Tahu isi dari Brahrang, endes rasanya!

What life would it be if there’s no ‘gorengan’ in this world?
LIFE IS FLAT
atau dengan kata lain, hidup ini bakalan datar aja, gan!

Today, I’ll be introducing you guys to a hidden gem which is no longer “that” hidden nowadays. Do read on!

Sebenarnya postingan ini adalah hasil hunting saya pada hari yang sama dengan Mie Pangsit Ayong 09, pada Ceng Beng bulan Maret yang lalu. Namun, karena padatnya traffic di blog makanmana.net, barulah sekarang Tahu Isi Brahrang ini mendapatkan kesempatan tampil di publik. A little late is better than never, right?

Saya sebetulnya sudah berlangganan denganTahu Isi ini sejak bertahun-tahun yang lalu, namun baru sekaranglah saya ngeh kalau tempat ini ada namanya, duh!

Tahu isi 88 ini telah eksis selama belasan tahun, dan telah memiliki fanbase yang sangat luar biasa loyal.
Disebabkan lokasi mereka yang berada di akses jalan menuju kuburan Tionghua di Brahrang, dengan otomatis demand naik dengan drastis pada bulan Ceng Beng di setiap tahunnya.

Saya yakin banyak yang seperti saya dan keluarga, yang merupakan once-in-a-year customers, dan Tahu Isi 88 adalah salah satu die-die-must-eat food kalau orang-orang pergi berziarah ke kuburan leluhur di Brahrang. So, bisa kebayang ga berapa ratus potong atau bahkan berapa ribu potong tahu yang terjual selama periode itu?

Tapi si cici owner mengaku kalau banyak juga pembeli yang sengaja datang jauh-jauh dari Medan pada hari biasa, dan memboyong pulang paling sedikit 20 potong atau bahkan lebih tahu isi. Mantap!

Mari kita simak bagaimana tahu ini dibuat dan bagaimana rasanya, cekidot!

Tahu Isi 88 menyediakan 2 jenis tahu, tahu putih dan tahu kuning, dengan filling yang sama. Walaupun filling nya sama, rasanya beda jauh sebab tekstur kedua tahu yang berbeda.

Saya personally lebih menyukai tahu kuning dengan tektur yang lebih lembut dan lunak, namun Tahu Kuning sering sold out lebih cepat, sebab cara meng-handle tahu kuning jauh lebih sulit dibandingkan yang putih, menurut pengakuan cici owner.

Nahhh, bahan utama untuk filling Tahu Isi tak lain tak bukan adalah parutan bengkoang dan wortel.

Selama saya berada disana menunggu antrian yang lumayan lama, Ibu ini terlihat tidak berhenti-berhentinya mengisi tahu dengan campuran parutan bengkoang, wortel dan daun bawang ke dalam tahu yang telah dibelah menjadi 2 dan dikorek isinya.

Sementara wajan besar diatas bara api juga tidak berhenti-berhentinya menggoreng tahu-tahu yang telah diisi oleh Si Ibu.

Tahu Isi Sayur – 2,500/pc pada masa Ceng Beng dan 2,000/pc harga normal.

Nahhh, ini dia end-product nya. Foto diatas adalah Tahu Kuning.

Tahu Isi Sayur – 2,500/pc pada masa Ceng Beng dan 2,000/pc harga normal.

Dan yang ini adalah Tahu Putih. Kelihatan jelas kan bedanya?

Sembari menunggu, kami selalu dine-in juga disana, sekedar untuk melepas rindu setelah 1 tahun tidak mencicipinya.

Oh my! Rasanya beneran endes! Kunci utamanya sebenarnya terletak pada saus encer cabe hijaunya yang tiada tara enaknya. Biji-biji cabe yang tidak disaring menambah sensasi pedas yang luar biasa (Lihat saja foto dibawah ini).
If you are my readers on IG, you sure know that I am a strong chili eater!

Kami membeli pulang 50 potong pada saat itu, masing-masing 25 potong tahu kuning dan putih. Tahu dapat disimpan di freezer dan bisa bertahan selama 2 (dua) hari. Dan apabila digoreng ulang lagi masih menghasilkan rasa dan kerenyahan yang enak.
Penasaran? Dicoba sendiri ya!

Foto diatas adalah untuk memudahkan MaMa-nia menemukan tempat ini.

Anda tentu familiar dengan Taukua Heci Apo kan?
Nahh, setelah ketemu si Apo yang terletak di hook, belokkan setir ke kiri, jalan terus sampai Anda menemukan Vihara seperti yang tampak pada foto diatas, Tahu Isi 88 tepat berada di seberangnya. Mudah bukan?

Tahu Isi 88, Jln Anggur, Brahrang.
Operational hours : Daily (Jam 11 siang hingga jam 4 sore.)
Telp : 081 2647 7236 (bisa ditelepon terlebih dahulu untuk order untuk kemudian dijemput)

2 comments

Comments are closed.