Hadir lagi pemain baru dunia kuliner di bidang mie. Keberadaan Mie Zhou yang hampir mendekati 1 tahun ini akhirnya menciptakan cita rasa dan karakteristik tersendiri setelah melalui masukan dan komentar dari pengunjung. Sebenarnya kami telah mencoba mie Zhou setahun lalu bertepatan dengan pembukaan, namun sepertinya rasanya masih belum solid dan kurang konsisten, kadang terlalu asin dan terkadang terasa hambar. We returned again dan expectation met.

Untuk sementara kenyamanan dining di resto ini sedikit terganggu oleh debu dan hiruk pikuk dari proyek Center Point, karena kebetulan Mie zhou beralamat di Jl. Timor No. 10 F, tetapi untunglah rumah makan ini cekatan dengan menyediakan fasilitas Air Curtain sehingga meminimalisir debu dan kotoran yang masuk.

Perlu juga diberitahukan bahwa tidak ada penggunaan babi dalam pembuatan makanan di resto ini. Bentuk potongan daging kecil tersebut memang sekilas mirip dengan daging babi, tetapi sebenarnya terbuat dari daging ayam, hence the name mie zhou ayam kecap. Ada juga menu yang serupa, tetapi menggunakan ayam rebus yang disuwir. Walaupun resto ini tidak menyediakan banyak menu, salah satu menu yang harus dipesan ialah Wantan Udang Saus 3 Rasa; Terinspirasi oleh “Hong You Chao Shou” dari Sichuan, saus 3 Rasa ini lebih ditekankan pada keseimbangan antara rasa pedas dari minyak cabe, saus manis spesial, dan kesegaran asam cuka.

Dan seperti yang ditekankan di resto ini, mie telur diolah sendiri dan tidak dicampur dengan pengawet sehingga memberikan tekstur yang lembut dan kenyal. Ditambah dengan saus kecap yang telah dimasak dengan ayam, tauge, sayur dan setengah butir telur kecap, satu mangkuk mie seharga 14 ribu ini cukup memuaskan selera sarapan anda.