senang ada place yg bisa bahas, kritik n saran buat cafe” di medan secara over all.

    Menurut w, point plg pntg utk usaha kuliner di medan tu point 10 n 11.
    Daya beli medan tu terbatas n banyakan menengah ke bawah
    So need place yang jual makanan enak n murah plus porsi yang bisa bikin kenyang. Pasti jarang yg complain klo complain pun ttp dtg lagi. Lol..
    Good atmosphere mgkn bisa dinomor dua kan
    Cth nya saja umi seafood di jln teuku umar. Good food, cheap, n full your belly. Wlau atmosphere ny g banget tapi selalu rame esp. Lunch time n dinner. Beda banget sama rumah makan aheng di seberangnya yang sering terlihat sepi.
    Jadi setuju banget sama point 11. Lbh baik tempat sederhana n harga terjangkau drpd cafe mewah tp yg dtg duduk berjam” dengan segelas kopi/teh n yang termurah pulak..

    Utk point 9. No franchise tapi belakangan makin banyak cafe franchise yang muncul.
    Mis franchise kopi malaysia yg masuk ke medan yang menggantikan lokasi cup n cino di camb.
    Menurut pribadi, rasanya seperti kopi sachet dengan tambahan topping gt saja. Nothing special, dan harga yang… ( 2 cangkir kopi dengan bisa beli sebungkus besar kopi sachet utk sebulan)
    Mungkin andalannya di food. But at least, make something special. Jangan cuma menyeduh kopi sachet yang setiap orang bisa lakuin.

    @bocah gendut. klo menurut w pribadi ttg BG meranti bukan luck tapi something like trademark atau mengenalkan nama ke masyarakat.
    untuk BG, BG meranti yang pertama kali mengenalkan namanya di medan baru yang lain ngikut.
    same like mineral water, wlau banyak air mineral baik yg import, nasional, hingga lokal. tapi yang selalu dicari or at least selalu disebut namanya tu aqua. krn aqua pertama kali kenalin air mineral kemasan ke public.
    luck mungkin ada. tapi ttp hard work membuat n mempertahankan resep supaya ttp enaq.

    that’s all
    thanks MaMa
    keep eating…

    oh ya. recomend cafe in krakatau
    terminal cafe n heritage coffee (ex. krakatoa coffee)
    thanks..

    1. Iya setuju 🙂

      Not meaning to start an argument, tp cuma coba menjelaskan maksud saya:
      Menurut saya Every business venture is like a gambling, ada yang namanya calculated risk, kita menimbang antara risk dan result, dari situ kita menilai worth it ga bisnis ini dijalani.

      Coba sekarang kita brainstorming bersama, can we create another product yang bisa saingi bolu gulung Meranti? Dulu Bika Ambon is the KING, trus somebody mikir eh coba gw jual Bolu Gulung, and guess what? it is a hit, don`t you think it is kinda lucky? Kita suruh mikir ampe kepala botak pun belum tentu kepikiran mao jualan apa yg bisa jadi the next Bolu Gulung Meranti.

      I never said underestimate hardwork, luck yg sy maksud adalah luck yg sy jelasin diatas.

      1. No meaning to start a debate.
        Cuma mau ksh opini ttg BG Meranti aja kok. Nothing more. Hahaha..

        I agree with your luck opinion too.
        Ibaratnya, bisnis mau sehebat apapun, tapi lucknya g di situ. Susah juga buat dikembangin.
        Ngandalin luck aja tanpa usaha juga imposible
        Jadi luck itu bagai susu di 4sehat5sempurna
        Kita udah usaha, Luck juga dtg. Bisnis sukses
        Happy ending.. Lol..

        Anyway, I’m curious about you, fat boy.
        And your resto
        Hahaha..

        For MaMa, boleh tu direview bisnis kulinernya fat boy
        Hahaha.. 😀

      2. Jangan lah di review, ntar jadi ga enak, Fat Boy udah deal ama MaMa untuk minta jangan pernah di review resto nya FatBoy. Hahahahaha

        Lagian resto nya Fatboy ga ada specialnya, jauh dari kata bagus, masih banyak errornya. Tar malah jadi boomerang…

  9. @leo nope not directly in medan but in little city of binjai and i dont think you have visited us … But if you have time and nearby please do come 🙂

  10. Really interesting point of view
    And some funny lines really crack me up ! the best thing about culinary world is that seeing the guess keep comin back with happy tummy ~ Me myself dancin in the culinary world since 2012 … Still new but i learn a lot ! And one thing i keep for myself is we have to serve with heart and the rest will follow ~ … Like profits and blessing ;P

    1. Well some of those were just jokes thrown out when we sat too long and have nothing else to say :p Are you based in Medan now and running a f&b business? Have we visited your place before?

      Perseverance is one but passion is key I believe to strive into this world.

