District 10 restaurant and bar, Gedung Forum 9

interior district 10

Sekilas mungkin nama tempat makan yang satu ini mengingatkan kita pada salah satu nama wilayah di film Hunger Games. Tapi tentu saja ga ada kaitan apapun. District 10, franchise yang hadir di Medan malah merupakan restoran dan bar eksklusif yang worth a visit.

District 10 restaurant bar

Sejak dibuka 4 bulan lalu, restoran yang berlokasi di Ground Floor gedung Forum 9 ini termasuk salah satu dari beberapa outlet F&B “luar” yang mencoba menjajal bisnis fine-dining untuk kalangan menengah atas di Medan.

Indoornon smoking area & bar district 10

Minggu lalu bersama seorang teman, kami akhirnya mencoba makan siang di restoran asal Singapura ini. Saat akan masuk, seorang staf penyambut tamu bertanya tentang tempat duduk pilihan kami antara smoking atau non-smoking room yang dipartisi dengan pintu kaca. Meski outdoor area lebih ramai, kami memutuskan duduk di area non-smoking karena terpikat oleh interiornya yang chic.

Ternyata bagian indoor juga dipisah menjadi dua bagian oleh pintu penyekat. Kebetulan tidak ada yang menggunakan private room hari itu. Puluhan botol alkohol yang terpajang rapi tampak begitu sparkling, mungkin sengaja dibuat dwifungsi sebagai dekorasi sekaligus “pertunjukan” kepada para customers bahwa District 10 punya koleksi wine yang beragam.

Linguine in Aglio Olio

Seorang waitress kemudian membawakan dua jumbo-sized menu yang di dalamnya tercantum aneka F&B lokal dan internasional. Karena hari itu kami memilih cita rasa Western, maka Mie Goreng Udang yang kata waitress-nya, banyak diminati, pun kami lewati. Sebagai alternatif, kami memesan salah satu varian pastanya yaitu Linguine in Aglio Olio and Mixed Seafood – 60K.

Porsi yang dihidangkan cukup mengenyangkan dengan campuran udang, cumi, dan irisan cabe merah. Rasa asin pedasnya juga pas. Tapi sayangnya tekstur linguine terlalu berminyak dan kenyal seperti kurang matang (beda dengan Al-Dente), kalau direbus sedikit lebih lama mungkin akan lebih baik. However, the overall taste was decent.

Hoegaarden battered fish & chips

Selain itu, ada Hoegaarden Battered Fish & Chips – 68K di antara makanan yang kami pesan. Ukuran porsi dan piringnya juga disajikan dalam ukuran yang besar. Yang kami tau dari hasil Googling di tempat, Hoegaarden itu ternyata merk beer dari Belgia. Karena tak paham soal beer dan sejenisnya, kami tak jelas apakah benar ada campuran beer itu di adonan gorengannya.

French fries dan gorengan ikannya memang renyah, tapi setelah dipotong lapisan tepungnya kelihatan lebih tebal dari daging ikannya. Dari segi rasa juga tidak terlalu kentara. Untungnya tersedia dua mangkuk saus cocolan mayonnaise dan mushy peas (pasta kacang polong) untuk menambah kenikmatannya.

Joy Mocktail

For the beverage, ada segelas Joy Mocktail – 38K yang terdiri dari campuran cranberry juice, markisa, jus jeruk, dan sirup almond. Selain refreshing, rasa asam manisnya juga menetralisir rasa lemak di mulut.

New York Cheese Cake

Next, untuk penutup lunch kami, mbak waitress merekomendasikan New York Cheese Cake – 30K yang katanya cukup populer plus ukurannya juga lumayan besar. And she’s right, the cake itself tasted so rich that both of us had to “struggle” to finish it 😛  But thanks to the sour strawberry sauce and the thin layer of chocolate biscuit beneath which helped a lot to bring down the thick fatty flavor.

Outdoor area district 10

Sebelum cabut, kami menyempatkan diri untuk ‘jalan-jalan’ ke bagian outdoor di District 10. We realized on that moment why most of the guests were there. Kebetulan cuaca siang itu cerah. Kalau dibandingkan dengan non-smoking/indoor area, bagian luar restoran lebih cocok sebagai tempat ngobrol santai sambil menikmati cemilan ringan daripada bersantap makanan berat.

Outdoor area district 10 medan

Hembusan angin kencang di antara dedaunan bambu seolah membuat kipas-kipas di atas jadi tak banyak gunanya. District 10 tampaknya mengadopsi urban concept yang digabung dengan nuansa alamiah seperti yang banyak ditemukan di tempat-tempat hang out di negara asalnya.

Kalau ingin tahu lebih detail tentang menu dan harganya, kunjungi saja website-nya di http://www.district10.co.id/medan/

P.S.: Meski di website tertulis buka dari jam 10.30, menurut mbak waitress, biasanya jam 12 baru ready-to-serve.

Artikel ini merupakan kontribusi Elvy Tan, seorang penulis lepas, penyuka traveling dan photography. Sehari-harinya bekerja sebagai graphic designer di salah satu perusahaan di Medan. Find out more about her at @Elvy_Tan

5 Replies to “District 10 restaurant and bar, Gedung Forum 9”

  1. Saya kemarin ke sini pengen ngemil sambil ngobrol karna sebelumnya saya sudah makan berat , jadi saya tidak pesan terlalu banyak makanan , hanya pesan cese cake, antidioxsidan dan latte ice , pelayanannya sangat buruk , mereka mengangkat gelas minum dari meja saya dengan nada tidak sopan , mungkin karna saya mesannya sedikit mereka tidak menghargai , setelah itu saya meminta bill dan setelah membayar ada kembalian beberapa ribu rupiah saja mereka membelikan uang recehan 200 rupiah yang di bungkus pake selotip , seperti penghinaan menurut saya! sampai kapan pun saya TIdak akan kembali ke Tempat ini Lagi ! KECEWA !!!! Saya Lebih senang Ke harbour 9

    Like

  2. Hampir setiap minggu kesini. Fish and chips di district lekker.Suasana District dan Harbour 9 hampir sama…cozy dan atmosfernya hidup.Jadi berasa seperti cafe di Kemang!

    Like

  3. Sampai sekarang belum pernah cobain walaupun ramai sekali. Kata temen-temen sih tempat yg bagus untuk hang out tapi rasa makanannya sangat biasa. Will try someday.
    FYI orang bule memang suka sekali pake beer batter, fish and chips di perth mostly pake beer batter. bukan rasa bir yang diinginkan, tapi untuk membuat batter lebih light dan kembang.
    saya juga langsung wiki dan hasilnya:
    Beer is a popular ingredient in batters used to coat foods before frying. One reason is that a basic batter can be made from merely flour, beer, and some salt. The purpose of using beer is so the bubbles in the beer will add body and lightness to the batter. Depending on the type and quality of the beer, beer may also add colour or some flavour to the batter. The practice of beer battering is popular in Australia, New Zealand, America, Europe, and Russia. Some foods that are commonly beer battered and fried are fish, chips, and onion rings.

    Salam penggemar kuliner 😉

    Like

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s