I named it ‘Toko 64’: Chinese Food Satu Hati

Akhirnya nomor paling besar di toko ini pun gue jadikan nama tokonya.
Sama seperti Ayi Gal Gadot pada artikel sebelumnya…

https://makanmana.net/gal-gadot-of-jalan-asia-2f9834cdfa61

Tempat yang gue singgahi ini juga tidak bernama. Satu-satunya ciri khas toko ini adalah nomor 64 yang terpampang besar di dinding tokonya.

Angka 64 yang cukup besar berada tepat di sebelah menu utama toko ini.

Ayi (I called her so even though she’s not a Tionghoa, but she speaks Hokkian fluenty and married to a Tionghoa)

Pesanan gue hari ini adalah Kwetiau Kangkung Belacan. Sebenarnya gue pernah ke toko ini sekali dulu. This is my second time. And waktu itu gue pesennya Wat Fen, dan rasanya sungguh-sungguh menggetar lidah saya. Unluckily I didn’t take any picture that time, ’cause it happened years before I write for MaMa. Yeah, YEARS. We’ll talk about that later.

Sedikit gambaran, Wat Fen yang gue pesan waktu itu dilengkapi dengan isian yang cukup banyak dan lengkap dengan jeroan (boleh request untuk exclude jika tidak suka). Selain itu kuah Wat Fen tidak bening seperti umumnya, tetapi lebih kearah kuning keemasan. Kalau rasanya tidak perlu ditanyakan lagi. Untuk ukuran sebesar itu, gue sanggupi pesan 1 porsi lagi buat nambah. Well, you can assume the taste, right?

Seporsi besar Kwetiau Kangkung Belacan (40rb termasuk teh hangat)

Yang gue bahas kali ini adalah Kwetiau Kangkung Belacannya. Sepertinya si Ayi tidak terlalu banyak menggunakan garam atau micin untuk masakannya. Jadi, buat yang suka asin boleh nambahin dengan kecap yang disediakan di atas meja. Aroma terasi belacannya juga terasa, meski menurut gue, Ayi tidak memberi terlalu banyak sentuhan pedasnya.

Kalo dari segi isi, makanan Ayi ini justru kelewatan. Kelewat banyak… Seporsi besar Kwetiau (gue kombinasikan dengan mie) dimasak dengan telur bebek dan dilengkapi udang, bakso ikan, bakso udang, daging BB dan jeroannya. Lengkap banget dah pokoknya.

Seperti yang gue bilang sebelumnya udah bertahun-tahun sejak terakhir gue makan disini. Ayi ini sendiri udah jualan selama hampir 40 tahun. Awalnya bisnis dijalankan oleh suaminya. Unexpectedly, her hubby didn’t make it that long and had to leave her six years ago. Jadi, sejak 6 tahun lalu Ayi ini sendirian aja yang turun tangan buat masak.

Dari kebanyakan pelanggan setianya Ayi ini, rata-rata setuju kalo rasa yang dipresentasikan Ayi ini tetap sama seperti dulu saat suami Ayi ini masih jualan. Masih satu hati satu resep dengan suaminya. Awalnya Ayi ini jualan di jalan Kutacane, lalu pindah ke jalan Sumatera dan terakhir menetap di Pasar Rame. Disinilah yang paling lama.

Oh ya, kalo mau kemari pintar-pintarlah cari waktu. Hindari jam-jam orang sibuk-sibuknya cari makan. Karena bakalan padat banget, apalagi toko Ayi ini cuma tersedia 4 meja, bahkan ada 3 meja yang hanya muat untuk dua orang berhadapan.

Kalo soal ventilasi, loe ga usah takut panas atau gerah meski ini di area Pasar Rame. Letak toko Ayi ini berada di sebelah jalan utama dan sangat terbuka. Si Ayi juga ngakalin agar asap tidak menyebar ke area pelanggan dengan dua kipas angin kecil. So smart!

Toko tidak bernama.

Gampang-gampang susah kalo mau cari toko Ayi ini. Susah karena kalo diberikan titik lokasi lewat Google Maps juga gak bakalan nemu. Gampang kalo bener-bener ikuti arahan dari gue, pasti ketemu.

So, patokannya dari pintu masuk Pasar Ramai di seberang Thamrin Plaza (yang berhadapan langsung dengan Thamrin Plaza). Lalu, lurus saja terus tanpa masuk ke area pasarnya. Sampai mentok ke area pertokoan ruko, belok kiri nah, bilik ke tiga di barisan kiri jalan pasti nampak tempat Ayi ini. Seberang Toko One Silver. Jangan salah jumpa ya, karena sebelum belokkan ada juga Ayi yang jualan Chinese Food (review tempat ini akan ditulis segera).

Selain Kwetiau, Capcai Ayi ini wajib coba juga, karena capcai Ayi ini primadona di tokonya. Sayangnya, waktu itu Ayi telat bilangnya. Buat loe yang udah pernah cobain Capcai Ayi ini, comment di bawah ya rasanya gimana.

Kwetiau Aheng Pasar Ramai
Jalan Asia Baru, Pasar Ramai
Jam Buka: Sesuai jam operasional Pasar Ramai (mostly until 5 pm)
#Nonhalal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s