  11. Pengen jumpa penulisnya langsung, nasehatnya lebih masuk ke otak dan hati, dari pada ceramsh ustaz yang berjam jam, tapi nggak ada yang kena di otak / hati. Selamat ustaz baru ku !!!!

  12. mengandalkan luck 1000 banding 1 bro…yang jelas sih usaha promosi yang masive..contoh : produk kite ngabisin 25 jt buat usaha promosi hasilnya omset tembus sampe 600%…ketika dana kita kurangin di 5 jt alokasi promosinya, hasilnya omset melorot, promo kita tingkatin lagi, omset naik lagi..jadi usaha dong no.1…luck itu ada ketika kita usaha bro…CMIIW

    1. Iklan itu menurut saya seperti kosmetik, untuk mempercantik saja.

      Iklan itu membantu kalau produk yang kita jual juga credible. Kalau produk yang kita jual jelek kwalitasnya, mao iklan sampai gimana pun ga bakalan nolong. Menurut saya, iklan yang paling effektif adalah iklan word of mouth, terutama makanan.

      Menurut saya di bisnis makanan, DO NOT spend too much resources on advertising, but rather spend more on improving the quality of your food. Makanan yang enak itu yang paling penting adalah yang menyentuh HATI! LOL kalau orang udah jatuh hati, dia bakalan otomatis jadi iklan berjalan. Ga usah pakai billboard ga usah pake majalah, ga ada iklan yang lebih credible daripada iklan mulut ke mulut.

      Menurut saya: We can create brand awareness, but only when our brand is already established, seperti Coca Cola, McDonald, KFC, Pizza Hut, Aqua, dll sejenisnya, soalnya di iklannya dah jarang bilang kalau beverage gw lebih enak, atau burger gw lebih enak, atau ayam gw lebih enak, atau air gw lebih enak, soalnya orang udah tau enak ga nya, jadi ga usah dijelasin lagi ttg produknya, tapi lebih ke BRAND nya. Biasa kalau ada iklan yang bilang makanannya enak biasa itu adalah produk baru yang belum established.

      PS: Notice, mulai sekarang saya selalu menggunakan kalimat “MENURUT SAYA” hahaha soalnya saya ga mao orang berpikir kalau “Saya pikir saya yang paling bener sendiri.” soalnya this is only “MENURUT SAYA.”

  13. Talk about LUCK yah. Kita ambil contoh Bolu Gulung Meranti aja deh ya?

    Bolu Gulung bukan kue yang susah dibikin, gampang kok, kalao mao bisa gw ajarin haha. Dan ga butuh skill sampe ala chef cordon bleu.

    Trus kalao mao enak? Yah pakailah mentega yang byk, keju yg bagus, coklat yang bagus. Kalao masih kurang lemak? Bole ditambahin nutela, atau cream cheese, apa aja lah sesuai selera. Enak kan?

    Nah coba loe jual, bisa ga saingin BG Meranti? Banyak loh yg coba jualan BG jg di medan dengan merek yg beraneka ragam. Tapi ga bisa ngalahin Meranti.

    Gw ga percaya kalao dibilang BG Meranti yang terenak sekota Medan, yg lebih enak jg masih banyak, cuma bedanya yah, dia lebih hoki. That is Luck factor!

    This merely my observation.

    1. satu lagi biar terkenal versi bolu gulung meranti… coba suruh artis yang beli mampir trus pajang foto barengnya. haha…

    1. SETUJU!
      Mesti kembali ke istilah nenek moyang orang Cina:
      “Sa Hun Thi Cu Tia, Chit Hun Khau Phak Pia (3/10 urusan Langit, 7/10 urusan Kerja keras dan Ulet)”

      1. Tapi ya bro, menurut pengalaman gw ya:

        Makanan enak, harga murah, promo yg banyak, service yang memuaskan, belum menjadi jaminan untuk usaha sukses.

        Gw setuju yang namanya “Luck”. Some might say luck, I call it “blessing”, ada yg call it hoki.

        Soalnya Enak itu relatif, dan karenanya customer yg merasa makanannya enak lebih ga keberatan bayar, jd bagi dia makanannya ga mahal. Kalo makanannya ga enak bagi dia, otomatis mao harga murah pun dia ga berasa murah lagi.

        Kalo masalah pelayanan, mao sebagus apapun pelayanan kita pasti selalu ada yang komplen. This is based on pengalaman pribadi running a eatery myself.

        Terlebih lagi di Medan yang jumlah populasi nya very limited, jangan salah dikit aja deh mulut nya banyak banget. Jadi yah actually yah bro I believe luck is also important.

