Rumah Makan Ayam Tangkap

menu ayam tangkap

Berdasarkan dari info yang didapat, Rumah makan Ayam Tangkap ini merupakan rumah makan yang berdiri setelah pecah kongsi dari rumah makan Pohon Pisang yang berada di Jalan S.Parman. Kami belum sempat mencoba rumah makan Pohon Pisang, jadi jangan tanya yah mana yang lebih enak, but rumor has it bahwa chef yang aslinya sekarang menetap di RM Ayam Tangkap yang berada di Jalan Sena.

rm ayam tangkap tampak luar

Dari interior rumah makan, tampaknya tempat ini sebelumnya ialah sekolah atau playgroup, karena ruang makan terdiri dari beberapa partisi tertutup, ibarat sebuah kelas, namun hanya 1 ruang yang dipakai yang mana juga merupakan ruang ber-AC. Selain itu rumah makan ini juga menyediakan ruang outdoor di malam hari.

Karena makannya ala barbarian keluarga, inilah yang kami pesan:

daun ubi bunga pepaya

Daun ubi dan bunga pepaya disini porsinya kecil dengan harga masing-masing IDR 15, daun ubi sengaja dipesan agar nasi yang dimakan tidak terlalu kering saat dimakan. Oh ya, ada 3 jenis nasi yang bisa dipesan, yaitu nasi uduk, nasi bakar, dan nasi putih. We’d go with nasi putih aja agar rasa lauknya lebih terasa. Bunga pepayanya terasa pedas, dan mungkin saja rasanya terlalu pedas bagi anda yang tidak terbiasa, namun begitu rasanya lezat dan segar.

gurami goreng

Gurami goreng dengan harga fixed IDR 65 ini crunchy banget hingga tulang-tulang kecilnya bisa dimakan layaknya kerupuk. It’s quite fresh dan tidak terasa bau tanah dengan ukuran yang lumayan dengan harga yang dibayar.

kepah tauco

Kepah tauco (IDR 20) disini tidak terlalu istimewa, namun yang menarik ialah bumbu saosnya yang sedikit kental, dimana rasa saosnya lebih enak ketimbang kepahnya sendiri :p

terong crispy

Kalo bicara menu terong goreng, biasanya langsung terpikir menu signature dari 31 pare house, tetapi terong crispy di RM Ayam Tangkap ini patut dicoba, in fact we love it! Terongnya garing dan crunchy outside namun tidak terlalu kering dan keras, plus bumbunya enak, this one is recommended.

ayam tangkap

Dan yang terakhir ialah menu signature, Ayam Tangkap (IDR 50/ekor). Ga tau dari mana datangnya nama menu tersebut, ayam yang sudah dipotong dan dimarinade sebelumnya digoreng lalu dihidangkan dengan potongan daun pandan. As simple as it seems, keliatannya sih biasa saja dan tidak menggoda… sampai gigitan pertama, selanjutnya silahkan rebutan. Keliatannya sih  sederhana, namun ayam goreng ini memiliki karakteristik tersendiri dan tentunya menu ini tidak boleh dilewatkan jika anda berkunjung kesini.

karyawan ayam tangkap

Review ini sudah merupakan kesekian kalinya kami berkunjung, dan selalu pulang dengan perasaan puas dengan citarasa dan servis yang baik serta tanpa harus banyak mengeluarkan biaya yang besar, walau hanya satu hal yang membuat kami kurang nyaman yaitu suasana yang menjadi ribut apabila beberapa meja terisi di ruang AC.

Oh ya, rumah makan ini juga menjual Mie Heng Hwa, which is slightly out of context, namun tidak sempat kami coba karena sudah habis saat kunjungan kami di malam itu. Overall, we’d recommend this restaurant 🙂

  1. Artikelnya bikin saya pengen berkunjung

    Reply

  2. […] I’m not mistaken, rumah makan ini sepertinya pecahan dari rumah makan ayam tangkap di Jalan Sena (Correct me if I’m wrong), as written in 2013 (Oh man how time […]

    Reply

  3. Mhn No telpn utk boking tempat

    Reply

  4. @zhou_foodsnippets 01 Apr 2015 at 13:32

    Will bring my family for this!
    Thank you for the review 🙂

    Reply

  5. Ahmad Fauzan Azima Lubis 24 Oct 2014 at 18:21

    Maaf saya mau kasi masukan tolong di kasi brend halal nya dong biar yg lain tdk bertanya2 thks

    Reply

    1. Sebelumnya kami uda pernah pasang kategori halal di artikel, namun menurut beberapa pembaca disini, yang berhak memberi label halal ialah Majelis Ulama Indonesia melalui uji sertifikasi. Krn alasan tsb, kami hapus dan gantikan dengan label “pork free” atau “tidak mengandung babi”. Diluar bahan tersebut seperti pemakaian mirin/alkohol dan bahan-bahan lainnya sudah diluar pengetahuan kami sebagai non-muslim.

