fbpx

Sedapnya Ayam Penyet Bu Mai Jalan Gatsu

Terletak di samping Bank Mandiri. (Lewat Mawar Bakery)

Sering terlewatkan, ternyata tempat ini punya menu andalan.

Penampilan lapaknya yang kurang “ngejreng” (baca: kurang menonjol) membuat saya tidak menyadari bahwa tempat ini adalah sebuah lokasi kuliner yang sebenarnya worth a visit. Namun ketika kamu “menghentikan langkah” untuk sesaat dan melihat penuhnya tempat yang satu ini then you’ll know how much you have missed the fun!

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah banyaknya sepeda motor ojek online di depan. As expected, the wave of abang-abang ojol tidak menurun di sini, justru mengalami pasang naik memasuki jam makan siang bahkan sesudahnya.

Customer yang dine-in pun seakan tidak mengalah untuk turut memenuhi rumah makan Bu Mai menjelang pukul 12. Imagine how crowded this place is, in a positive way, though.

Layaknya satu ruko dengan tambahan garasi di depan, “garasi” rumah makan Bu Mai ini mungkin diubah menjadi sebuah area makan. Total terdapat dua area dine-in: luar dan dalam. Area depan dilengkapi dengan meja makan untuk 4 orang yang tertata rapi. Cahaya luar dan cuaca mempengaruhi suasana area yang lebih terbuka tersebut.

Suasana di bagian dalam rumah makan ini psychologically look real smol, but suprisingly is quite spacious inside. Di bagian dalam, cahayanya lebih remang dengan perpaduan warna dinding dan lantai keramik yang terkesan lebih gelap. Meskipun sedikit sesak, ada 3 wall-fan yang disediakan sehingga suasananya tidak begitu panas.

What to savor here?

Menu andalan mereka adalah Ayam Penyet, tapi kita juga mau cicip-cicip other dishes too. They have various Indonesian-based dishes to choose.

Both Ayam and Lele penyet yang kita pesan adalah a la carte, jadi nasinya dibayar terpisah. Harga nasinya sendiri memang cuma IDR 4rb doang, but untuk survive hingga akhir bulan, you can order the whole-set menu!

Durasi pemesanan hingga disajikannya menu terbilang cukup cepat, at least kita belum sempat meleleh karena udaranya yang panas. Note this: ketika diantarkan, harum ayam penyet dan sambalnya bertebaran di udara, mengindahkan setiap sisi ruang paru-paru. Menggiurkan banget!

Signature Dish: Ayam Penyet

Ayam penyetnya lembut dan ada sedikit rasa gurih. Less spicy, I think. Jadi dicocol aja dengan Sambal belacan untuk intensify the taste. Sambal Bu Mai ini cenderung manis dengan rasa pedas yang builds up slowly di lidah. So if you’re looking for sambal that you can eat while savoring its taste slowly, sambal pedas khas Bu Mai is for you.

What’s more from Bu Mai?

Selain ayam penyet “signature”-nya, kami juga cobain Mie Sop Ayam dan Lele Penyet.

Mie Sop (IDR 15rb)

Personally, I don’t expect anything more than just a common Mie Sop Ayam, and so was it. Mie Sop Ayam dengan penampilan seperti pada umumnya dengan kuah yang cenderung bening dan less oily. It tasted really lite at first but it was a lot more intense when it’s close to the last few slurps I made.

Surprisingly good.


Lele Penyet (tanpa nasi IDR 12rb)

Lele Penyetnya was surprisingly really good. Kulit ikan lelenya garing. Dagingnya lembut dan nggak berbau amis. Untuk mendampingi menu ini, nggak cuma Sambal Belacan yang disajikan, tapi kamu akan diberikan juga sambal kecap. Memang Lele penyetnya lebih cocok dengan saus kecapnya, tapi saya lebih suka campurin both sambal belacan dengan sambal kecap. Rasa pedas yang mengigit dan rasa manis yang menetralisir berbaur dalam keharmonisan.

Overall experience, I suggest to order the food online, karena tempatnya biasa full pas jam makan siang. Tidak ada yang berbeda mau kamu pesan pulang ataupun makan di tempat. For the food, Ayam penyetnya does taste great, but personally, Lele Penyet is slightly above it.

Ayam Penyet Bu Mai

Jl. Gatot Subroto No.349 A
 0822-7640-1761
10.30 AM – 10.30 PM
Available in GrabFood & Go-Food
Lokasi:
https://goo.gl/maps/iJ9fCF4s6FT2
Christine Jillian

Christine Jillian

Copywriter & Content Editor at Makanmana

Leave a Reply