Minum Kopi Sambil Belajar Kopi di Anomali Coffee

Beberapa waktu yang lalu saya dan tim Makanmana mengunjungi Anomali Coffee Medan yang terletak di Jalan Iskandar Muda dalam rangka untuk mengikuti program Experience Hour Anomali yang unik.

Serangkaian biji kopi specialty dari Anomali Coffee

Tempatnya yang terdiri dari dua ruko ini tergolong luas, dengan tampilan (display) biji kopi di meja dan rak yang menghadap pintu langsung menyambut tamu. Dari sini sendiri bisa terasa bahwa Anomali Coffee berbeda dengan coffee shop komersil lainnya, dan lebih cocok dengan sebutan “Specialty” Coffee Shop.

Kalau di Medan, beberapa tempat yang mirip mungkin ada Otten Coffee, Filosofi Kopi, dan sebagainya.

Berawal dari Coffee Roaster Supplier

Cerita Anomali dimulai di Jakarta pada tahun 2007. Anomali merupakan supplier kopi yang mengkurasi biji-biji kopi yang sudah disangrai kemudian dijual.

Anomali hanya mengkurasi biji kopi dari seluruh penjuru Indonesia, setiap kopi yang dipilih memiliki kualitas premium yang akan terasa saat diminum. Bukan hanya itu, Anomali juga memiliki misi untuk mempromosikan dan mengkurasi Indonesia Specialty Coffee melalui edukasi dan pengalaman.

Hal ini mereka lakukan dengan membuat program yang disebut “Program Experience Hour”.

Program Experience Hour Anomali

Let’s talk about what we came here for!

Experience Hour di Anomali ini merujuk ke pengalaman menyeduh kopi yang bisa kamu dapati selama di Anomali. Supaya lebih praktis, setiap kegiatannya udah dijadwalkan, makanya hanya bisa di jam-jam tertentu kamu merasakan pengalaman menyeduh kopi ini. Hence namanya ‘Experience Hour’.

Kami mencoba dua kegiatan di sini, Manual Brew V60 dan Latte Art. Sebagai seseorang yang lebih sering minum kopi komersial, saya memang tidak begitu paham tentang kopi secara mendalam, apalagi teknik-teknik menyeduh yang mungkin selama ini saya kenal tapi tidak mengerti.

Enter Barista Diaz, salah satu head Barista Anomali yang langsung terbang dari Jakarta untuk mengawasi kegiatan ini selama sebulan. Sabar dan berpengetahuan, Barista Diaz menjelaskan dengan mendetail tentang kopi dan teknik menyeduh V60 yang diajarkan ke saya. Jadi buat kalian yang juga awam seperti saya, ga perlu takut kok, karena penjelasannya pakai bahasa layman yang mudah dimengerti.

Manual Brew V60

Untuk V60, pertama-tama, pilih dulu jenis kopi yang ingin kalian seduh. Biji-biji kopi yang ada di sini semuanya biji kopi lokal yang dikurasi Anomali dari Sabang sampai Merauke. Setiap biji kopi memiliki aroma yang berbeda.

Display sekaligus tempat buat manual brew.

Dari tempat biji tersebut ditanam, udara dan juga berbagai hal lainnya dapat mempengaruhi aroma kopi. Mungkin kalian juga pernah menyium aroma kopi yang apek?

Do you know? Proses pengolahan biji kopi pasca panen mempengaruhi keasaman kopi. Jadi tiap biji kopi yang diseduh akan memiliki note rasa yang berbeda, masing-masing memiliki keunikan sendiri.

Setelah memilih biji kopi, kita timbang dulu berapa banyak gram yang diperlukan. Idealnya, menurut standar Anomali, sekitar 20g untuk setiap penyeduhan. Tiap coffee shop memiliki gaya yang berbeda, jadi cari aja yang sesuai buat selera kamu.

Habis nimbang, kita ke belakang area bar untuk grind biji kopi.

Semua peralatan dan sebagainya sudah tersedia, jadi kalian hanya perlu bawa keinginan belajar kalian ke sini. Untuk menyeduh kopi secara manual, suhu air yang digunakan juga memengaruhi akhir rasa dari kopi tersebut.

Di Anomali, suhu yang disarankan sekitar 93°C.

Seringkali ketika saya melihat barista-barista di Coffee Shop menyeduh teh dengan teknik V60, saya merasa itu hal yang “mudah“. Tapi ternyata setelah dipraktekkan sendiri ga semudah yang saya imajinasikan.

