Akhirnya kami mengunjungi rumah makan ini setelah sekian kali direkomendasikan oleh “Ciak-ciak” (pembaca makanmana). “Lokasinya disebelah kanan apabila anda jalan lurus dari jembatan layang menuju brayan… btw ente harus muter balik agar dpt mencicipi nikmatnya chasio disana… ada chasio,usus,siobak yg pastinya nendang dan full utk ukuran 1orang… cuma dgn harga 16rb” Tergiur juga dengernya, akhirnya kami telusuri daerah Brayan sesuai instruksi.

Dari luar memang kurang meyakinkan gerainya, karena tidak terdapat papan nama ataupun sticker di styling. “Bener ga yah tempat ini..?” Tanya-tanya orang disekitar katanya yang jualan dan yang terkenal cuman satu gerai ini, jadi anggapan kami ini rumah makan yang direkomendasi. Minggu siang itu tampak ramai. Perlu diakui bahwa interior rumah makan ini hanya ala kadarnya, tampak dinding dan struktur bangunan yang udah berumur dan kurang bersih.

Pesanan pun datang. Kami bukan penggemar jeroan, so we skipped that. Porsi piring kecil yang diberikan standar dan pas untuk 1 orang makan. Tidak mudah lagi di Medan untuk menikmati chasio yang rasanya lumayan dan porsi yang seimbang hanya dengan Rp 16.000, and that’s including a bowl of rice. And btw, don’t be afraid of the uncle, he’s quite friendly indeed.