Mie Kam Pak, Cemara Asri

mie kampak metal

Mie Kampak, kedengarannya sebuah nama yang sangar. Kaitan Kampak dengan mie ini hanyalah sebuah nama yang diberikan pengunjung karena dulunya pemilik gerai yang berjualan ini dipanggil Akam, dan “Pak” dalam bahasa Khek/Hakka ialah AhPek (Hokkian) maka dinamakanlah Kam Pak. Pemukiman di daerah Metal sendiri memiliki history yang panjang, berawal dari pengungsian sebagian besar etnis Tionghoa yang sempat digusur dari Aceh.

cara masak mie

Asumsi kami, mayoritas masyarakat Tionghoa yang mengungsi ke Medan ini bersuku Hakka, atau Khek. Nah, dari sinilah baru kita ketahui kalo mie kampak ini mirip dengan bakmi Khek yang penyajiannya simple, hanya sayur dan daging cincang. Namun yang kami temui ialah mie yang identik, dengan tekstur mie yang kenyal, sedangkan daging cincangnya berat dengan aroma kecap.

bakmi kampak

Kami masih ingat dulu sewaktu kecil dibawa orang tua ke areal Metal untuk menemui tukang kayu. Dan seusainya, lapak mie kampak ini selalu menjadi perhentian tetap untuk mengganjal perut sebelum pulang. Dengan segelas Loh Han Kuo, inilah signature combo di gerai sederhana.

lokasi bakmi kampak cemara asri

Saat ini, mie kampak juga dapat dinikmati di Cemara Asri. Mengambil kompleks pertokoan dan strategisnya di bagian corner, rumah makan ini clearly visible apabila anda melewatinya. Soal harga masih sama, ekonomis! Satu mangkuk hanya 11rb, atau 13rb apabila anda turut memesan bakso.

mie kampak cemara asri

Kami bangga dengan pencapaian gerai sederhana ini menjadi sebuah rumah makan yang berlokasi di daerah yang lebih baik. But still, the legacy remain in our heart. Gerai yang sederhana di areal Metal tetap meninggalkan kesan yang mendalam, walaupun kedua rumah makan ini sebenarnya menawarkan cita rasa yang sama.

  1. Tempatnya lebih kotor dan berantakan dibanding waktu di metal dl. Apalagi kalo siang tissue pada berantakan di lantai padahal pelayannya banyak dan cuma berdiri saja. Sayang banget padahal tempatnya baru.

    Reply

  2. Soya bean milk’nya juga enak, boleh di coba, sy sendiri org metal jrg mkn mie akam pak..hahahhaah… boleh di coba juga kue khas org Hakka, Mik Kao Pan.. ^^

    Reply

    1. soya bean yg udah jadi biasanya gulanya dicampur, kurang sreg sih karena ga bisa kontrol manisnya (jujur biasa minum soya bean ga pake gula haha…)

      Reply

  3. Dikasih tahu teman yg Khek, kalo kampak itu sebenarnya Kam(namanya) dan Pak(sebutan apek atau paman) dalam bahasa khek.
    Yg dicemara ini terakhir kali mkn emang lebih byk varian tuk mie-nya, bisa pilih yg ijo(sayur) etc.
    Tuk rasa, kurasa ada citarasa tersendiri juga dibanding mie Khek yg lain. Walo bbrp tempat mie khek kyk yg diandalas lebih enak tapi tetap kdg2 pengen pegi mkn mie kampak aja.

    Reply

    1. Thanks for another input Rob, glad to share and know more.

      Haha iya yah yg di cemara kesannya udah bersih, jadi kalo keliatan kotor dikit langsung gerah…sedangkan yg di jalan metal itu yah emang udah ‘look and feel’nya segitu hehe…

      Reply

  4. Citarasa mie kam pak Metal memang unik dan sedap di lidah. Sampai sekarang keluarga kami masih sering ‘ta pao’ buat sarapan pagi.

    Tapi entah kenapa yang di Cemara Asri ini meskipun warungnya sudah menjadi ruko yang harusnya lebih bersih dan modern, eh ini malah lebih kotor dan tak terurus. Sisa-sisa makanan dan mangkuk kotor dibiarkan begitu saja di meja yang sudah ditinggalkan customer meskipun pelayannya pas lagi lowong. Walaupun belum ada customer baru yang walk-in tapi kan bikin pemandangan ngk sedap buat yang sedang makan di sana. Mudah2an lebih diperhatikan buat sang pengelola.

    Reply

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s