        But it does not mean hardwork is not important, it is. Makanya ada istilah Ora et Labora. Hahahahaha

  14. dari kesimpulannya ada 2 hal yang paling utama, yaitu rasa harus enak dan nikmat dan yang kedua harga jangan kemahalan. dijamin usaha kuliner maju…apalagi ditambah dengan pelayanan dan promo yang menarik…wah makin mantap bisnis makanan.

  15. Hmmm…..ada yang nyinggung MOLECULAR..!!!
    Ada gak ya pelaku usaha di Medan yang berani nawarin The Magical “Molecular Gastronomy”.

      1. ntar yang ada dikasi komen makanan apa ini sedikit-sedikit rasa aneh. apalagi molekuler di dessert, ntar ibu-ibu complain wah kimia semua bagus ga tuh di tubuh? meskipun sudah dibilang aman di tubuh.. hehe…

  16. Ulasan yang sangat jujur !! ..Setuju dengan semua yg di atas, apalagi point no.11, LOL,.can’t be more agree. Para ibu2 yg rela ke salon sebelum ke cafe duduk berjam2 hanya pesan segelas minuman untuk saling memamerkan tas mahal ataupun sepatu baru mereka dan berfoto ria. No food pls, krn on DIET…. Rugi amattttt buat pemilik cafe.

    1. Yoi.. Bener amat pilihannya teh trus minta dalam bentuk pot trus gelasnya 3. ada tuh.. haha.. lebih modal anak muda dengan tas KW daripada ibu-ibu dengan gucci lv prada ya…haha

      1. Hahaha,mantap komennya gan! Uda gt komplen harga lg wkt bayar hahaha
        Tp ga semuanya bgt jg, ada sebagian yg gt tp ada jg yg ga spt itu, tp emg market di medan susah dipuasin, hehehe
        Apalagi utk tips no 4, itu sptnya uda suatu keharusan bagi resto baru utk nyediain promo discount, gw pernah nongkrong di cafe yg menurut gw dah murah, tapi tetep aja ada meja yg nanyain discount ckckck, pernah jg mau makan bareng temen, tp gara2 ga bawa kartu kredit (demi diskon), akhirnya temen gw belokkin stor ke tempat lain #prihatin

      2. Inilah dampak dari diskon promo yang berlomba-lomba diiklanin oleh operator Kartu Kredit…
        Yah, akhirnya bukan citarasa dan suasana lagi yang dicari, tapi mengarah kepada seberapa besar diskon yang diberikan…

  17. Berbagi resep untuk sesama yg suka makanan batak khusunya saksang , Andaliman adalah perasa yg sangak khas tanpanya Saksang pasti ada yg kurang , rasa maupun aroma, kita2 yg di perantauan ini sulit mndpt Andaliman yg fresh, namun ada cara supay Andaliman tetap Fresh yaitu dgn cara di masukkan di dlm btl agua plasik dan di simpan di frisher ( beku) hasilnya Andaliman tetap hijauh slamat mencoba kawan Yesus bless you all

    1. Bagi teman teman yang mao memulai bisnis kuliner restoran Batak di Amsterdam atau London, bole mencoba tips dari teman kita ini. Soalnya di Amsterdam atau London sering tidak ada supply Andaliman segar. Terima Kasih untuk sharingnya ya.

  18. Saya masih ragu tentang seberapa jauh pengetahuan peminum (bukan penikmat sejati) kopi di Indonesia.Beberapa waktu lalu saya ngantri di atm,ada ibu-ibu lagi ngerumpi dan terdengar percakapannya (ya all know lah ibu-ibu ributnya gimana kalau ngerumpi).”Eh,tahu ngga si ibu xxx kemarin minum kopi luwak impor DARI AMERIKA (ciyus…bagian kata itu suaranya gede bener) di yyy 300rb per cangkir.Katanya kopi impor enak banget loh”…Seriously tante,do you ever know luwak itu apa? *slapforeheadplusfacepalm

  19. berharap di medan ada rumah makan yang berconcept (Berconcept dalam arti bukan hanya sebatas design) seperti holycow steak di medan. di mana daging steak import mahal yang bisa dinikmati siapa aza dengan harga yang terjangkau dan masuk akal. steak ya sapi tidak ada ayam tidak ada ikan. tapi wagyu.. slruuupp

    1. Yah kalo dah tau yah tau sendiri aja ya, jangan disebar-sebarin, tar gw ga bisa komen dan rekomendasi lagi. Hahahahaha peace… .

  20. @Leo Hahaha. kontributornya kan bs sapa aj. bro Leo tggl seleksi aja. Yg dari medan cmn kopibrik. kalo cikopi bahasnya di luar medan. cmn bs ngiler kalo ad tpt yg menarik dibahas oleh cikopi.

