Kulineran ke Brahrang? Wajib Cobain Makanan Ini!

Perjalanan ke Brahrang kali ini kami tempuh setelah all out beraktifitas di Bukit Lawang sehari sebelumnya. Untuk recharge tenaga kami, kami milih tempat yang searah dari Bukit Lawang ke kota Medan, Brahrang to be exact.

Sebelumnya saat masih dalam perjalanan, kami membuat pertanyaan di Instagram Makanmana dan ternyata banyak sekali respon yang diterima anak-anak MaMa di Instagram. Alhasil tempat-tempat inilah yang menjadi tujuan kami.

DSCF0885
Suasana Pek Cam Kee Lenk Hong

Kesan pertama yang gue rasakan itu terasa homey dan hangat di tempat ini. Atmosfir-atmosfir vintage-nya kontras banget kalo dibandingkan sama perkotaan Medan yang hiruk-pikuk. You’ll feel like you’ve been out of hometown for years and returning back here.

DSCF0890

DSCF0889

Sambil kami mempersiapkan mental dan mengosongkan ruang di perut setelah 3 jam perjalanan, pelayan pun menghampiri kami untuk mulai mengambil pesanan. Sayang sekali, kebanyakan makanannya sudah sold out berhubung waktu singgah kami yang udah cukup telat.

Alhasil, hanya 1 piring Nasi Ayam, 2 mangkok Bubur Ayam dan 1 porsi Pek Cam Kee signature-nya Lenk Hong yang kami pesan.

DSCF0905
Bubur Ayam (15rb)

Jangan sepele soal yang namanya Bubur Ayam. Kalo kamu pikir bubur ayam itu cenderung hambar dan hanya bisa dicampurkan kecap asin, maka kamu salah besar. Bubur Ayam di Lenk Hong ini contohnya. Dengan suwiran ayam diatasnya, potongan Ca Kue, sayur dan bawang goreng berhasil menipu pikiran kami yang berpikir kalo bubur adalah makanan yang sederhana.

Kekentalan buburnya juga sesuai dengan kami, tidak terlalu kasar/kental dan tidak terlalu cair. Just tasted right.

DSCF0907
Pek Cam Kee (120rb/ekor)

Menyusul si Bubur Ayam yang menjadi appetizer kami yang sempurna, ada si Pek Cam Kee signature-nya Lenk Hong. Satu porsi ini sih kalo untuk kami-kami yang ruang di perutnya luas rasanya kurang cukup. Tapi mengingat kami akan mengunjungi tempat lain, kami rasa porsi tersebut udah pas sebagai cap absen kita di Lenk Hong.

Personally, sentuhan aroma wijen khas Pek Cam Kee bener-bener menggugah rasa lapar gue. Ditambah lagi dengan bawang putih yang bejibun bikin si ayam makin menggoda. Soal rasa? Worry no more. Lembut dan terasa manis pada daging ayamnya. Intinya tidak sampai 5 menit itu ayam dihidangkan, potongan-potongan ayamnya sudah rapi dijajah sama kami yang predator buas ini.

DSCF0914

Yang WAJIB BANGET KAMU PERHATIKAN adalah sambal kecapnya yang kena di hati. Langsung jatuh cinta ke cinta sejati pada pandangan pertama. Masuk ke hati terdalam. #halah #lebay. Jadi, kalo kamu kemari kamu harus banget minta sambal kecapnya.

DSCF0884
Penampakan Sterling Pek Cam Kee Lenk Hong.

Pek Cam Kee Lenk Hong
Jalan Anggur No 56, Brahrang.
#halal
Lokasi: https://goo.gl/maps/32kC9JoPGvr


Tempat berikutnya yang kami kunjungi berjarak tidak jauh dari Pek Cam Kee Lenk Hong. Cukuplah kalo ditempuh dengan berjalan kaki, sambil geser-geser isi perut kami biar bisa ngisi makanan lagi.

DSCF0915

Masih di jalan Anggur, jalan yang sama dengan Pek Cam Kee Lenk Hong tadi, kami kunjungi Tau Kua He Chi Apo. Banyak yang rekomen kami ke tempat ini di Instagram. Don’t be shocked if you find out that there’re lots of flies.

DSCF0919

Tau Kua He Chi di sini udah diwariskan ke generasi ke dua atau ke tiga kalau tidak salah. Ayi di foto atas adalah CEO-nya sekarang. Katanya sih, usaha ini dirintis oleh mertuanya dulu. Dan bumbu Tau Kua He Chi-nya masih original dari mertuanya. Quickly go there and try this food before the secret recipe is passed down to next generation. We can’t tell how will it tasted like later, but you must try the original recipe now, though.

Bahan-bahan makanan di sini, rata-rata masih fresh karena diproses saat ada yang memesan. Jadi, tahu atau tau kua, peyek udang dan udang gorengnya masih panas dan garing saat dihidangkan.

DSCF0920

DSCF0921

DSCF0923

Tidak begitu lama kami menunggu, seporsi demi seporsi Tau Kua He Chi kami mulai dianterin. Kuahnya khas dengan warna merah pekat dan menurut gue pribadi lebih terasa asamnya, meanwhile menurut yang lain sih justru kemanisan. Kamu harus coba sendiri ke sini untuk tahu seperti apa rasanya. We all have our very own personal preference, right?

DSCF0934

What shocked me is udangnya gede banget! Paling gede kalo dibandingkan sama isi-isi Tau Kua He Chi-nya yang lain. Ketika digigit terasa sih kalo tepungnya juga tebal, tapi ternyata udangnya sendiri juga berukuran besar kalo benar-benar kamu pisahkan dari tepungnya.

DSCF0941

Personally, yang paling gue juarakan dari sekian banyak isi Tau Kua He Chi Apo adalah tahu kuning-nya atau Tau Kua. Terasa lembut banget dan fresh banget Tau Kua-nya. FYI, kata Tau Kua He Chi itu artinya Tau Kua (tahu kuning), He (udang) dan Chi (rajungan). Uniknya, di sini tidak digunakan rajungan tetapi diganti menjadi sejenis kue udang yang crunchy-crunchy gitu.

DSCF0938

Sayangnya waktu dan kemampuan perut kami sudah nggak memadai untuk mengunjungi lokasi kulineran lainnya. Kami sempat berencana untuk mengunjungi Sagoli atau Sate Goyang Lidah dan bakso di sekitar sana yang katanya ciamik banget. Nah, kalo ada dari kamu yang pernah coba, kasih tahu kami ya dengan comment di bawah! ^^

Saksikan VLOG kami di Brahrang untuk lebih lengkapnya!
https://youtu.be/LpLLvyo5dQQ

Tau Kua He Chi Apo
Jalan Anggur No. 56, Brahrang
Lokasi: https://goo.gl/maps/crqtsnN3tvR2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s