Ong Lai Mie – Kembali ke Citarasa Bagan Asli

flatlay-mie-bagan

Yang pernah menyukai mie Bagan yang satu ini pasti penasaran, kemana sih mereka sekarang? Kurang lebih 3 bulan yang lalu, Ong Lai Mie yang selama ini berjualan di S.Parman terpaksa tutup dan pindah ke lokasi awalnya.

Biaya sewa yang tinggi serta kondisi ekonomi yang masih lesu belakangan ini, beserta alasan pribadi lainnya membuat pengelola akhirnya memutuskan untuk kembali berjualan di daerah Brayan, tepatnya Jalan Mayor no 6B, Pulo Brayan.

lokasi-jalan-mayor-bagan-mie

Gampangnya sih, kalo dari arah Medan via Jalan Yos Sudarso, ketemu flyover liat belokan kiri pertama (sebelum Bank Mandiri). Jalanan tersebut emang aga sempit karena paginya dijadikan pasar.

interior-onglai-mie

Walau terletak di ‘pasar’ yang notabene imagenya kotor dan sumpek, rumah makan disini bersih dan rapi.

Masih dengan penampilan sederhana, stelling di depan, produksi mie di belakang. Saat ini Ong Lai Mie sudah rebranding menjadi Bagan Mie, berhubung Ong Lai itu mengandung arti lain dalam bahasa hokkien, yaitu Nenas. (Oh don’t start with I have a pineapple…)

mie-bagan-masak

Menu yang dijual masih tetap sama, Bagan Mie dan Ker Mie. Jika kamu pernah baca review sebelumnya, maka disini ada sedikit perubahan. Yang pertama, harganya sudah turun dari 17rb ke 10rb.

mie-bagan-onglai
Bagan Mie – 10rb

Penurunan harga disesuaikan dengan daya beli masyarakat di sekitar. Walau adonan mie tetap sama, beberapa lauk tak disertakan lagi, seperti daging cincang kecap. That’s alright, the most important condiment is still there, keropok! *walau ga sebanyak dan setebal dulu*

Ker Mie - 15rb
Ker Mie – 15rb

Dengan kuah yang lebih kental dan gelap, ker mie disajikan di mangkok dengan irisan daging babi dan kerupuk, minus udang seperti tempat sebelumnya.

Mie polos dengan kerupuk

Perhaps, yang paling menonjol disini ialah perubahan pada citarasanya. Flavor yang selama ini sudah cocok di lidah orang Medan terpaksa harus ditweak lagi untuk menyesuaikan lidah masyarakat di sekitar pulo brayan yang mayoritas orang Bagan.

Menurut pengelola, keputusan ini dibuat setelah survey simpel berikut: Dalam satu minggu, kecap asin lebih cepat habis ketimbang cuka, di Pulo Brayan malah sebaliknya.

Mie tebal utk Ker Mie dan tipis untuk Bagan Mie

Memang seyogianya, cuka berperan penting dalam masakan khas Bagan. Buat gue yang asli orang Medan, masih tetap enjoy mie Bagan ini tanpa harus menuangnya kedalam mie, flavornya sedikit berbeda dari dulunya, but I still like it.

Ong Lai Mie #nonhalal
Jalan Mayor no 6B Pulo Brayan
Buka: Pagi ampe siang
Che it Capgo Libur

One thought on “Ong Lai Mie – Kembali ke Citarasa Bagan Asli

  1. Ya ampun segernya yaa medan emang tempat wisata kuliner terbaik deh… kapan aku bisa kesana, padahal medan kampung nenek ku, sedih nya

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s