Sebagai salah satu melting pot kuliner di Indonesia, Medan menawarkan banyak kuliner dari berbagai negara. Sebut saja kuliner khas Korea, Jepang, hingga Timur Tengah yang keberadaannya makin menjamur.
Tapi, beberapa tahun belakangan ini, pariwisata Vietnam mulai banyak dilirik, tak terkecuali oleh warga Indonesia. Imbasnya, ketertarikan akan kuliner Vietnam pun semakin meningkat. Bagi yang belum berkesempatan mengunjungi Vietnam, tentu saja rasa penasaran akan cita rasa makanan Vietnam itu begitu menggelitik, apalagi setelah melihat penampilannya yang unik.

Demi memenuhi rasa penasaran inilah, Pho House jadi salah satu tempat makan khas Vietnam yang hadir di Medan, dengan berbagai hidangan populer khas Vietnam.
Xin chào!
Phở Itu Sebenarnya Apa Sih, Ma?
Phở adalah sajian berkuah asal Vietnam yang berbahan dasar rice noodles (bánh phở), kuah kaldu, rempah, dan daging. Sebagai pendamping, kalian akan diberi sepiring condiments, yang diantaranya ada daun mint, daun ketumbar, tauge, dan jeruk nipis.

Sejarah Phở sendiri sebenarnya kurang jelas, tapi beberapa sumber mengatakan bahwa Phở berasal dari Nam Định, Vietnam bagian utara. Awalnya, warga Vietnam mengonsumsi daging kerbau, tapi saat penjajahan Perancis, konsumsi daging sapi turut dikenalkan. Phở kemudian dibawa dari Nam Định ke Hanoi oleh para pekerja proyek jembatan Long Biên.

Ketika Vietnam terpecah menjadi dua bagian sekitar tahun 1954, banyak warga Vietnam utara yang pindah ke bagian selatan, membawa serta hidangan Phở. Di selatan, mereka memodifikasi hidangan Phở ini sehingga menjadi lebih manis, serta lebih intens dari penggunaan aneka rempah dan bumbu.
10 Tahun di Vietnam, Sebelum Pho House Lahir




Sebelum kembali ke Medan, sang owner telah terlebih dulu tinggal di Vietnam selama lebih kurang 10 tahun. Barulah pas pandemi kemarin, sang owner kembali ke Medan. Di ruko yang terbilang cukup sederhana ini, sang owner bersama sang suami memutuskan untuk membawa kuliner serta kenangan Vietnam kepada warga Medan melalui Pho House. Sesuai namanya, Phở jadi menu utama di sini.
Special Beef Pho (Phở Bò Đặc Biệt, 55rb)

Sesuai namanya, menu Phở satu ini terasa spesial karena menggunakan dua jenis daging sapi (shortplate dan brisket) serta bakso sapi.

Kuahnya sendiri direbus selama berjam-jam, menghasilkan kaldu yang penuh aroma, kuat tapi juga light di saat bersamaan. Kaldunya terasa manis, sedikit asin, serta aromatic dari bawang dan daging sapi. Btw, daging sapinya tak terasa alot!
Chicken Pho (Phở Gà, 50rb)

Ini adalah alternatif menu Phở buat kalian yang tidak makan daging sapi. Konon katanya, Phở daging ayam lahir karena sekitar tahun 1939, pemerintah Vietnam memutuskan untuk membatasi persediaan daging sapi.

Di Pho House, meskipun dimasak terpisah, kaldunya juga se-aromatic kaldu sapi, dengan ending sedikit asam. Sama dengan Beef Phở tadi, kuahnya benar-benar soothing dan comforting banget! Oh ya, biar cita rasanya paling maksimal, MaMa sarankan kalian nikmati Phở kalian selagi panas. Soalnya, flavor dan experience-nya bakal sama sekali berbeda kalau sudah dingin.
Mixed Beef Pho (Phở Bò Trộn, 50rb)

Kalau kedua menu Phở tadi berkuah, yang ini versi keringnya! Bisa dibilang, menu ini unik dan berbeda, salah satunya karena kombinasi topping yang ada bukan sesuatu yang mainstream: daging, kacang, bawang goreng.

Pada suapan pertama, MaMa langsung diingatkan pada Pad Thai khas Thailand karena rasanya mirip. Hanya saja, tekstur dan cara masak membedakan Phở ini dengan Pad Thai. Base rasanya asam manis, dengan aroma kacang tanah yang kuat. Menurut sang owner, menu ini jadi favorit para pelanggan wanita yang berkunjung!

Tak sekedar garnish, daun mint yang ada di atasnya justru harus kalian santap, karena cita rasanya bakal lebih elevated.
Special Rice Rolls (Bánh Cuốn Đặc Biệt, 42rb)

Selain Phở, Rice Rolls juga salah satu kuliner khas Vietnam yang terkenal. Di Pho House, MaMa cobain menu yang bisa dibilang 3-in-1. Di seporsi Special Rice Rolls ini, ada 2 pcs Shrimp Rolls, 2 pcs Chicken Rolls, dan 1 pc Egg Roll.


Bahan dasarnya memang sama dengan ciong fan khas Hongkong, tapi ini menu yang sama sekali berbeda ya! Biasanya, ciong fan a la Hongkong disajikan dengan kuah yang sudah disiramkan ke rice rolls. Tapi di sini, kalian akan diberi satu mangkuk saus cocolan. Ada dua cara makannya, yaitu dicelup langsung atau dimakan dari sendok bersama dengan sausnya.

Sausnya bertekstur encer tapi sedikit kental. Rasanya sedikit asam dan manis, dengan aroma daun ketumbar yang noticeable. Benar-benar pengalaman makan rice rolls yang sama sekali berbeda dengan ciong fan! Btw, kalian juga bisa pesan Egg Roll dengan isian telur setengah matang.
Fried Spring Rolls (Nem Rán, 32rb/2 pcs, 70rb/5 pcs)

Sama-sama berbahan dasar rice rolls, tapi yang ini digoreng mirip Lumpia. Kulitnya renyah dan rapuh banget, jauh dari kesan kering dan keras. Isian jamur, sayuran, dan daging terasa light banget, makanya kalian harus cocol ke saus yang disediakan biar rasanya lebih intens.

Poached Egg (Trứng Chân, 10rb)
Menu ini MaMa pesan sebagai pendamping menu utama. Telur setengah matang dinikmati bareng kuah kaldu. Sensasi rasanya unik yet familiar di saat bersamaan.

Ada Menu Phở Sapi dan Ayam, Tapi Kuahnya Gimana?
Nah, ngaku dulu, pas MaMa bahas pilihan Phở sapi dan ayam, siapa nih yang dari tadi mikir kuah kaldu keduanya dari sapi atau ayam? Tenang, bagi kalian yang tidak makan daging atau kaldu sapi, kaldu ayamnya dimasak terpisah dari kaldu sapi kok!

Rice Noodles-nya Juga Homemade!


Btw, MaMa juga suka banget dengan homemade rice noodles-nya yang halus dan licin. Tapi, jangan aduk rice noodles-nya ketika dimakan ya, karena akan menyerap kuahnya dan jadi bertekstur lunak.
Aneka Menu Kopi ala Vietnam
Tak lengkap rasanya menikmati kuliner khas Vietnam tanpa diakhiri dengan kopi khas Vietnam. Fyi, Vietnam merupakan salah satu eksportir kopi terbesar di dunia, makanya tak heran kopi Vietnam begitu terkenal.

Untuk menu kopinya sendiri, MaMa pesan dua jenis Drip Coffee: Black (Cà Phê Đen, 22rb) dan Milk (Cà Phê Sữa, 28rb). Tak lupa, MaMa juga pesan menu kopi khas Pho House, yaitu Pho House Special Coffee (Cà Phê Đặc Biệt, 38rb). Ingat biar lebih maksimal, kalau pesan drip coffee, kalian tunggu sampai drip-nya selesai dulu sebelum dinikmati ya.


Berbeda dari kopi lainnya, kopi khas Vietnam ini punya karakter sendiri, dengan rasa pahit yang lebih intens. Bagi kamu yang sulit menikmati kopi pahit, disarankan untuk tambah sedikit gula dulu.
Serasa Dibawa ke Area Street Food Vietnam!

Pho House benar-benar jadi rekomendasi MaMa bagi kalian yang rindu kuliner khas Vietnam, atau sekedar penasaran sama kuliner khas Vietnam. Aneka menu yang unik dan menarik dijamin bakal menggelitik tastebuds kalian, sekaligus membawa pengalaman makan yang sama sekali baru. Akhir kata..
Cảm ơn!
Pho House
Jl. Aipda KS Tubun No.59/77, Kec. Medan Kota
https://maps.app.goo.gl/NjEJutmMMKr2TK8U6
Jam Operasional:
Selasa-Jumat (07.00-20.30)
Sabtu & Minggu (07.00-21.00)
Senin tutup
No Pork No Lard
IG: @phohousemedan


Leave a Reply