Secuil Kisah Perjalanan Kuliner di Perbaungan

Once Upon a Time….

Hari udah mulai siang, matahari udah makin terik dan perut kami udah mulai berbunyi. Jadi, tim MaMa yang berjumlah enam orang pun langsung berangkat dari kantor menggunakan mobil Leo. Nah, sebelum lanjut ke Pantai Cermin dan Perbaungan, tim MaMa singgah buat takeaway kopi di outlet milik salah satu tim Mana Kreasi, Cecilia. (hint: MaMa pernah cobain BuDoMi-nya, cek aja di IG MaMa! 😁)

Bangunan ruko yang berganti menjadi jajaran pepohonan dan sawah menandakan kalo kami udah keluar dari Kota Medan. Sepanjang perjalanan, gue liat keluar jendela, menikmati pemandangan sekitar sambil menyeruput kopi pesanan gue. How relaxing!

Sekitar satu jam kemudian, mobil Leo berbelok menuju gerbang utama Ingah Seafood Pantai Cermin, tujuan pertama MaMa. Gue pun dengan cepat menyeruput sisa kopi gue sebelum turun dari mobil.

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan
Tim MaMa siapkan “alat tempur” sebelum shooting

Area luas yang dipenuhi pepohonan, pathway bebatuan, patung yang agak termakan usia, dan angin sepoi-sepoi menyambut kami pas MaMa menginjakkan kaki di Ingah Seafood. Banyaknya dining area sempat bikin MaMa bingung mau duduk di mana. Setelah coba duduk di beberapa area, MaMa duduk di bagian dalam dengan “lighting” dan “background” yang menurut tim MaMa paling pas buat shooting video.

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

“Tujuan kuliner MaMa kan Kota Perbaungan, kok gak sekalian ke Ingah Seafood yang ada di Kota Perbaungan, Ma?”

Yups, Ingah Seafood memang punya dua cabang: di Pantai Cermin dan Kota Perbaungan, cuman kami rasa yang ada di Pantai Cermin lebih luas dan lebih asri, plus harganya lebih “murah”.

Iya, lebih murah, soalnya kabarnya di cabang Perbaungan banyak pungutan liar… πŸ™„

Sebelum Melaju ke Tempat Duduk, Pilih Jenis Seafood Dulu!

Dari pintu masuk tadi, kalian bakal nampak satu ruangan dimana kalian bisa pilih dari beraneka jenis seafood segar, mulai dari ikan, kerang, hingga kepiting.

Then, The Seafood Craze Begins!

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Butuh waktu satu jam juga sebelum semua pesanan kami datang. Tapi gue, Christine, Ferdy, dan Hardy mau gak mau harus nunggu lagi karena semua makanannya harus di-shooting dulu (enaknya Leo dan Bobby yang bisa makan duluan….)

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Baby Octopus Goreng Tepung

Pas Leo bilang “oh, kok macam K*C?” jujur gue sedikit gak percaya.. Ah masa? Pikirku. Setelah gue cobain sendiri, gue baru setuju sama pernyataan Leo tadi. Rasanya familiar banget di lidah, sama persis dengan K*C atau gorengan bertepung sejenisnya.

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Bukannya gak enak, gua malah suka dengan citarasanya! Tapi, sayangnya yang jadi minus point itu adalah teksturnya yang alot, jadi butuh effort lebih besar buat gigit guritanya sampe hancur sebelum ditelan. Yah.. anggap aja olahraga rahang! 🀣

Kepiting Saus Padang

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Hidangan ini highlight dari Ingah Seafood! Nah, meskipun kepitingnya sendiri berukuran kecil, tapi dagingnya yang padat dan segar tetap bikin anak-anak MaMa bahagia.

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Rasa sausnya cenderung manis, beda dari Saus Padang di tempat lain yang cenderung pedas dan gurih. Menurut gue sendiri, ini lebih kayak makan kepiting pake saus tomat karena rasa dari saus tomatnya yang kuat banget.

Kerapu Bakar

Kalo disuruh pilih mana yang tampilannya paling menggugah selera pas semua menunya berjejer di meja, gue pasti pilih yang ini!

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Sedikit info nih, sebenarnya kami mau pilih ikan Aji-Aji, cuman ukurannya yang besar mengurungkan niat kami. Takut gak abis karena menu yang kami pesan cukup banyak!

