“Asan” masakan khas asli Batak & Seafood

asan grill batak

Asan memulai karirnya (ceileh…) di kawasan jalan Semarang beberapa tahun lalu. Disamping masakannya yang enak, dia juga menjadi tenant pertama yang menjual masakan khas Batak. (CMIIW)

Tidak berhenti disitu, beliau pun melakukan ekspansi—membuka rumah makan dengan nama besarnya sendiri. (not to be mistaken with Chasio Asan yang sudah melegenda ya).

alamat rumah makan asan batak grill

Masih tetap menjual makanan khas Batak, Asan menambah variasi menu di rumah makan ini. Dari luas rumah makan yang hanya 1 ruko ini, memang agak sempit ruang makannya.

1/3 bagian depan ruko ini sudah habis dijadikan tempat panggang dan kasir. Bagian tengah diberi sekat dan dilengkapi dengan AC.

rm asan grill

Untuk suasananya sih terasa sedikit kurang nyaman. Penerangan yang agak redup gitu ditambah hiasan daun-daunan di langit-langit bikin semak, belum lagi asap panggangan dari luar yang ga jarang masuk ke ruangan karena masuk keluarnya staf dan pengunjung.

Belum lagi paduan wallpaper di dinding yang kombinasinya ngejreng dan out of place. Let’s forget about branding & design and jump to the foods.

menu asan

Berhubung kami udah sering nyicipin samcan goreng yang dijual di jalan Semarang, untuk menu tersebut kami skip, diganti dengan samcan panggang instead.

roast pork

samcan goreng

Potongan yang lebih tipis, dengan marinasi yang baik tentu saja bikin rasanya warbiasaaa setelah dipanggang. Recommended!

Samcan Sambel Ijo

Samcan Sambel Ijo (30)

Nah, untuk pork belly goreng, kita mesannya dikombinasi dengan sambel ijo. Menu ini mungkin fusion dari ayam cabe ijo yang populer di kalangan rumah makan khas Indonesia.

Cabenya nendang, pedas dan ditambah panasnya daging babi yang baru siap digoreng, crunchy dan pecah di mulut lumernya!

Klimaks? Belum…sante dulu. Nih intermeso sebelum kita lanjut lagi.

Lalapan...doh!

Lalapan…yang bener aja hehehe…

Sambel teri, oke lah buat menemani nasi

Sambel tempe teri, oke lah buat menemani nasi (5)

Oke, selanjutnya untuk hidangan main course yang ditunggu tunggu pun tiba.

Paikut Bali

Paikut Bali (55)

Paikut/Iga/Ribs Babi panggang khas bumbu Bali. Sebenarnya saya kurang mengerti apa komposisi bumbu di iga ini sehingga menjadi khas Bali (mungkin terinspirasi dari Nuri kali ye).

Untuk platingnya sih rada menyedihkan. Porsi yang saya yakini 4 rack of ribs ini dihidangkan ke piring putih dengan french fries dan daun sop. Mungkin karena faktor harganya, daun sop menjadi alternatif garnish yang lebih murah.

However, the taste will make you forget the plating. It’s tender and juicy, daging iganya ga melekat ke tulang. It’s marinated well and makes you crave again few days afterward.

Iga panggang

Iga panggang (50)

Masih dalam kategori yang sama, paikut panggang ini dihidangkan tanpa french fries. Untuk rasanya sih sebenarnya beti (beda tipis).

kangkung belacan

Kangkung Belacan (25)

Kangkung belacan nya ga special-special amat lah. The only reason you order this is when you need something green on your table…is that clear?

Daun ubi dan Saksang

Daun ubi dan Saksang (20)

Keterbatasan ruangan menjadi salah satu kelemahan rumah makan, ditambah design interior yang could be better.

Kendati demikian, rumah makan Asan ini menawarkan citarasa yang epic, dan kelemahan sebelumnya ditutup dengan harga makanan yang cukup bersahabat.

Marinated pork belly

Marinated pork belly (25)

“Asan” Rumah Makan khas Batak
Jalan Asia no 99K
061-76561010
0821-6800-0282
0820-6638-3458
Buka: 09.00-21.00

  1. Jaya tetap bossku yg baik…….

    Reply

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s