Trying new dimsum menu from Hongkong Chef at Grand Duck King

DuckKingDimSum_16.jpg

Sebelumnya, menu dimsum di resto Grand Duck King sudah available. But when you market it as creation by new chef from Hongkong, and sell it at each Rp 16.800, I’m sold.

So last weekend I gave it a try. Saya masih ingat di saat resto ini awal buka di Cambridge Mal. Long queue, but not last sunday, walau resto ini mulai dipadati pengunjung saat saya selesai makan.

Dari kedua faktor promosi (new chef dan promo price), saya rasa harga yang lebih berperan disini, mengingat tempat ini juga termasuk upclass.

Surprisingly dengan harga normal pun dimsum2 disini hanya berkisar dari 20-30rb. (Awalnya saya pikir lebih mahal). Faktor harga yang masih wajar mengingat sudah banyak hotel dan resto yang menyediakan menu serupa, plus kompetisi Duck King sendiri dengan resto Nelayan Suki di dalam Cambridge Mal.

DuckKingDimSum_01.jpg
Pickle at 8rb

Once seated, cemilan kecil sebagai menu pembuka pun dihidangkan. It’s a nice and warm gesture, and I thought it’s free until the bill came out.

Menu-menu dimsum disini boleh dibilang standar adanya, seperti siew may, siew long pao, kaki ayam, lumpia udang, ciong fan, ha kau, dan lo mai kai. Tidak seperti resto yang spesialis menjual dimsum, menu disini kudu dipesan dahulu.

DuckKingDimSum_02.jpg
Lumpia udang kulit tahu

Agak lama menunggu, namun lumpia ini datang sebagai hidangan pertama. Still hot and crispy, dan gigitan pertama berhasil memberikan sebuah impresi awal yang baik.

Firasat gue yang awalnya ‘menu diskonan pasti dikurangi ini itunya’ pun takluk.

duckkingdimsum_03duckkingdimsum_04duckkingdimsum_05

Steamed Hongkong Style Ciong Fan dengan isi udang ini dihidangkan sedikit berbeda. Saus dan Cabe keringnya dipisah dan ditaroh sesuai keinginan kita.

DuckKingDimSum_06.jpg

They say, if you wanna test if a restaurant is good or not, try their Siew May. And this one passed. I was getting more and more confident about this place, tapi sayangnya masih ada beberapa menu yang belum sesuai lidah, notably…

DuckKingDimSum_08.jpg
Goreng Kue Daun Bawang dan Sapi Cincang

Dari buku menunya ditulis Deep Fried Flaky Scallion Pancake with Minced Beef. Tekstur kulitnya agak remah (kaya kue bawang) dan isinya daun bawang cincang, but where’s the minced beef?

DuckKingDimSum_12.jpg

Menu yang cukup mengecewakan juga ialah Xiao Long Bao. Mengerut dan sedikit sekali kaldu yang keluar saat digigit. It tasted more like Guo Tie instead.

DuckKingDimSum_10.jpg

Okay mungkin kalo ngambil Paradise sebagai benchmark, xiao long baonya jauh lebih baik but there’s one particular menu yang jadi favorit.

DuckKingDimSum_09.jpg
Sometimes the least interesting menu is the most impressive

Di menunya sebenarnya tertulis ‘Steamed Black Pepper Duck Meat Bun’ namun menurut waiter ada versi gorengnya.

DuckKingDimSum_11.jpg
Look at the filling…

Who knows it tasted so good. Meski tampak berminyak, isi bun-nya lembut dan fillingnya juga enak. I mean, isn’t this how Duck King should be good at? Recommended.

DuckKingDimSum_07.jpg
4 chicken legs at Rp 16.800? And it taste good? Get this one!

Menu kaki ayam juga executed well. Kulitnya tidak terlalu lembek, namun lembut dan gampang lepas dari tulangnya.

DuckKingDimSum_14.jpg

Loh Mai Kai datang belakangan. This one usually come with pork, tapi sepertinya Duck King ingin menggaet pasar yang lebih luas, jadi substitutenya ke daging ayam. It comes with sausage, jamur, paha ayam dan satu lagi sepertinya chasio ayam (CMIIW). For someone who already tasted the one with pork, this is just alright.

DuckKingDimSum_13.jpg

Here’s the funny part. Ha Kau yang datang malah isi dalamnya lebih watery, just like xiao long bao. So has the recipe swapped? hehehe…

Total bill untuk santapan ini jatuh ke Rp 240.000 setelah pajak. Yang agak mengejutkan ialah harga teh tong/teh manis/teh manis dingin (they’re all the same price) dan harganya jatuh Rp 16.000/each. 48rb utk 3 gelas teh sedikit overkill menurut gw, but then this is high class resto anyway. So if you’re budget conscious, opt for chinese tea instead.

Promo dimsum dari Duck King kali ini berhasil membuat saya puas dan rasanya ingin kembali lagi karena masih ada beberapa menu dimsum yang belum sempat dicoba.

Untuk saat ini mungkin harga masih menjadi faktor utama dalam memikat pengunjung untuk mencoba. I’m just not sure if it will last once promo expire (at least promonya sampe Mei).

Dengan banyak kompetisi dari resto dan hotel lainnya, saya pikir Duck King seharusnya lebih inovatif dalam kreasi menu dimsum. Menu bebek disini sudah tidak diragukan lagi, and I can easily vote for the best roast duck in town, tapi untuk menu dimsum? Not quite there yet.

So, either go for lower price or offer something unique and different to grab Medanese’ market.

The Grand Duck King
Cambridge City Square, Lt 2
(061) 4517618
Lokasi: Google Maps

One thought on “Trying new dimsum menu from Hongkong Chef at Grand Duck King

  1. setuju! untuk kreasi dimsumnya masih kurang.trus bebek panggangnya agak basah, jd kulit kurang crunchy..
    semangat!!

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s