V60 merujuk ke alat menyeduh yang memiliki sudut 60º

Pertama-tama basahi dulu coffee filter dan alat V60 dengan air panas. Setelah airnya dibuang dan coffee filternya basah, masukkan biji kopi. Tuang air panas di tengah-tengah dulu, biarkan kopinya “bubbles up” atau bergelembung untuk mengeluarkan gas CO2 yang berada di dalam biji kopi. Proses ini biasanya dikenal sebagai “blooming”.

Setelah gasnya menguar dan gelembung-gelembung mulai menghilang, seduh kopi dengan gerakan rotasi 360° secara pelan-pelan. Ada tiga kali rotasi, setiap rotasi dihitung dengan berapa gram air. Makanya selama menyeduh, biasanya alatnya diletakkan di atas timbangan agar bisa lebih pas.

Berbagi hasil manual brew bersama tim MaMa.

Citarasa di akhir yang kalian rasakan tidak hanya bergantung pada biji kopi dan pasca panennya, tapi juga suhu air dan teknik menyeduh.

Latte Art

Next, salah satu anak MaMa, Janice, cobain Latte Art. Untuk buat Latte Art, kita juga diajari cara buat Latte. Dari espresso, milk steaming, sampai art-nya. Of course, kalau kalian cuma pingin belajar art-nya aja juga bisa.

Tapi berhubung kami belum pernah buat kopi, langsung dimulai dari langkah paling awal.

Pemilihan biji kopi buat espresso.
Ketika biji kopi diekstrasi.

Berbeda dengan manual brew yang habis biji kopinya habis di-grind langsung di seduh, untuk membuat espresso, biji yang di-grind serba halus ditampung dalam wadah yang namanya portafilter. Ratakan biji kopi, kemudian ditekan dengan tamper agar rata dan rapi.

Portafilter kemudian dirapatkan dengan group head, tempat di mana biji kopi yang telah dipadatkan akan diekstrasi. Group Head harus berada dalam suhu tertentu, makanya sebelum portafilter diletakkan, Group Head dibilas dengan air boiler terlebih dahulu.

Di sinilah biji kopi tadi diekstrasi menjadi espresso shot, biasanya setiap sekali ekstrasi, kalian akan mendapatkan dua (double) shot sekaligus. Sambil menunggu, Barista Diaz sudah menyiapkan susu yang akan dipakai.

Setiap susu yang dipakai untuk membuat Latte selalu di-steam terlebih dahulu. Susu yang di-steam biasanya lebih creamy dan lebih terasa susunya. Berbeda dengan susu di Cappuccino di mana susu di-froth, menghasilkan foam atau busa dan karakter atau rasa susu tidak begitu dalam.

Steamed Milk memang biasanya digunakan untuk menyajikan latte dengan art.

It was a really fun experience, apalagi buat yang tertarik dengan Latte Art tapi ga tau mau mulai darimana. Program Experience Hour ini pas banget!

Enjoy Your Coffee!

Setelah selesai buat kopi sendiri, MaMa juga pesen makanan buat jadi pendamping kopi.

Di sini pilihan makanannya lumayan bervariasi juga. For breakfast, you can get the Beef Bacon and Eggs, or Power Breakfast. Classic Benedict and Egg White Omelette sounds awesome too!

Tiap pembelian menu breakfast di jam 9-10 pagi, kalian bisa dapat Black Coffee/Black Tea dengan hanya top-up 10rb. Atau kalau kalian pingin kopi aja bisa juga, hanya dengan 15K kalian bisa beli Americano atau Single Origin Coffee. Hanya berlaku di jam 9-10 pagi aja.

Ada area outdoor, indoor, dan smoking area indoor yang terletak pas di dalam.

FYI, tempatnya yang lumayan luas dan tempat duduknya yang berjarak perfect buat chilling santai atau buat nugas atau kerja. Apalagi kan sekarang lagi marak WFC alias Work From Cafe, langsung gas ke sini aja!

Anomali Coffee

Alamat: Jl. Iskandar Muda No.131
No. Telp: (061) 4521818
Jam Buka: 9AM-7PM
Lokasi: https://goo.gl/maps/RaD4rGCdhmnqgH8e9
Share this article
Default image
Christine Jillian
Blog Writer & Senior Content Planner at Makanmana
Articles: 73

Leave a Reply