Bagi para pecinta kuliner non halal di Medan, terutama yang tinggal di daerah Cemara Asri, nama Talaopan sendiri mungkin sudah bukan sesuatu yang asing. Beberapa menu khas Hongkong dan Bali (dengan sentuhan Talaopan) sudah cukup banyak memanjakan lidah para pelanggan setianya.

Bahkan, di tahun lalu saja MaMa sempat dibikin mindblown dengan beberapa menu nasi, mie, serta bubur yang super comforting dan hearty. Tentu saja dengan tampilan yang membuat siapapun refleks mengangkat peralatan makan mereka.
Sekilas Latar Belakang Owner Talaopan
Tony, chef sekaligus pemilik Talaopan, memiliki latar belakang yang cukup mengagumkan. Ia dulu pernah bekerja dengan William Wongso, seorang pakar kuliner, serta mempunyai pengalaman kerja di The Duck King. Belum lagi, kepemilikan restoran di Bali menambah ‘portofolio‘ Tony soal keahlian dalam kuliner khas Hongkong dan Bali.

Selengkapnya bisa kalian baca di sini ya!
Something New Ketika MaMa Tiba..
Jujur saja, sebelum MaMa berangkat, MaMa sempat teringat akan ruangan makannya yang terbatas, apalagi jarak antar mejanya cukup sempit.



Pas sampai, MaMa sudah bersiap-siap masuk ke tempat makan dengan tulisan Talaopan (大老板) besar di atasnya. Tapi, MaMa justru diarahkan untuk masuk ke ruko yang berjarak dua blok dari ruko utamanya.

Eksterior dari kaca dengan kusen putih, ditambah dengan hiasan dari batu terasa agak berbeda dari Talaopan biasanya. Tapi, ketika masuk ke dalam, MaMa kembali dipertemukan dengan interior khas Talaopan yang familiar: lighting berwarna kekuningan yang memberikan rasa nyaman, mural di dinding yang membuat kalian serasa berada di tepi danau di Tiongkok, serta perabotan berbahan kayu yang senada dengan lighting.


Yup, ekspansi ke ruko baru ini sudah membuang kekhawatiran MaMa yang tadi. Kalau di ruko utama hanya ada satu ruang makan utama, di sini ada dua. Bedanya, kursi pada ruang makan di depan tidak ada sandaran, sedangkan kursi di bagian dalam ada sandaran.

Tapi, Yang Ini Lebih Unexpected..
Awalnya, MaMa sempat berpikir mau cobain menu nasi, mie, dan bubur yang jadi ciri khas Talaopan. Tapi, ketika buka menu, MaMa langsung diberi saran untuk cobain menu baru di sini: Kombinasi Gila Babi dan Pork Fiesta. Dari namanya saja sudah seakan mengundang para pecinta daging babi untuk berkumpul nih!

Porkaholics, assemble!
Kombinasi Gila Babi (225rb)

Beruntungnya MaMa hari itu datangnya berenam, jadi bisa cobain menu satu ini. Tampilan lima jenis masakan daging babi ini sungguh memanjakan mata. Fyi, di seporsi Kombinasi Gila Babi ini, kalian bisa merasakan masakan khas Hongkong, Manado, hingga Bali.
Penyajian standard-nya, kalian akan diberikan empat jenis masakan babi: Babi Woku, Babi Hamha, Babi Meichai, dan Babi Terasi. Untuk menu di tengah, kalian bisa pilih antara Chasio, Siobak atau menu daging babi lainnya.
Babi Woku

Babi Woku ini menu yang cukup unik. Kalo biasanya masakan Woku khas Manado ini berbahan dasar daging ayam, di Talaopan, menu ini dikreasikan dengan daging babi. Rasanya yang pedas, gurih, dan asam cukup intens. Tekstur dagingnya yang fatty juga langsung melebur di dalam mulut.
Babi Hamha

Daging babi dimasak dengan hamha (sejenis pasta udang fermentasi), menghasilkan rasa yang asin. Mungkin saja, base bumbu hamha-nya memang sudah asin, makanya MaMa sarankan kalian nikmati menu khas Cantonese ini bersama nasi putih.
Babi Meichai