  21. @wendy ya bagus sih.. Kebanyakan ampe gw sendiri jg ga usah kerja nafkahin keluarga lagi cuman nulis tiap hari :p

    Untuk bahasan kopi di Medan ada satu blog juga namanya kopibrik.com

    Dan xifu kopi Indonesia, Om Toni Wahid http://www.cikopi.com

  22. Bole jg tuh bro Leo. Buat kopimana.net khusus buat bahas kopi2 enak di Medan. Skaligus tpt sharing buat pecinta kopi di Medan. Kontributornya dr pecinta kopi di Medan. Soalnya masi jarang situs indonesia yg bahas tentang kopi. Medan bole unjuk gigi donk. Setuju bro Leo? 🙂

  23. Sebenarnya biji kopi lokal kita ngk kalah lo sama yg luar,malahan banyak coffee shop dari luar beli biji kopinya ke Indonesia(Medan,Lampung,etc.).salah satu yg cukup terkenal Kalosi (Toraja),malahan biji kopi termahal di dunia adalah Kopi Luwak dari Indonesia ,mengalahkan Blue Mountain dari Jamaica.So Guys,you all shud be proud of Indonesia coffee.Cheers!

  24. Saya setuju dan bro Wendy…. Semoga kita semua kedepan lebih baik…. Dan tentunya Coffee lokal harus bisa terbang setinggi2 nya ke langit ke tujuh….

  25. sebenarnya kalo soal kopi, itu tergantung dr selera masing2. sah2 aj bagi mereka yg suka kopi blended atopun kopi tradisional yg nama kerennya kopi ‘O. Ngak salah jg byk cafe yg milih kopi blended sbg andalan, krn mmg banyak peminatnya dibanding kopi italian style. Yg wajib diperbaiki oleh cafe2 yg ada menyediakan kopi italian style adalah ‘serve the coffee properly’. Jgn cappuccino yg disajikan seperti coffee latte ataupun sebaliknya (ini pengalaman pribadi gue). Diluar negeri sendiripun, seperti malaysia ataupun singapura, modern coffee pun baru berkembang. Dimana mereka pun jg harus berhadapan dgn peminum kopi klasik atau kopi ‘O’. Semuanya hanya perlu di edukasi sperti layaknya produk baru. karena itu, bagi para pelaku bisnis kuliner yg ingin membuka cafe ataupun coffee shop, kiranya lebih memperhatikan kualitas kopi yg disajikan. marilah sama2 kita edukasi pasar di medan supaya lebih tau cara menikmati kopi enak. karena dunia kopi itu sangat menarik. sekian sharing dr saya.

  26. @CimThauBiin

    Udah, malahan salah satu tempat pertama yang diajakin temen di Medan, ya TipTop. Tp gw ga pernah malam disana, jd malah ga tau ada Live Band. Lebih ke Nostalgic sii itu tempat, other than that, nothing too special…

    Band2 asli Medan yg gw tau+demen cuman ada bbrp, dan gw ajak tuker2an nomer HP, mereka maen dimana, biasanya ngasi info dan gw lumayan sering pergi, nunjukin support 🙂

    Athmosphere dan ambience yg gw paling demen di Medan masi di Lekker… gw harus angkat jempol sama kreativitas dan ‘taste’ tu orang dalam menata resto nya, very well thought-out. Musiknya pun gw demen, meski ga ada live band, but its a good place to chill out on a Saturday afternoon 🙂

  27. gak tau juga sih. saya suka kopi, teh, susu dan air putih. saya suka nongkrong duduk nikmati kopi atau teh berjam2 sambil ngolor ngidul bareng family atau teman. tapi emang kopi tiptop gak cocok nih. hehe

  28. @rizal, uda pernah ke tiptop blom, di sana ok juga tuh live bandnya di hari2 tertentu, dengan menu simple nan sedap dan harga yg standard, gak mahal2, suasana nya juga ok tuh, di pinggir jalan kesawan, ahmad yani, bertema jadul

    1. Live band di Tiptop adanya di hari Rabu malam dan Sabtu malam alias malam minggu, dari jam 19.30-22.00.

      tapi kalo kopinya TipTop, tidak bagi saya. Saya minum kopi disana bersama nyokap di sore hari jam 16.00, malamnya jam 19.00 terasa lambung saya gak enak, asam lambung naik, tiba2 sakit kepala, keringat dingin dan masuk angin. Hal ini menandakan kopi tiptop tidak sesuai dengan lambung saya.

      1. Mungkin belum terbiasa (atau mungkin lambung-nya ‘milih-milih’?!)
        Saran: Banyakin minum kopi-nya bro. Ala bisa karena biasa.

