Kami pernah mereview bakmi Guangzhou sebelumnya di taon 2009 (Baca reviewnya) dan suka banget dengan tekstur dan olahan mie yang serba home made. Lokasi Paladium mungkin tidak terlalu strategis, dan jujur kami hanya mengunjungi ketika tiket box office terbeli. Namun beberapa hari lalu gerai ini membuka cabangnya dekat dengan bandara, tepatnya di seberang kompleks Villa Malibu Indah.

Sebenarnya kalo mau dibilang cabang sih menurut kami kaga bener juga yah, masa cabangnya lebih luas dari pusatnya? Bangunan baru ini yang dinding luarnya dominan terbuat dari kaca membuatnya eye catchy dari luar, terutama ketika matahari mulai terbenam. Awalnya kami bertanya-tanya karena sempat beberapa kali lewat, namun akhirnya terjawab sudah setelah melihat papan nama berikut.

Two brands in one roof

Masuk ke dalam restoran, tidak ada daftar menu yang disediakan di meja, tetapi menu yang disertai gambar terpampang di bagian kitchen dan belakang meja kasir ala fast food resto. Well, that’s cost efficient. Menu dan harga yang terpampang pun tidak bikin ribet sehingga tidak menyulitkan pengunjung untuk memilih.

Resto ini buka dari pukul 11.00 hingga 22.00 (katanya sih akan buka lebih awal kedepannya) dan untuk menu paginya resto menyediakan nasi prang dan kopi dari Gz cafe. Obviously we skipped the coffee di malam hari, but we’re curious to try their coffee.. Coffee from Guang Zhou kah?

Selesai pemanasan dengan nasi prang, inilah kontender kontender yang siap kami lahap… Ladiessss and gentlemennnnn…introducing Bakmi Guang Zhou (IDR 19), Nasi Tim Guang Zhou (IDR 30), Bakmi pangsit special (IDR 22), dan Liong Tahu (IDR 24).

Bakmi Guang Zhou

Kami yakin bakmi Guang Zhou ini menu jagoan, mie dengan tekstur padat, lebar, dan kenyal ditaburi irisan daging babi dan sehelai sayur, it’s a simple but delicious dish.

Nasi Tim Guang Zhou

Nasi tim Guang Zhou ini dimasak didalam claypot, temperaturnya pas, nasi tidak terlalu kering keras dan tidak terlalu lembek, it goes well with the chasio dan siobak, and we love the sausage especially. Hanya saja menurut kami nasinya terlalu plain, walau ada kuah yang nemenin, menurut kami lebih mantap kalau nasinya diberi sedikit saos/bumbu.

Bakmi Pangsit SP

Bakmi pangsit Sp ini tekstur mienya lebih kurus (suddenly remind us of Mie Tiong Sim), toppingnya sama dengan bakmi guang zhou plus 2 buah wantan. Rasanya hampir sama dengan bakmi guangzhou.

Menu Liong Tahu dapat dipesan ditambah dengan bihun atau nasi, tetapi karena orderan kami udah lumayan banyak, requestnya sup aja dah. Adonan bola udangnya enak, dan bahan-bahan seperti tahu dan bittergourd yang dipakai juga fresh.

Mungkin saat ini lokasi Bakmi GuangZhou dan Gz Cafe terasa jauh, terutama bagi anda yang tinggal di pusat kota. Tetapi sepertinya sang pemilik juga jeli memilih lokasi, mengingat pembangunan CBD Polonia akan selesai dalam waktu dekat.

Interior Gz Cafe

Interior Gz Cafe

Summing it up…Good food, reasonable price, Nice ambience. Pemilihan lokasi sebelumnya di Palladium bisa saja kurang strategis, but this time we believe it’s gonna be a success. Coming back? Sure, we’re looking forward to sip and taste the coffee.