Kehadiran resto Ricebowl yang merupakan franchise dari Jakarta ini menambah variasi kuliner Chinese food di kota Medan. Kebetulan beberapa hari lalu kami berencana untuk nonton film di Thamrin Plaza, karena belum makan malam, terlintaslah niat untuk mencoba menu di resto ini.

Dari segi interior, boleh dibilang areal makan di resto ini tidak terlalu besar. Tampak hanya beberapa meja persegi yang bisa digabungkan sesuai dengan jumlah pengunjung yang datang beregu. Konsep Family Chinese Food Restaurant disini rasanya kurang lengkap dengan meja bundar sesuai dengan tradisi Tionghoa, tetapi kondisi sebuah resto di dalam mal tentunya dapat dimaklumi.

Tampilan menu gampang dimengerti dan ada beberapa icon yang menunjukka chef’s recommendation. Tanpa basa-basi kami memesan menu yang ada icon, diantaranya Roasted Duck (IDR 63), Sauted Buncis with Shredded Crispy Duck (IDR 36), Beef with Hongkong Sauce in Claypot (IDR 39), dan sebagai pengganti nasi putih, kami menggantinya dengan Yong Chou Fried Rice (IDR 24).

To our surprise, semua makanan dihidangkan dalam kurang lebih 15 menit. That was record, karena dari observasi jumlah pengunjung lumayan ramai. Kami rasa, disinilah keuntungan jumlah meja yang tidak terlalu banyak, walaupun beberapa hidangan sudah sedikit dingin dan sepertinya tidak langsung dihidangkan ke meja. Soal rasa, rata-rata makanan disini lumayan, walaupun Roasted duck terasa asin sekali apabila tidak dimakan berbarengan dengan nasi. Daging sapi dalam claypot juga lembut tetapi kurang banyak, sedangkan porsi nasi gorengnya lumayan banyak dan cukup untuk sharing berdua.

Overall, kehadiran RiceBowl di Medan menjembatani masakan khas chinese yang klise dengan penggunaan bahan/daging non-halal (babi). Buat anda yang kepengen mencoba Chinese Food tanpa perlu khawatir akan penggunaan bahan baku non halal, this resto got something to offer.