  29. manggut-manggut baca satu demi satu point diatas ^^
    disatu sisi seneng juga makin banyak tempat makan baru dikota medan, tapi ya itu banyak yang hanya ikut-ikutan hanya bermodalkan konsep tapi tidak dibarengi oleh passion kulinernya itu sendiri, akhirnya ya banyak yang baru setaun udah ilang lagi ato berubah konsep.. pernah liat satu tempat tadinya jualan coffee shop, ga lama kemudian nambah ayam penyet terus nambah lagi yg lainnya jadinya ga konsisten dengan apa yang mo dijual sebenernya…. apalagi sekarang lagi demam cafe dan coffee shop di Medan, dimana-mana semua pake embel2 coffee, walopun dari rasa sampe penyajian kopinya ya biasa-biasa saja, hanya bermodalkan mesin kopi yang mentereng, tapi baristanya tidak ditraining dulu gimana cara buat espresso, latte dll yang baik dan benar dari a ampe z..
    tapi kalo liat point 17 aga berat juga ya bagi mereka termasuk saya ^^ kalo harus KPR apalagi terkendala modal, jadi ya pilihan awal harus sewa dulu hehehe
    thanks berat buat MaMa udah sharing artikel yang bermanfaat, bisa jadi pertimbangan buat saya yang mau berkecimpung didunia kuliner walopun sekarang masih latian dulu meracik-racik resep ^^
    ditunggu review2 selanjutnya kalo bisa sih yang di Mall2 kota Medan ini direview semua satu persatu resto dan cafenya hihihihihi ^^

  30. @bocah gendut iye cmn bs sabar kalo ketemu pemilik cafe keq mas bro…hahaha…

    @pilastro saya mesti jumpain sapa nih disana…pengen coba molecular yg ajaib2…hahaha….

    @bocah ngopi sory om td saya bahas italian coffee style…yg kamu sebutin td semua masi kopi campur jagung, bukan nya gw menolak atau anti kopi itu,cmn beda bahasan nya z…menurut kamu kopi item pasti pait…kopi hitam tuh kupu2 pnya bnyk warna walau di mata cuman itam..

    @makanmana point nya saya setujuh semuaaaaaa….17nya bener semua…tapi gk 17 yg bs dijalanin orang2 apalagi orang2 disebelah cmn bs ngandalin sachet doank kopi nya…alibi gk mw ikut2an padahal gk ngerti apa kopi sebenarnya..hehehee

  31. Cuma bisa senyam senyum sendiri aja liat beberapa point di atas, dalam hati pun langsung meng-iya-kan 😀
    Tapi yang paling penting itu sih bener banget tuh iklan “mulut ke mulut”. Lebih cepat juga buat branding suatu bisnis itu naik pesat, otomatis makin rame deh yang kesana. Apalagi kalo orang udah heboh di socmed, padahal pas dicoba aslinya, eh.. biasa aja – curhatan salah satu korban.

    Sharing yang sangat bermanfaat ! jangan bosen buat banyak sharing ya bang ‘bocah gendut’ dan abang abang makanmana.net

  32. Soal discount, kalau promonya dari kartu kredit?
    Bagaimana pembagian bebannya?
    Apa semua ditanggung pemilik resto/cafe?

    Buat point 17, The last but it’s the most important 🙂 Thanks..

    1. Rumah makan gw pernah ditawari promo seperti itu oleh salah satu kartu kredit. Trus gw nanyain, gimana skema kerja sama nya?

      Mereka jawab: Promo diskon nya itu terserah kepada pemilik resto nya, mao berapa persen, soalnya beban diskonnya ditanggung sendiri oleh pemilik resto. Bank cuma bantu dari sisi promosi nya saja di billboard, media cetak, banner, buku promo.

      BAH!!! GA USAH!!! hahahahaha

      Tapi itu kasus gw, ga tau ama pemilik resto yang lain, apakah sama tidak kasusnya.

      1. yoi bro. uda kasi diskon trus nanti proses settlementnya kita dipotong lagi brp persen gitu.. hehe… mendingan ga usah… paling sering itu ya Bank itu tuh.. hehe… yang backgroundnya putih,… hehe… kalo cman promosi saja kita lebih pintar dari bank ya.. haha

  33. Gk tau mau mulai dari mana.. Menurut gw nih, coffee shop atau kedei kopi di medan masih sangat jauh dibilang dari kata standar…kenapa ?? Masi sangat bnyk yg pake emblem coffee tp menu nya kbnykan blended…apa itu pantas disebut coffee? What do u think? Ini cuman menurut pemikiran saya…kalo seperti mbah bocah gendut bilang, sbrpa bnyk sih yg mnum coffee atau sbrpa bnyk sih yg bs mnum coffee ?? Apa kalian gk sadar jumlah peminum espresso,caffe latte atau italian coffee laen nya jumlah nya semakin hari semakin meningkat ?? Apakah anda2 tau doddy syamsura juara ibc 2011 dan 2013 kelahiran mana ? Aji darius runner up ibc 2013 kelahiran mana ?? Apa kita jadi penduduk medan masi ngak malu ?? Punya mental juara tapi di duduki orang2 yang masih berpikir “penting gk sih coffee dlm satu coffee shop dari sisi bisnis ??”.