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

Daging ikan yang segar, tebal nan lembut, bumbunya yang meresap sampe ke dalam daging, dan sedikit tampilan “gosong” di luarnya bikin gue gak bisa berhenti menikmati menu satu ini.

Tauge Ikan Asin

ingah seafood pantai cermin kuliner perbaungan

“Baru pertama kali gua liat tauge ikan asin pake tahu Jepang, biasa cuman tauge sama ikan asin”, kata Leo.

“Pake daun sop lagi”, timpal Bobby.

Siapa sangka, di tengah percakapan di atas terjadi sedikit “kecelakaan”: Leo dan Bobby tersedak gara-gara Tauge Ikan Asin ini. Leo yang tersedak parah ngaku kalo nasinya naik sampe ke hidung, ditambah sensasi pedas Tauge Ikan Asinnya lagi. Waduh Pak… 🀣 Kami yang berada di belakang kamera kan jadi kasian (sekaligus ngakak) liatnya…

Bolehlah Buat Makan-Makan Sebelum atau Sesudah Maen ke Pantai Cermin (atau Sebelum Lanjut ke Perbaungan Kayak MaMa)

..terutama buat anak-anak MaMa yang berencana bawa keluarga untuk makan di luar. Kalo bosen stay di Medan aja, tempat ini boleh dijadikan salah satu opsi nih!

Eniwei, langsung tonton video di bawah buat ripiu lebih lengkapnya (termasuk “kecelakaan” yang sempat terjadi di meja makan MaMa)!

Ingah Seafood

Alamat: Jalan Pantai Cermin
Jam Buka: 10.00-21.00
08126391655
Lokasi: https://goo.gl/maps/nMUsFmbdm5QwNqmB6

Dari Ingah Seafood, Ceritanya Masih Berlanjut..

Setelah perut terisi penuh, tim MaMa melanjutkan perjalanan ke Kota Perbaungan. Ada satu tempat kuliner di Perbaungan yang akan kami visit. Tapi, seperti yang kalian lihat di video tadi, udah banyak menu yang MaMa nikmati. Jadi, kami mau kunjungi satu tempat dulu sembari ngasih jeda buat perut.

Ayu Gurami

Tambak ikan Gurami dan Patin ini milik salah satu teman MaMa, jadi mumpung MaMa lagi ada di Perbaungan, MaMa sekalian kunjungi aja buat lihat-lihat.

Di sini, selain menikmati pemandangan, kalian juga bisa lihat langsung budidaya ikan gurami dan patin, serta proses “karantina” ikan-ikan untuk menghilangkan bau tanah sebelum dikirim ke customer/klien.

DSCF2029
Ayu Gurami juga menjual marinated frozen fish!

Bagi tim MaMa sendiri, selain luas, area tambak ini punya nilai estetika tersendiri, cocok banget buat foto-foto syantik berkonsep “back to nature” atau “pulang kampung” gitu.. 😁

Ayu Gurami

Kota Galuh, Perbaungan
Order (fast respon) via WA +62 821-6532-1495 di jam 19.00-21.00
Lokasi: https://goo.gl/maps/mnkk9czXc31tjcSd7

Destinasi Kuliner Terakhir: Babah Ucok Laksa

Puas jalan-jalan dan foto-foto, ditambah dengan cuaca yang lumayan terik, tim MaMa akhirnya bergerak menuju destinasi terakhir sebelum balik ke Medan.

Tim MaMa Sempat Bingung….

Ceritanya nih, tempat ini direkomendasikan oleh Kalvin alias Abok, salah satu tim Managrafi. Untuk lokasi pastinya, kami ikuti arahan Gugel Maps. Sampai di titiknya, tim kami bingung, kok gak ada tanda-tanda keberadaan Babah Ucok Laksa.

Tim MaMa sempat mengurungkan niat buat kunjungi tempat ini, tapi setelah mobil kami maju lagi beberapa meter, akhirnya ketemu juga tempatnya. Yay!! πŸ™Œ

babah ucok laksa kuliner perbaungan

Lesson learnt: Jangan terlalu cepat menyerah! πŸ’ͺ

Udah Eksis Selama 60an Tahun

Resep ini aslinya berasal dari nenek sang owner. Ceritanya, kakek dari sang owner menikahi seorang gadis Tionghoa di Jakarta. Kemudian, mereka pindah kemari dan membuka usaha ini.

babah ucok laksa perbaungan

Resep Laksa Betawi ini lalu diteruskan ke sang ibu dan kini usaha ini dipegang oleh anaknya, yakni pemilik yang sekarang.

