Di kala pebisnis Medan sibuk mencari franchise untuk dikembangkan di Medan, QQ Kopitiam malah justru berawal dari Medan kemudian merambah ke daerah lain. Salut buat pengelolanya! Tema kopitiam di dalam mal dan pusat perbelanjaan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru lagi dan lumayan booming beberapa tahun di negara tetangga. Kejelian dalam meramu resep menu, komposisi porsi dan harga yang pas dan sistem manajemen yang teratur menjadikan bisnis ini berkembang dalam waktu yang singkat, kendati persaingan yang keras dengan bisnis sejenis.

Di Medan sendiri ada 2 outlet QQ, yaitu di Thamrin Plaza dan Sun Plaza. Kunjungan kami kali jatuh ke Sun Plaza, tepatnya di lantai 3. Tidak seperti Kok Tong yang penuh asap rokok, setidaknya disini pembagian area smoking dan non-smoking lebih teratur (walau masih ada beberapa pengunjung yang tidak tertib). Interior ala kopitiam jadul dengan meja marmer dan kursi dengan design classic menjadi lebih kreatif dengan penggunaan lampu jalan sebagai penerangan.

Menu yang ditawarkan tidak banyak, dan kebanyakan merupakan menu adopsi dari negara tetangga, sebut saja Mie garing Singapore dan Tom Yam Seafood, namun juga menyediakan menu ala Indonesia yang terbukti sudah ramai digemari dan diterima masyarakat Medan, seperti nasi goreng dan mie sop.

Overall rasa makanan yang ditawarkan dari kopitiam ini lumayan enak, walaupun sebenarnya penggunaan MSG kadang terlalu berat dan bikin haus banget beberapa jam kemudian. Untuk french toast (gambar paling atas), kami sependapat dengan review Jenzcorner dimana rotinya terlalu crunchy, tetapi kombinasi rasa asin butter dan manis srikayanya pas sebagai menu pembuka atau buat cemilan.

Kopi susu dan teh tarik (IDR 17) sepertinya merupakan menu minuman yang sering dipesan. Dengan presentasi yang lumayan unik menggunakan gelas jar ibarat bekas penyimpan madu atau selai, porsi yang diberikan juga lumayan besar dengan harga yang dibayar, walau secara pribadi kami merasa rasanya terlalu manis. Oh ya, sebagai rekomendasi, jus kedondongnya juga lumayan.