    Sekedar saran, sekarang ini org medan uda mulai kritis, uda mulai gk pedulikan harga segelas coffee tapi quality lah yg dicari…temen2 yg pulang dr luar negeri masi blg ” masi susah yah cari coffee yg bener2 bermutu “….kenapa ?? Karena kota ini diisi orang2 yg cmn jago jualaan yg mikir profit profit dan profit….coba mikir nya quality n profit..gw yakin pasti suatu saat nama cafe2 di medan bs mencuat ke ibukota kita bahkan ke luar negeri…

    sudah banyak cafe yg mulai coba roasting2 coffee sndri walau nilai nya masi bs diblg ok lah…tapi itu jauh lebih baek dari pada cuman bs duduk2 termenung mikir penting gk sih coffee….ini salah satu langkah yg gw tau bs majuin pendidikan about coffee di kota kita….bahkan ketua scai pun masi ngomong, apakah di medan ada barista sehingga kami perlu melakukan kompetisi regional ibc ??? ….ingat bro2 sklian barista anda lah yang akan membuat cafe anda rame, bukan mesin apa yg kalian pakai….

    semua ini mungkin uneg2 gw mengenai cafe yg ber emblem coffee shop…tujuan gw cmn satu, Pinterin org bwt mnum coffee jgn malah di bodohin dgn blended, liat thailand atau malaysia, apakah ada kebun kopi ?? Apakah kebun mrka lebih luas drpada indonesia ?? Coffee shop mrka gmn ?? Indonesia terutama medan masi sangat jauh….jadi tolong lah berbisnis dgn hati nurani jgn cuman harta semata….

    ciayo coffee medan…ciayo mama…success trussss….lope u…

      1. Hmm.. Kok kayaknya saya merasa kopi medan byk yg enak.. Kopi jalan hindu, kopi koktong, kopi hokseng perniagaan.. Kalo kopi di cafe, saya merasa ga begitu enak walaupun mungkin suasanya lebih nyaman..

      2. Nah… bener ini…
        Justru kopi2 yg enak biasanya di kedai2 kopi tradisional…

        Btw… tempatnya Bocah Gendut dimana ya… jd penasaran… kasih clue dong… 😀

      3. @armand tempat BocahGendut dirahasiain aja deh ya, ga enak tar dikira cari ketenaran endorse diri ga mao hahahaha.

        BTW Bocah Gendut ama Bocah Ngopi beda loh ya. Mana tau dikira sama.

        Bocah Gendut cuma tau soal makanan, ga gitu ngerti kopi. Bocah Gendut minum kopi cuma buat kafein nya doank. Cuma ada satu Bocah Gendut di MakanMana LOL

  34. wah bocah gendut dah exist di dunia kuliner 20 thn lebih.. penasaran bos rumah makan apa nih bocah gendut, salam kenal ya 🙂 ..btw kykna komen di postingan ini bakalan panjang nih, wonder apa bs ngalahin jumlah komen di post ‘ havana cafe’ yg sempat ‘memanas’ trus ujungnya br ‘cooling down’ … let’s see 🙂

    1. Ga lah, jangan ada debat argumen deh, soalnya ini kan sebatas pendapat doank. Kalo setuju ya gitu, kalo ga ya gitu jg hahaha

  35. @mike

    halo mas bro.

    gw aga kurang sreg taro alamat email dipublik, harap maklum 🙂

    undang reviewers MaMa aja, semua tempat makan yg dapat review baik di MaMa, pasti gw samperin 😀

  36. Numpang lewat mas bro fat boy dan mas bro rizal.

    Segera hadir di Kota Medan resto-cafe-lounge dengan konsep fresh dan berkelas.

    Ditunggu announcement nya ya, akan kita kabari opening location & teaser nya.

    (Kepada mas bro rizal, boleh diminta alamat e-mailnya mas bro rizal?)

  37. Sepakat bro.

    Maksud gw juga ga ampe masuk ke detail2 sii. Gw semata2 mo coba tulis, apa yang gw pribadi ga nemu di Medan. Apa taste gw kemahalan? I don’t think so. Gw ‘hi society’? Far from it! 🙂

    Gw cuman berusaha nyampaikan apa yang menurut gw ‘hilang’ atau ‘kurang’ di Medan ini. Ga harus ‘mahal’ kok. Dan ga ada tips diatas yang gw bilang salah ataupun ga tepat 🙂

    Kek tips nomer 14 kan? soal kreatifitas? 🙂

    Kalo semua berpendapat seperti elu, maka semua resto/cafe di Medan bakalan sebelas-dua belas donk? Innovate, not imitate… agree, no? 🙂

    Nonetheless, masukan2 dari lu gw yakin sangat2 bermanfaat. Saking bermanfaatnya, skr jam lunch gw masi ngetik dikantor untuk komen MaMa, bukannya pigi coba tu bebek goreng 😦

    Have a good day everybody!

