Makanmana

Kuliner Medan Paten sejak 2007

Satu nama menu yang langsung terlintas ketika ada yang menyebut tempat makan satu ini: Pan Mee! Menu ini paling ‘senior’ di Hoo Yee, karena sudah jadi bintang utama sejak 2016. Tapi, kali ini MaMa mau cobain Dimsum yang merupakan menu baru di sini.

Sekilas Sejarah Hoo Yee

Seperti yang bisa kalian baca di sini, Hoo Yee berawal dari kerinduan para owner-nya akan makanan di Malaysia. Untuk melepas rindu mereka, sekaligus warga Medan lain dengan kerinduan yang sama, Hoo Yee pun lahir dengan menu Pan Mee sebagai menu makanan satu-satunya.

Dokumentasi: http://www.makanmana.net, 2016

Outlet Hoo Yee yang pertama pun sederhana banget, hanya berupa satu ruko kecil dengan beberapa seating area—lebih berkonsep eat-and-go. Beda banget dengan sekarang yang sudah mengusung konsep casual dining. Menu-menunya juga makin beragam, bahkan baru-baru ini Hoo Yee meluncurkan menu Dimsum!

Dimsum ala Hoo Yee

Menikmati dimsum di Medan sebenarnya tidak sulit, karena banyak outlet populer yang menjamur di berbagai sudut kota Medan. Tapi, tantangan justru muncul ketika akan mencari restoran dimsum yang non Halal karena jumlahnya yang masih terbatas. Oleh karena itulah, dimsum ala Hoo Yee pun hadir seakan menjawab masalah tersebut, bahkan menawarkan variasi yang bisa dibilang baru.

Hal lain yang bikin MaMa kagum dengan dimsum di Hoo Yee adalah proses pembuatannya yang masih manual alias handmade, di tengah gempuran dimsum yang mass-produced. Tapi, karena pembuatannya secara manual, jumlah dimsum yang dihasilkan per harinya pun terbatas, dengan bentuk yang irregular dan tidak akan sama persis di tiap batch. Jadi, wajar ya kalau kalian lihat bentuknya tak terlalu seragam.

Without further ado, let’s dig in!

Siu Mai (燒賣/Shrimp and Pork Dumpling, 29rb)

Seperti restoran dimsum lainnya, Siu Mai jadi menu yang wajib ada di meja, tak terkecuali di Hoo Yee. Sekilas, Siu Mai di sini terlihat sedikit berbeda dari Siu Mai biasanya karena ada potongan jamur kuping hitam. Tapi, justru itulah yang bikin Siu Mai di sini unik.

Perpaduan daging bebong dan udang tidak dicincang terlalu halus, tapi tetap menghasilkan tekstur yang lembut dan juicy. Adanya jamur kuping hitam menambah sedikit tekstur garing pada Siu Mai-nya, bikin dimsum satu ini wajib kalian coba.

Har Gao (蝦餃/Steamed Shrimp Dumpling, 29rb)

Sesuai namanya, Har Gao (Hakau) adalah menu dimsum yang berisi daging udang. Nah, Har Gao ini konon katanya menjadi menu yang digunakan untuk mengukur kemampuan chef dimsum. Fyi, Har Gao yang bagus punya beberapa syarat, salah satunya adalah kulitnya yang harus sedikit transparan.

Isian udang Har Gao di sini cukup generous, meskipun potongannya bisa sedikit diperbesar. Tapi, tekstur udangnya yang masih sedikit garing, ketika dipadukan dengan kulitnya yang tak terlalu tebal dan lembut, menghasilkan overall tekstur yang balanced di mulut.

Chashao Rou (叉燒肉/Pork Charsiu, 45rb)

Ngaku deh, pas MaMa nyebut ‘Charsiu‘, yang langsung terlintas di benak itu daging dengan luaran berwarna merah, yang biasanya dinikmati dengan Siobak, kan? Nah, di sini Charsiu-nya beda!

Alih-alih kemerahan, bagian luar potongan Chashao Rou ini justru berwarna cokelat tua. Salah satu alasannya adalah Chashao Rou di sini tidak diberi pewarna. Tak hanya tampilan, Chashao Rou di sini juga berbeda dari segi rasa. Tak hanya manis, aroma khas Gohyong (5 spices) juga terasa.

Sebagai pendamping, ada plum sauce, saus cocolan berwarna cokelat kehitaman yang kental. Sausnya terasa manis, mirip dengan saus yang biasanya jadi pendamping Bebek Peking. Saran MaMa, nikmati Chasio bareng sausnya biar rasanya makin susah dilupakan!

