Datin Ong, Bak Kut Teh and Malaysian Chinese Food

ornament datin ong

Bagi pecinta kuliner peranakan, memang tidak banyak pilihan di kota Medan—apalagi yang menyuguhkan Bak Kut Teh (rasa asli, a.k.a. pake ‘porky’) di ruang ber-AC dengan standar café. Bisa dibilang, hanya Datin Ong lha satu-satunya.

datin ong center point medan

Datin Ong Hotpot yang berlokasi di ruko Center Point sejajar dengan pintu keluar J.Co ini meskipun tidak luas-luas banget tapi lumayan nyaman untuk duduk. Designnya simpel aja, tetapi cukup homey dengan suasana oriental yang kental.

bak kut teh di medan

Historinya, Datin Ong berasal dari keluarga miskin di Guang Dong, China yang kemudian menikah dengan Ong Tong King, seorang milyuner pebisnis kayu. Menjalani kehidupan yang lebih baik, keluarga Ong sering dijamu hidangan oleh chef in house.

alamat datin ong medan

interior datin ong

Kecintaannya pada masakan hotpot dan hasil olah kreasi di dapur membuatnya menciptakan resep sendiri yang mengkombinasikan masakan khas Cantonese dan Malay.

interior lantai 1 datin ong

Lantunan tembang lagu-lagu nostalgia mandarin dari Teresa Teng Li Cin yang tidak pernah mati oleh zaman, ke-otentik-an hotpot berkuah, panas-panas nan wangi semakin berasa kental dan bikin kangen zaman 70’an. MaMa sendiri sudah beberapa kali datang sebelum akhirnya menulis review ini.

bak kut teh medan
Datin Ong Bak Kut Teh

Baiklah, mari kita mulai! Menu nomor 1, tentu saja Bak Kut Teh (porsi medium, harga Rp 58,000,-).  Dengan rasa rempah yang lebih all-rounded dan baur di lidah, tulang rusuk babinya empuk dan porsinya elegan (read: ‘porsi kurang besar’).

Sayur saos tiram
Sayur saos tiram

Bak kut teh ini sangat cocok dinikmati dengan nasi putih, yau ca kwe, dan sayur po li chai masak saus tiram (20). Nasi Talas (yam) juga ditawarkan sebagai pasangan untuk menu ini, tapi MaMa lebih doyan dengan nasi putih agar citarasa kuahnya lebih terasa.

sup perut babi
Sup perut babi merica putih

Hotpot lainnya yang kami pesan adalah Sup perut babi dengan merica putih (Medium, Rp 58,000,-). Katanya menu yang sangat ‘spesifik’ ini sudah disesuaikan dengan lidah orang Medan yang cenderung suka rempah yang tajam. Kalau memang suka dengan rasa merica dan pork belly menu ini boleh dicoba. Bagi yang sukanya tanggung-tanggung, jangan coba-coba deh.

hotpot rice
Chicken claypot rice

Main course lainnya yang terbilang wajib dipesan adalah Claypot rice dengan daging ayam, ikan asin dan lap chiong yang langsung dimasak di atas hot pot. Panas, gurih dan wangin, menu seharga Rp 38,000 ini salah satu yang terbaik di kota Medan. Hayo ngaku siapa yang paling suka makan keraknya?

bisua daging cincang kering
Bisua daging cincang kering

Supaya ada variasi, kami juga memesan menu baru Bi Sua Daging Cincang kering (Rp 33,800,-). Dinamakan Bi Sua karena ini terbuat dari tepung beras (semacam bihun, tapi bertekstur tebal dan warna lebih kekuningan) dan diimpor langsung dari Hong Kong.

Digarnish dengan daging cincang, masakan yang satu ini punya aroma sesame oil (minyak wijen) yang berat. We had to order extra because it’s so good, tapi buat yang ga demen bau wijen, you’ve been warned.

terong goreng irisan babi
Terong pork floss

Ada lagi Terong goreng yang ditaburi pork floss (Rp 28,000) yang tidak terlalu remarkable tapi cukup enak untuk melengkapi menu-menu lainnya.

pancake telur asin
Pancake ikan asin

Untuk side dish, boleh dicoba Pancake Ikan Asin (Rp 30,000) yang silap mata begitu keluar udah langsung ludes dalam waktu 2 menit. Bakso daging dan ikan asin ini empuk dan tidak terlalu asin untuk dimakan langsung sebagai cemilan tanpa nasi.