  38. Thanks for the welcome, I do like this city 🙂

    Kok malah mikir gw dari ato bandingin sama Jakarta yah? Gw dari berbagai tempat di Indonesia, terakhir di Bandung dan lama diluar sebelon kedampar di Medan. Tapi kalo gw tulis pake logat/bahasa Sunda, mang sapa yg ngerti? “Gw-Elu” di mengerti banget kok 🙂

    Good atmosphere, decor, lighting… udah ada beberapa kok di Medan yang bagus, malah ada juga yang di review disini 🙂

    Good musicians costs a lot of money? Doesn’t have to.

    Kalo di Bandung, banyak sekali cafe2/resto2 yang rajin ‘casting’ band2 yang tidak dikenal sama sekali, kebanyakan malah anak2 sekolahan/kuliahan. Ga heran banyak sekali band/penyanyi terkenal di Indonesia berasal dari Bandung.

    Bisa jadi appreciation terhadap musik yang baik itu memang berbeda, kemauan untuk memberikan kesempatan juga berbeda. Mungkin masalah kultur ya? di Medan, ada band manggung, begitu lagunya die kenal, die pengen nyanyi. Liat organ tunggal, pengen nyanyi juga, ga mau gantian ato kasi kesempatan orang laen.

    Catch my drift? 😀

    1. Like u said bro, beda culture, di Bandung, Jogja, Jakarta, memang banyak anak2 band yg masih kuliahan, emang ada banyak yang bagus-bagus.

      Makanya loe liatin deh, berapa banyak seh band terkenal di Indo yang root nya dari Medan? Ada jg byk nya dr Pulau Jawa, kyk Nidji, PeterPan, dll dsb….nah loh kok kita jd ngomongin anak band hahahahaha udah ah ga usa dibahas.

      Jadi makin melenceng dari tema makanmana, lama lama jadi bandmana.net wakakaakaka

  39. lifesytle org medan beda dgn org jakarta. cth dr pengalaman gue. org jakarta breakfast ato lunch d rest fastfood uda biasa. bagi org medan mgkn masi sdikit ‘mewah’. warung ato RM jauh lbh afdol.

    1. Exactly my point. This must be spoken from a true Medanese like you hahahaha.

  40. First of all, thanks for this great blog, it’s the first time I drop a note here. Meski udah sering baca2 dan rekomen ke teman2, kolega dan clients.

    Jujur, baca tips bisnis kuliner ini, gw merasa bahwa ini banyak sekali influence nya Bocah Gendut. Don’t get me wrong, I have nothing against him, I’m not in a culinary biz, never was and perhaps never will, so he might be well on the dot on some points. However, what works for him does not necessarily works for everybody. Kenapa gw berpendapat/ngerasa gitu? Karena di banyak review MaMa, penulis seringkali membahas ato at least mentioned (yg menurut gw penting) ‘athmosphere’ ataupun ‘ambience’ dari tempat yg dikunjungi. Gw ga ngeliat itu dibahas sama sekali di tips ini.

    Gw sendiri memang pendatang di Medan, udah 8 taon laa disini. Blog ini sangat ngebantu gw untuk explore kuliner Medan. Memang, sangat susah sekali nemu tempat dengan ‘athmosphere’ atau ‘ambience’ yang tepat. Live Music? aduuh, mengecewakan… either music jedang-jedung dari DJ yg cuman tau pasang musik doank, kaga nge-mix, boro2 scratching (bego-dot-kom) atau band yang maenin lagu2 Batak yang ituuu itu terus, sama yang lu denger di acara kawinan atau acara Batak lainnya. I have nothing against Batak, I married one.

    Masa sih selera musik di Medan ini payah? Ga percaya gw kalo ngeliat segimana banyak tempat karoke dimari, atau segimana banyaknya orang ngantri mo nyanyi begitu ada organ tunggal.

    Dimana gw bisa denger Bossanova? Or perhaps some light Jazz with excellent lighting and fantastic food? A good place to take wife, or girlfriend to dine.. and I mean dine and dine well..

    Food, decor, lighting and service, some places got it right…but the athmosphere, the ambience… the whole experience.. I bet MaMa’s residents writers knows damn well what I’m talking about..

    Gw juga masi nyari 🙂

    Thanks again for the great blog, keep rockin’!

    1. Di Medan, gimana ya, SDM lagi yang menjadi kendala.

      Masalah ambience atau atmosphere, bisa saja dibuat senyaman mungkin, semewah mewahnya, tapi ujungnya adalah apakah ada customers yang bersedia membayar lebih untuk “biaya” atmosphere?

