beef steak saos cabe

Berlokasi di jalan Taruma simpang Jalan PJ Nehru, penempatan resto Raden’s Crispy Steak & Spicy chicken ini cukup strategis dan visible. Resto yang baru buka ga lama ini menawarkan makanan khas western dengan target market ekonomi menengah kebawah. Apa saja yang ditawarkan disini?

atap raden crispy steak medan

Resto murah ga harus murahan. Pemakaian props dan recycled material untuk menghiasi interior ruangan ini cukup kreatif dan cost efficient. Resto ini terbagi 2 lantai, lantai 1 yang hanya terdiri dari beberapa meja namun ber-AC, sedangkan apabila anda ingin bernostalgia balik ke bangku sekolah, naiklah ke lantai 2, karena dedesign sedemikian rupa selayaknya ruangan kelas, lengkap dengan papan tulis dan bangku kayu, dan luarbiasanya anda diperbolehkan merokok di ruangan kelas ini.

lantai 2 raden crispy chicken steak house medan

lantai 2 interior raden crispy steak medan

Highlight menu di resto ini ialah steak tentunya. To be more specific, crispy steak. So, dengan harga dibawah 20rb, anda sudah mendapatkan bistik. ‘Steak’ disini sedikit misleading, karena sebenarnya ayam/daging digoreng tepung, yang kemudian disajikan diatas hotplate dengan temannya sayur, wortel, dan kentang, kemudian dilumuri bumbu. Hence the name crispy steak. Nothing’s wrong with the name, karena TipTop juga menggunakan nama yang serupa.

beef steak saos cabe raden crispy  chicken

Ada chicken dan beef steak (jujurnya sih ga tau cara bedainnya), kemudian menunya diperbanyakan/diperpanjang, yang mana hanya kombinasi dari saos saja. We lost the bill 🙁 jadi namanya mungkin agak silap yah. Crispy chicken with saos padang. Sapa bilang saos padang harus dimakan dengan kepiting. Lalu ada crispy beef with saos pedas *kalo ga salah*

chicken steak saos padang

air sabun raden

Minuman disini pun bervariatif dan diberikan nama yang unik, seperti air sabun (yang warna hijau), kami lupa komposisi bahannya, tapi yang jelas ga bikin mulut berbuih.

Overall, the tastes were decent. Seorang pemuda yang nampak seperti pengelola pada beberapa kali kunjungan kami selalu berada di depan dapur untuk memastikan kualitas makanannya udah diapproved sebelum dihidangkan, kudos to you. Penempatan tempat duduk di lantai 1 memang agak sesak, namun cukup dimengerti dengan harga makanan yang murah, pengelola tampaknya mengejar quantity dan omset. Dengan target market yang budget minded, boleh lah tempat ini dikunjungi di akhir bulan ketika dompet makin menipis.

Nah kalo kamu, mesannya apa nih yang enak disini?