      Reply

  6. Alamat lengkapnya dong bos.. persisnya dimana?

    Reply

    1. Jalan Sena bukan jalan yang panjang banget sih, dari awal ke ujung pasti ketemu, lagipula udah dibantu dengan foto lokasi. Dekat dengan jalan Thamrin.

      Reply

  7. Gak tahan buat gak komen…masa makanmana blm pernah coba rm pohon pisang tapi udah coba rm di semua pelosok kota mdn ampe tpt terpencil hehe…anyway gurami bakar di rm ayam tangkap enak bgt

    Reply

  8. Kalo ndak salah…kl ndak salah ne ya.. Lokasi ayam tangkap ini dulunya jual Mie HengHua..lumayan terkenal…tah kenapa jg diganti jd ayamtangkap…tp bagusnya mie henghua nya ttp ada…n it tastes very gooddddd!!! Belon pernah kesini sejak ganti…tp srg di beliin wkwkwkk

    Reply

    1. Iya nih, Ayi nya juga jualan mee heng hwa, cuman waktu kami datang udah malam udah abis katanya…

      Reply

      1. mee heng hwa nya masih ada donk, ini yg dulu sempat saya twit ke makanmana… ternyata tim makanmana jeli ayam tangkapnya hehehe

        Reply

        1. Iya bro, pengen dicoba tapi katanya malam da abis yah apes deh…

  9. bbrp hr lalu dinner di rumah makan ini ( berdasarkan referensi dr blog ini )….rombongan besar 14 org…pesan menu yg direkomen oleh makanmana.net, overall satisfied ama taste nya, quite good n delicious, cuma porsi menunya yg sedikit utk tiap itemnya, jd kl rombongan yg pigi makan, kudu pesan 2 atau 3 porsi utk tiap item, biar semua kebagian….;p … btw sedkit kecewa ama byk item di menu yg unavailable
    yg rekomen bgt emang menu ayam tangkapnya, semua anggota rombongan kita give thumbs up for this one…
    p.s waktu pulang kecantol ama pajangan puding soya bean di stelingnya, ada rasa peach, mango, chocolate,mango, green tea, dll….( IDR 12.000) its delicous n yummy, give it a try if u visit this place 😀

    Reply

  10. Uwaaaa….. Ayam Tangkappp….Yummieeee….. Menu Favoriteeee ku kala berkunjung ke Aceh… Ayam tangkap itu asal nya dari Aceh, makanan Khas disana loch … kenapa di namakan ayam tangkap karna pada saat makan kita bakalan ngubek2 dedaunan yg di sajikan dengan ayam tersebut, potongan ayam memang sengaja di kecilin biar penikmatnya wanna more…more..more…more…and moreeeee….

    Cuman sayang dedaunan yang buanyak tersebut di kurangin porsi nya di rumah makan ini, padahal itulah ciri khas nya ayam tangkap 😦 , jadinya pada bingung kok di namain Ayam Tangkap, kalo soal rasa menurut saya pribadi masi kalah sama yang di Rumah Makan Hasan , Banda Aceh… hehehehe

    Jadi ngiler… *slurrrpsss*

    Oh iya buat teman2 yang ada rencana berwisata ke Sabang, luangkan waktu buat berburu kuliner ini… Sie Kameng masak aceh ( kari kambing khas aceh) maknyussss.

    Rumah Makan Hasan di alamat Jalan Laksamana Malahayati, Lamnyong, Banda Aceh, NAD, Indonesia.

    Reply

    1. Hey Juli, terima kasih banget atas tambahan infonya, sekarang baru ngerti, maksudnya ‘nangkap’ ayamnya yang berondok/sembunyi di balik dedaunan gitu yah… haha…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s