Talas Goreng Saos Manis
Talas Goreng Saos Manis

Sebenarnya menu ini terakhir dipesan karena Bobby yang telat nyampe dan rata-rata makanan yang tersisa tinggal dikit. Talas goreng saos manis ini sebenarnya lebih cocok dihidangkan sebagai appetizer sambil menunggu hidangan utama karena ukuran dan porsi yang kecil serta rasanya yang sedikit manis dan wangi.

Yong Tau Fu
Yong Tau Fu saos tauco

Dan menu penutup siang itu… Yong Tau Fu Saos Tauco (30) dihidangkan dengan saos tauco dalam wadah claypot yang panas. Menu ini salah satu menu baru dan masih terkesan experimental. Sayangnya kali ini kami tidak mencicipi ocra dan cabe merah besar yang biasa dijumpai di Yong Tau Fu di Malaysia. Dari segi rasanya, ada sedikit tendensi keasinan, dan lebih cocok dimakan bareng nasi putih.

Lantai 2
Lantai 2

Overall…kombinasi masakan Cantonese dan Malay dengan citarasa rumahan dari Datin Ong Hot Pot ini memperkaya pilihan lunch bareng kolega, ataupun dinner bersama keluarga. Jarang sekali dapat dijumpai resto yang anti mainstream, and do it well.

Dan tampaknya setelah tiga ronde kunjungan ke tempat ini, Datin Ong Hot Pot tetap mempertahankan kualitas cita rasanya. Recommended.

5 Replies to “Datin Ong, Bak Kut Teh and Malaysian Chinese Food”

  1. Makasih banget buat MaMa, jadi kita bisa tau kalo Datin Ong ada Bak Kut Teh nya. Awalnya kirain cuma resto dengan resep Baba Nyonya, mengingat interior nya yg Peranakan banget..

    So, langsung deh kesana sama Nyokap, Suami dan anak 5 tahun. Saya akui Bak Kut Teh nya so ‘rempah’ banget. Kuahnya terasa manis asin gitu, manisnya terasa dari sawi putih yang digodok ampe benar2 layu dan gak lupa enoki dan mokonya benar2 gurih.

    Mengenai Claypot Rice, kami ga bisa komen apa2 krn itu menu yang sering kami komsumsi yaitu nasi dengan dominan wangi minyak lapchiong (Malaysia) . Jadi penasaran, apakah Datin Ong menggunakan lapchiong Malaysia?

    Kebetulan kami adalah suku Kongu / GuanDong., jadi juga ga bisa komen soal menu Perut Babi Merica / Tu To. Soalnya waktu Mua Guek atau sehabis melahirkan anak, saya wajib menyantap Perut Babi yang persis sama dengan menu di Datin Ong. Cuma resep kluarga kami menggunakan merica utuh yang bulat gede dan harus banyak.. Bayangin makan TuTo selama 30 hari ( gimana gak mekar ya nih body…)

    Btw, suami saya memuji BiSua Daging Cincangnya. Nyokap malah memuji Pancake Ikan Asin.. Bro Leo pintar ngambil angle ya waktu foto Pancake nya, di foto gede banget, waktu pesanan nyampe, walahhhh..kok gak seperti di fotoo. Hehe.

    Tapi kami semua setuju satu hal, Bak Kut Teh nya is the best. Cuma porsi medium nya kok gak ‘Medium’ banget ya..

    Hehe.. buat MaMa, thanks uda menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia kuliner kota Medan.
    ( MaMa, sorrriii komen nya kepanjangan )

    Like

    1. Hehehe untuk pancakenya itu kalo ga salah 2 porsi yg digabung jadi 1, krn uda bbrp kali visit dan selalu ga cukup. Saya rasa utk ukurannya uda standar seperti perkedel jumbo dengan gramasi yg konsisten.

      Mayoritas bahan2 yg digunakan diimpor langsung dr Malaysia karena ownernya pulang pergi. Namun terkadang ada juga yg memakai bahan lokal, utk menyesuaikan harga jual juga.

      Suo tuto nya juga saya sendiri ga familiar. Menurut ownernya sih harusnya lebih ‘spicy’ lagi namun harus diadjust lagi sesuai feedback customers.

      Thanks for being part of makanmana readers Rikka. And thanks for leaving your opinion on this place too.

      Like

  2. Haha.. Akhirnya tempat ini di-review juga
    Yup. Benar apa kata MaMa. Nasi Claypot di sini “one of the best in town” dan saya suka keraknya!!!
    Dan MaMa.. Jangan lupakan sup ususnya.. Itu recommended.

    Like

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s