Zheng Paigu (蒸排骨/Steamed Spare Ribs with Fermented Black Beans, 33rb)

Menu satu ini juga berbeda dengan menu Paigut biasanya. Kalau umumnya Paigut dipotong berukuran besar, di sini iganya justru dipotong kecil-kecil, lalu dimasak dengan taucio (kacang kedelai hitam).

Hal lain yang unik adalah, meskipun dimasak dengan taucio, tapi justru aroma khas taucio-nya masih sopan. Ditambah dengan daging Paigut yang lembut, menu ini wajib banget ada di meja kalian, terutama buat para pecinta iga bebong!

Lajiang Xia Huntun (辣醬蝦餛飩/Shrimp Wonton with Spicy Sauce, 33rb)

Ini juga jadi menu yang punya taste beda, lain dari ‘mindset’ dimsum pada umumnya.

Kalau biasanya Wonton (pangsit) dinikmati sebagai menu yang ringan, di Hoo Yee justru menu ini terbilang lebih berat. Aroma cukanya yang mendominasi serta sensasi pedas bikin keseluruhan rasanya lebih intens.

Zheng Rou Wan (篜肉丸/Steamed Pork MeatBall, 29rb) dan Zha Rou Wan (炸肉丸/Fried Meat Ball, 29rb)

Di Hoo Yee, ada dua jenis Meat Balls yang MaMa pesan: digoreng dan dikukus. Keduanya berisi daging bebong yang dicincang halus.

Keduanya sama-sama berukuran besar—mirip bola golf tapi lebih kecil sedikit. Bedanya, yang digoreng disajikan dengan saus sambal, sedangkan yang dikukus disajikan dengan saus yang kental.

Leng Hong Kien (蛋黃醬蝦/Mayonnaise Shrimp, 29rb)

Mungkin biasanya menu Leng Hong Kien yang kalian familiar, disajikan dengan saus mayonnaise yang sudah disiramkan. Tapi di Hoo Yee, saus mayonnaise justru disajikan terpisah, dan baru dicocol ketika akan dinikmati.

Meskipun cita rasa udangnya kuat, tapi menu ini termasuk menu yang safe bet, dalam arti menu ini jadi rekomendasi buat kalian yang nggak terlalu ‘adventurous’ soal makanan.

Zha Wuhuarou Pian (炸五花肉片/Fried Slice Pork Belly, 45rb)

Potongan Slice Pork Belly di sini lebih kecil dan tipis dibanding biasanya. Meskipun teksturnya bisa dibuat lebih garing, MaMa tetap suka Slice Pork Belly-nya yang langsung lumer di dalam mulut.

Dan menu dimsum lainnya yang pas buat rame-rame!

Selain menu di atas, MaMa juga pesan Fried Wonton dengan isian udang (best-seller), Fried Chicken Wings dan Chicken Popcorn yang pasti jadi favorit anak-anak, Five Spice Meat Rolls, Bakpao, serta Lobak Goreng.

Cobain Juga Menu Paling ‘Sepuh’ di Hoo Yee!

Tak lengkap rasanya kunjungan ke Hoo Yee tanpa cobain menu yang paling bersejarah di sini, yaitu Malaysian Chili Pan Mee (馬拉西亞板面, 52rb). Menu ini merupakan adaptasi dari Dry Chili Pan Mee yang berasal dari Malaysia. Meskipun bentukannya kering, kalian akan diberi sup bening dari rebusan tulang bebong.

Kurang pedas? Ada dua jenis sambal yang bisa kalian tambahkan.

Btw, Pan Mee sendiri bukan nama menu, melainkan salah satu jenis mie (mirip istilah Mie Kasar/Mie Halus di Medan). Pan Mee (Ban Mian) secara harfiah berarti mie papan, berasal dari pembuatan mie ala suku Hakka yang dipotong menggunakan papan. Dry Chili Pan Mee sendiri merupakan modifikasi warga Kuala Lumpur dari Pan Mee yang populer di Tiongkok, Singapura, Taiwan, dan Malaysia.

Nambah Lagi Opsi Dimsum Non Halal di Medan!

Dengan hadirnya menu dimsum di Hoo Yee, pecinta dimsum non Halal pastinya lebih dimanjakan lagi. Varian dimsum-nya yang cukup unik dan di luar kamus per-dimsum-an warga Medan juga pasti memberikan pengalaman makan yang baru dan berbeda.

Hoo Yee 好嘢

Ruko Royal Residence, Jl. Palang Merah No.20-21, Kec. Medan Maimun
https://maps.app.goo.gl/yckeLZszEc2Goytn6
Jam Operasional: 08.30-21.00
Non Halal
IG: @hooyee.id

Leave a Reply

Discover more from Makanmana

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading