Agak susah mencari santapan siang di bulan puasa. Kebetulan rabu kemarin diajak Jefry Lekker buat makan siang. Awalnya kita mencari di daerah Polonia untuk mencoba kari kambing Jawa yang bikin penasaran. Sampe disana, eh… ternyata tutup. Saking bingungnya, akhirnya Jefry ngusulin mampir ke daerah Jati, tepatnya Jln Purwo (Denah). Sesampainya di Warung Andy nampak tidak begitu ramai, maklum karena bulan puasa, biasanya sih full house.

Bangunan yang lebih mirip kediaman ini hanyalah tempat sementara Warung Andy berjualan. Lokasi aslinya ialah warung yang terletak diseberang rumah ini. Tapi itu dulu, karena sekarang warung tersebut sedang disulap menjadi bangunan 2 ruko. Nah, kalau sudah rampung, apakah akan tetap dinamakan Warung Andy? Hehe…

Setibanya kita langsung dijamu, tetapi sebelumnya anda boleh memilih ikan sebelum dipanggang. Karena hanya 2 orang, kami memesan bawal dan gurami bakar. Tidak sempat mencoba ayam bakar, tetapi menurut Jefry rasanya biasa saja, karena bumbu yang dipakai sama dengan ikan bakar, kurang cocok dengan ayam bakar.

Untuk menemani ikan bakar, hidangan sayur seperti daun ubi dan urap dihidangkan. Menu tambahan ini bervariasi setiap hari. Kadang ada lalapan, dan lain sebagainya.

Terlanjur lapar menunggu panggangan, kami pesan juga sambal belut. Sambalnya lumayan gurih, hanya saja berminyak. Pas menikmati kami jadi teringat sambal belut di daerah Helvetia. Ada yang udah nyoba? Banyak yang kesasar menuju kesana tetapi untunglah juragan Jefry tahu lokasinya.

Here comes the main course, bawal dan gurami bakar. Masing-masing seharga 35rb, cukup murah untuk ukuran yang disajikan. Soal rasa jangan ditanya lagi. Bumbunya meresap kedalam daging, dan ikannya tidak berbau amis. Ditambah lagi dengan jus yang lumayan murah, 7rb untuk martabe, jeruk, dan timun. Denger-denger, katanya selain gurami, ikan pare dan aji-aji juga menjadi menu andalan. Nah kalau sudah nyoba, kasi tau yah!