It’s not easy to find babi goreng khas Batak di malam hari. Kalau dulunya kuliner di area Jalan Semarang (pernah kita review sebelumnya disini) didominasi oleh kuliner khas Chinese, perlahan kuliner khas Batak mulai masuk di areal ini, dimulai oleh Asan dengan menu andalannya babi goreng khas Batak.

Dalam kurun waktu beberapa tahun saja tampaknya Asan mulai menjadi highlight. Tak heran, menu yang sederhana ini selalu menjadi pesanan reguler sebagai cemilan ketika kami berwisata kuliner di areal ini.

Gerai ini menyediakan 2 jenis daging, yaitu Chasio dan Babi Goreng. Just for the curiosity sake, we ordered both. Harganya dihitung per piece/potong. Satu potong daging yang anda liat diatas harganya IDR 20. Harga tersebut belum termasuk nasi putih, karena kebiasaan kami memesan menu lain yang bervariatif dari gerai lain.

Daging goreng ini porsi 2 orang yah btw

Soal rasa? Mantap emang! Potongan dagingnya begitu crunchy karena langsung dihidangkan begitu selesai digoreng. Racikan bumbu rahasia didalam daging yang dimarinade ini begitu terasa ketika digigit, tapi tunggu! Akan lebih mantap lagi kalau dicolek bumbu andaliman yang pedas bikin kebas di lidah anda. Tidak berhenti disitu saja, ada 3 jenis saos/bumbu cabe apabila yang andaliman terlalu pedas buat anda.

Kalau daging goreng menu kesayangan Asan, sayangnya daging chasio ini ibaratnya anak tiri. Rasanya biasa saja dan kurang istimewa dibanding daging gorengnya. Kurang perhatian atau karena daging chasio yang khas Chinese bukan spesialis Asan yang memang lebih jago di masakan khas Batak?