Nasi kari Bagan, Jalan Melaka

nasi kari bagan

Kalau Jakarta itu muaranya para pendatang dari Jawa dan luar Jawa, maka Medan ini muaranya pendatang dari Sumatera. Dampak ini tentu juga berpengaruh pada kuliner. Di Medan ini bisa anda jumpai kuliner khas Aceh, Padang, Tapanuli, dan salah satu yang akan kita review kali ini, berasal dari kota kecil di propinsi Riau, Bagan Siapi Api.

kari peng bagan medan

Rumah makan ini terletak di Jalan Melaka, simpang Jalan Madong Lubis (Seberang Indomaret). Memang sih, di kawasan ini banyak yang berjualan makanan khas Bagan. Kebetulan saja atas dasar rekomendasi teman di Instagram, kami tertarik untuk menelusuri tempat ini.

mie bagan medan

Aging furniture, traditional look, dan homey feeling menandakan bahwa usaha ini telah lama dirintis. 20 tahun lebih pasangan paruh baya ini berjualan makanan khas Bagan, salah satunya yang terkenal ialah Nasi Kari Bagan.

nasi kari bagan
Nasi kari Bagan (16 ribu)

Perbedaan yang mencolok dari nasi kari Bagan ini ialah saosnya yang kental. Nasi putih dengan telur dan babi kecap (Khau Bak) itu dilumuri saos dengan aroma kari sangat terasa namun tidak pedas sama sekali. Disini, anda juga dapat merequest untuk memilih daging yang fatty or lean.

mie goreng bagan jalan melaka
Mie goreng Bagan (16 ribu)

Mie goreng Bagan, lebih becek dan mie yang digunakan juga lebih tebal dari mie kuning. Dengan sedikit kuah dari babi kecap sebagai bumbunya, ada keunikan tersendiri dari citarasanya.

babi telur kecap

Dinilai dari Khau Bak yang lezat serta pasangan tua ini yang begitu ramah melayani tamunya membuat kami ingin kembali lagi. Rumah makan ini juga menyediakan Bak Kut Teh khusus di hari minggu. Ada yang udah coba bak kut teh nya barangkali?

8 thoughts on “Nasi kari Bagan, Jalan Melaka

  1. Stlh lebaran 2015 yg lalu, sy bbrp kali kemari tp tidak buka. Sktran pk.14.00. Apakah sdh tutup usaha atau jam operasionalnya yg sdh selesai di jam itu ya? Mhn petunjuk bos.. krn sy suka masakan bagan. Thx…

      1. Oh gt ya bos.. mgkn bs cari th so bisa update review nya Nasi Kari Bagan, spt yg lain ada di-labelin ‘Closed’ kl sdh tutup usahanya. Krn info itu sgt membnt follower MaMa.

      2. Nah kalo udah yakin ga buka dalam kurun waktu tertentu atau emang udah beberapa orang memastikan baru la kita labelkan ‘closed’. Takutnya hanya libur sebentar atau mgk pindah lokasi. Dari sekian banyak tempat (500an review) di blog ini ga sanggup bro satu-satu dimonitor :p

  2. Berhubung saya orang Bagan (keturunan), sekalian komentar disini. Saya sendiri (dan keluarga) lebih suka Nasi kari bagan dari Jalan Malaka (seberang kursus Eureka).
    Boleh juga dicoba Mie Pangsit Bagan (Read: Mie Merah) dari toko di seberang Eureka ini. Kalau kata ortu gw (yang asli dari Bagan) rasanya lebih pas dgn lidah orang Bagan.

    Untuk RM yang di jalan Sampali, saya lebih suka “Ke-mie” nya dan “Cing-cong-fan”. Available on Sunday ajah kayaknya.

    1. Makasi atas infonya Cintoy, memang di Instagram juga sering direkomendasi yang di seberang Eureka pasca dipost foto yang ini hehehe…nanti sekalian kami masukkan ke blog juga yah….Thank you..

  3. Boleh coba kwetiau goreng udangnya, becek2 dikit plus udang kecil2.
    Trus ada “ke mie”..kyk mie sagu gitu dimasak kuah hitam.
    Bak kut tehnya standar si.
    Btw, disini nasinya suka agak lembek si. Ada satu tmpt makan bagan dijln sampali, pas seberang jalan enggang..menurut gue se lbh enak yg sampali.

    1. Setuju dengan Rob, nasinya sering terlalu lembek, disiram kari lagi, jadi 1/2 bubur deh. Dulu saya sering beli, mgkn 10 kali beli, 8 kali nasinya lembek

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s