      Ga byk org Medan yang hi society seperti bro, bisa enjoy atmosphere dan ambience.

      Ambience itu bisa dibuat pake duit, tapi untuk cari musicians bagus yah perlu duit yang bagus jg kan? Remember? You pay peanuts you get monkeys diatas? Org Medan itu maunya uda murah, bagus lagi, mana bisa, soundsystem bagus pun biaya jg toh?

      Kalo di Jakarta no problem, spending power ada, kalo di Medan? Adaaaa tp ga byk.

    2. Di Medan SDM musician yg bagus itu jg jarang ga banyak. Jadi yah mao gimana? Import dari luar kota? Biaya mahal donk? Hitung2an sekali manggung kena berapa? Akomodasi jg biaya toh? Jd yah itulah keterbatasan Medan.

      Welcome to Medan

  41. Pemikiran yang bagus… boleh nih bocah gendut jd konsultan bisnis ku. hehehe. Makasi atas sharing nya. Mdh2an makin banyak review dari mu di MaMa.

  42. Nice sharing. Kbtulan lagi rencana buka resto padang sempat “was-was” juga strategi n planning nya. Mohon doanya semoga bisa “lantjar djaja” and profitable. Hehe

    1. Office building itu biasanya, area cafetaria mrk itu disebut common area. Dimana common area itu merupakan area yang operational cost nya itu dishare oleh semua penghuni/tenants.

      Nah kalau misalnya coffee shop itu letaknya di common area, dimana beban biaya sewanya dibantu oleh share cost para tenants, sehingga biaya sewa nya tidak terlalu membebani operational cost anda alias tidak kemahalan, silahkan saja. Yang penting operational cost setelah dikurangi gross profit masih bisa ada net profit.

      Trus talk about gross profit (Omset), pengalaman saya membuka bisnis kuliner di office building (Di Medan) agak berat, tapi bukan berarti tidak bisa. Karena customer anda akan sebatas tenants gedung saja. Trus anda jg harus tahu kelas ekonomi mana yg bisa membeli kopi anda? Soalnya pegawai dengan batas gaji 1-2jt akan sangat jarang membeli kopi anda. Ada brp jumlah karyawan dengan batas gaji begitu di gedung anda? Kalau 70% an maka akan sangat sulit.

      Jika coffee shop anda tidak menghadap jalanan dengan akses parkir jalanan, alias di dalam gedung, maka segmen market anda akan semakin terbatas pula. Orang Medan sangat malas repot parkir, dan harus jalan jauh. It is a habit.

      I can talk about this for hours, soalnya saya pernah merasakannya. Hahahahaha

    2. Tapi kalau coffee shop nya di dalam gedung, mirip mirip mal gitu, dan sewa nya tinggi, mendingan jangan kalau anda pengennya melihat ada net profit yang lumayan.

      Kecuali anda bilang “hobi” seperti point. 16 yah terserah anda toh? Haha

      1. Hmmm… sangat menarik ulasannya. konsep saya sih tempat untuk meeting kecil2an ato tempat untuk ketemuan dengan relasi, jadi hanya menjual kopi beserta cemilan. jd jika saya memilih daerah mall ato ruko sendiri, mgkn agak sulit. menurut bocah gendut, apakah lifestyle orang medan sudah cenderung menuju kesana?

      2. 1. Lihat point no.14, apakah Kopi anda beda dengan kopi kopi shop yang ada di Medan? Kalau tidak, mendingan anda mikir gimana caranya kopi anda berbeda daripada yang lain. Beda dalam arti lebih bagus ya hahaha.

        2. Cemilan anda, sama juga dengan point 14, usahakan cemilan anda buat sendiri, jauhi ambil dari orang lain. Kalau one of your main income anda dari cemilan jg, jangan ambil dari orang alias titip jual. Titip jual cuma bole kalau itu sekedar produk pelengkap saja, bukan yg utama. Mendingan buat sendiri cemilan anda, jangan bilang anda tidak bisa buat sendiri, kalau tidak bisa yah namanya bukan bisnis kuliner lagi, tapi bisnis titip jual.

        3. Kalau coffee shop anda lokasi nya agak jauh dari tpt parkir, lupakan kalau orang luar bakalan kesana. Mikirnya repot buat parkir, mereka pasti pilih ke coffee shop yang lain. Dont u think so?

        4. Believe it or not, ruko masih a good choice utk buka bisnis, liat point terakhir saya. Contohnya liat aja kopi Macehat, jg ga buka di mall atau gedung kantor, bisa thriving. Bisa sukses.

        5. Tapi bisnis kuliner bukan exact science, anda bole coba mungkin saja saya bisa salah. Soalnya ini pendapat saya doank. What do you think?

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s