Chindo Medan pastinya sudah tak asing lagi dengan menu Khao Bak. Nah, sekilas, menu Babi Meichai dari Talaopan ini punya tampilan yang mirip. Potongan daging babi dimasak dengan kecap dan meichai (boichai). Menu khas Hakka ini nostalgic banget, mengingatkan MaMa akan masakan nenek.
Babi Terasi

Babi Terasi bertema Nusantara khas Bali jadi salah satu varian favorit MaMa. Aroma terasinya cukup kuat, dengan sensasi yang meledak-ledak. Apalagi, tambahan aroma smoky-nya juga nagih banget! Sama dengan Woku, menu ini juga unik karena Talaopan mengkreasikan menu ini dengan daging babi alih-alih daging ayam.
Babi Chasio

Menu Chasio ini tak boleh dilewatkan karena merupakan menu signature dari Talaopan. Hampir sama dengan Babi Meichai, Chasio yang berasal dari Hongkong ini punya base rasa yang manis (meskipun tidak semanis Meichai). Tapi, adanya bagian yang charred bikin rasanya juga sedikit smoky.
Sekali lagi, menu ini boleh diganti sesuai preferensi dan ketersediaan menu di hari tersebut ya!
Makan dengan Nasi Putih (10rb), Nasi Hainam (15rb), atau Bubur (20rb)?
Untuk menemani menu di atas, kalian boleh pesan antara Nasi Putih, Nasi Hainam, atau Bubur Polos. MaMa sendiri paling merekomendasikan buburnya, karena bubur sendiri merupakan menu signature Talaopan.



Jujur, sebenarnya tanpa tambahan apapun, buburnya yang kental udah terasa nikmat, karena di atas buburnya ada beberapa condiment, seperti kulit pangsit, jahe, daun coriander, serta minyak wijen. Tapi, tentu saja ketika dipadukan dengan menu daging babinya, rasanya bakal jauh lebih intens.
Pork Fiesta (100rb)
Kalian ingin menikmati aneka menu daging babi seperti di Kombinasi Gila Babi, tapi kalian hanya datang sendiri atau cuma berdua? Jangan khawatir, kalian bisa pesan menu Pork Fiesta!
Bedanya, Kalau di Kombinasi Gila Babi kalian bisa cobain lima jenis masakan daging babi, di menu Pork Fiesta, kalian cukup memilih tiga jenis diantaranya. Tapi, sebagai tambahan, kalian akan diberi telur setengah butir. Untuk pilihan nasinya juga ada nasi putih dan nasi Hainam.

Penyajian standard-nya, Talaopan merekomendasikan perpaduan menu terbaik, yaitu Babi Woku, Babi Meichai, dan Babi Hamha, tapi kalian boleh request untuk diganti sesuai preferensi kalian (MaMa pribadi sih bakalan pilih Chasio, Babi Terasi, dan Babi Woku).
Vegetables of the Day (25rb), untuk “Menebus Dosa”
Dengan banyaknya menu daging babi yang kami santap, of course kami harus memesan menu sayuran biar “tetap sehat”! Ketika MaMa berkunjung, menu sayuran yang ditawarkan hari itu adalah Romaine Lettuce.

Meskipun ditumis, warna sayur Romaine yang masih hijau bikin MaMa terkesan. Sayurnya dimasak dengan kecap, menghasilkan warna hijau yang kontras dengan kecap yang cokelat kehitaman.
Eitss, dahi kalian jangan berkerut dulu! Meskipun berbentuk sayuran, MaMa yakin kalian bakal enjoy menu satu ini! Alih-alih berbau mentah khas sayuran, Romaine Lettuce di sini justru terasa umami, dengan tekstur Romaine yang masih garing.
Mau Datang Sendiri Atau Rame-Rame, There’s Always Something For You!

Meskipun mungkin kalian sudah punya menu favorit sendiri tiap berkunjung ke Talaopan, MaMa sarankan kalian coba dua menu ini setidaknya sekali. Siapa tahu, gelar ‘menu favorit’ dari kalian bakal langsung berpindah kemari!
TALAOPAN Specialist Hongkong Porridge
Komp. Cemara Asri, Jl. Makmur No.8F, Kec. Percut Sei Tuan
https://maps.app.goo.gl/BWcJ4ZTmXKQmDHFN6
Jam Operasional:
11.00-21.00 (Senin-Jumat)
08.00-21.00 (Sabtu-Minggu)
Non Halal
IG: @talaopan.id


Leave a Reply