Gak aci (sah) deh kalo wisata kuliner belum mengunjungi gerai soto yang sudah berjualan sejak beberapa generasi yang lalu. Letak gerai ini sangat strategis, tepat di seberang Tjong A Fie mansion yang merupakan salah satu warisan kultur dan budaya kota Medan. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Tjong A Fie mansion di pagi hari sampai sore ini dapat meluangkan waktu untuk mencoba kuliner khas kota Medan, Soto Kesawan.

Sebenarnya waktu yang paling sesuai untuk menikmati santapan soto ialah pagi hari, karena kuah soto yang berbasis santan masih terasa segar. Ada beberapa pilihan lauk yang biasanya ditambahkan ke dalam kuah soto, seperti daging ayam, sapi, udang, serta jeroan seperti babat dan paru.

Daging yang telah digoreng kemudian di suwir (apa sih bahasanya :P) dan ditambahkan ke dalam kuah soto Kesawan yang berwarna ke-orange-an, sedikit berbeda dengan Soto Sinar Pagi yang lebih kekuningan. Dengan harga Rp 22.000 seporsi, anda akan mendapatkan satu mangkuk kuah soto beserta sepiring nasi putih dan cabe. Nah, cabe disini juga special lho. cabe hijau dicampur dengan kecap manis dan bawang goreng memang tiada duanya. Sebagai tips untuk wisatawan, cabe yang disediakan biasanya dimakan berbarengan dengan daging, bukan dicampur kedalam kuah.

Ordering is simple and fast. Seketika anda duduk, seketika pula makanan sudah dihidangkan. Pelayan yang lain kemudian menanyakan apa yang hendak anda minum. Suasana interior disini ala kadarnya, penerangan di dalam rumah makan disini boleh dibilang kurang terang dan tampak cat tembok terlihat tua. Walau demikian, disisi lain anda akan merasakan suasana menikmati kuliner khas Medan dalam bangunan kolonial.