Laksa Khas Betawi

babah ucok laksa perbaungan

Pas semangkuk Laksa ini mendarat di atas meja, bukan cuma Bobby, gue yang berada di balik kamera juga ikut bingung. Namanya Laksa, tapi kok jauh banget dengan Asam Laksa khas Peranakan yang ada di Medan ya?

I mean, biasanya Asam Laksa warna supnya kemerahan, tapi yang ini justru lebih mirip Soto Medan.

Secuil Kisah Perjalanan Kuliner MaMa di Kota Perbaungan
Ini Laksa yang ada di benak tim MaMa sebelum ke Babah Ucok Laksa

Ternyata oh ternyata, Laksa di sini bukan Laksa khas Peranakan, melainkan Laksa khas Betawi.

Ceritanya nih, sang owner merupakan pindahan dari Betawi, Jakarta. Makanya, hidangan yang disajikan di sini juga hidangan khas Betawi, termasuk Ketoprak.

“Mirip Soto, Tapi Ada Base Santan”

“Mirip Ind*mie rasa Soto Medan…”

Gua setuju sama statement Bobby di atas. Rasanya memang cukup familiar (baca: mirip mie instan), tapi yang ini lebih rich dan berlemak karena base-nya santan. Toppingnya sendiri menurut kami mirip dengan Mie Sop karena ada suwiran ayam, tauge, daun bawang, dan bawang goreng.

babah ucok laksa perbaungan

Setelah gue konsultasi sama Mbah Gugel, gue baru tau ternyata ada dua jenis Laksa secara umum: Laksa Asam (Laksa yang lebih umum ditemukan di Medan dan Malaysia) dan Laksa Kari. Nah, Laksa Betawi khas Babah Ucok Laksa ini masuk dalam kategori Laksa Kari.

babah ucok laksa perbaungan
Oh ya, Laksa di sini bisa kalian pilih: pake bihun atau pake mi instan

Karena gue udah lelah dan lapar, gua langsung sikat Laksa pake Bihun pesanan gue segera setelah Bobby dan Leo merampungkan shooting.

Menurut Leo, Laksa ini lebih ke comfort food, dan gue setuju. Sore-sore, setelah lelah jalan-jalan seharian ke Ingah Seafood dan Ayu Gurami Perbaungan, gue merasa nyaman dengan tenaga yang kembali terisi setelah sepiring Laksa ini gue habisin.

Bukan Air Sunlight, Tapi..

Warnanya yang hijau terang langsung menarik perhatian Bobby, dan mengingatkan dia sama salah satu merek sabun cuci piring yang udah terkenal seantero Indonesia. 🀣

PB260819

Eits, tapi jangan sebut ini Air Sunlight yah! Namanya Es Asam, dengan rasa manis asam yang menyegarkan (tapi menurut gue sendiri rasanya lebih condong manis). Minuman ini mengingatkan Leo sama masa kecilnya, soalnya dulu minuman ini sering dijual di gerobak-gerobak.

WARNING: Karena warnanya yang cukup mencolok dan rasanya yang manis, kami sarankan kalian minum ini hanya sesekali. Kata Leo: ” Ku Ku Cepai Lim Biaokin (Gapapa kalo diminum sesekali)”

Sepatah Dua Patah Kata dari Kami Sebelum Pulang ke Medan…

Memang gak salah Abok recommend tim MaMa buat mengunjungi tempat ini, soalnya selain kuliner yang considerably unik (sebelumnya kami belum pernah jumpai kuliner kayak gini di Medan), suasananya yang “village style” juga gak kalah Instagrammable! 😁

Biar lebih lengkap, langsung tonton video di bawah!

Babah Ucok Laksa

Alamat: Jalan Perbatasan/Simpang Roda, Perbaungan
Jam Buka: 15.00-19.00
Lokasi: https://goo.gl/maps/8n53bWuF7gxQgJiD9
Default image
Cindy Ardisa
Copywriter & Content Editor at Makanmana
Articles: 39

Leave a Reply