Gerobak Kapal, Bukan Di Laut Tapi Di Darat

Di malam yang ‘kinda lonely’ dengan suhu yang cukup panas ini, gue diajakin keliling daerah Mandala buat berburu kuliner malam. Well, I’m searching for something new and unique. Pas gue lihat ke sebelah kiri jalan, gue nampak sebuah “sampan”. Yes, bukan di laut tapi di darat, ada sampan! Which is milik seorang penjual Sate Madura. Tanpa berpikir panjang lebar, gue hampiri aja sampan si Abang.

Personally, very personally, gue sempat bingung soal Sate Madura. Apakah itu mirip sate kacang, sate padang, atau sate taichan? Setelah melihat kuali yang berisi saus kacang, barulah gue tau kalau Sate Madura ini mirip sate kacang. Haus akan ilmu dan demi menjawab rasa penasaran, gue observe lagi. Apa lagi bedanya Sate Madura yang satu ini dengan sate kacang yang biasanya sering gue makan?

IMG_8846

Yang pertama kali gue perhatikan itu bentuk gerobaknya which is the main reason of why I decided to try this. Kalian coba perhatikan bentuk gerobaknya; apakah seperti gerobak penjual sate pada umumnya? Setelah gue interogasi abang penjual satenya, gue baru tahu kalau inilah salah satu ciri khas dari Sate Madura, gerobak yang berbentuk seperti kapal/sampan.

IMG_8872

IMG_8847

Ceritanya, abang ini sudah berjualan sejak tahun 1994, dari sejak gue belum lahir. Tapi, dia berhenti berjualan selama beberapa tahun karena gerobaknya hilang dan mulai berjualan kembali sekitar 1 atau 2 tahun lalu. Gue nggak tanya terlalu jauh soal alasan dia stop jualan selama beberapa tahun. Mungkin karena dia mau ngumpulin modal untuk beli gerobak kapal yang baru. Kalau mau jual sate Madura kan nggak mungkin abangnya nyuri gerobak penjual lain ya kan?

IMG_8877

Letaknya di depan Dinwil Laundry, tepatnya di persimpangan jalan Mandala dan Pukat Banting I. Abang ini start berjualan jam 6 sore. Letaknya tepat berada di kaki lima pinggiran jalan. Jadi kalau kalian mau kesini, usahakan bawa teman yaa karena malam hari itu mungkin agak berbahaya. Apalagi kalau kalian itu cewek. Kalau kalian cewek yang ke-cowok-an seperti gue itu sih nggak masalah. Wohohooooh! Cheers to tomboys!!!

IMG_8849

Cara masak Sate Madura ini pun cukup berbeda dari sate kacang pada umumnya. Sebelum dipanggang, daging ayam yang digabung dengan kulit dan lemak ayam yang sudah ditusuk itu diselimuti dengan mixture dari saus kacang plus kecap manis. Katanya sih biar lebih tasteful and rich.

IMG_8850

Nah, setelah satenya well-coated, barulah abang itu mulai proses pemanggangannya.

IMG_8831

Looks so tempting, right? Nah gengs, cara pemanggangannya juga nggak sembarang. Biasanya kan sate itu dipanggang dengan arang. Tapi, Sate Madura enggak. Panggangnya pun menggunakan batok kelapa. Here’s a closer look! Mungkin tampaknya tidak begitu jelas, tetapi kalau kalian perhatikan baik-baik, you guys will know that’s definitely different.

IMG_8834

IMG_8881

Tak ketinggalan juga lontong yang ukurannya pas banget untuk mulut gue yang agak kecil. Pastinya sih nggak sebesar mulutnya anak MaMa yang suka kuncir rambut itu (pembaca setia Makanmana.net pasti tahu siapa itu) #MaafkanSayaCocohIrvan.

IMG_8882

Disaat seporsi sate menghampiri meja, gue cuma bisa telan ludah karena harus menahan lapar. Alasannya cukup sederhana, tak jauh dari kata “eksis”. Gue harus foto Sate Madura ini biar teman-teman gue ngiler dengan keindahan sate ini di saat mereka buka IG Story. Dan yang pastinya, fotoin biar pembaca artikel ini juga turut merasakan kelaparan gue disaat itu. Whooppss, sorry not sorry 😀

IMG_8884

Wuahh…. di gigitan pertama potongan sate yang diselimuti saus kacang ini, I feel like I should just eat this everyday for months! Entah kenapa gue suka banget dengan sate yang satu ini.

Di suapan kedua, gue merasakan ada sedikit rasa asam that blends in my mouth. Trus, gue tanya abangnya, “Bang, abang taruh apa ini? Kok ada rasa asemnya?”

There’s a little magic touch, yaitu sedikit perasan jeruk nipis. Surprisingly, perasan jeruk nipis itu buat rasa saus kacang yang manis menjadi well-balanced dan nggak jelak walaupun gue makan banyak.

Oh ya, harga 1 porsi Sate Madura ini cuma sekitar 15rb dengan 10 tusuk sate dan 1 lontong. Quite affordable right?

IMG_8888

Jangan lupa tapao sebungkus buat snack tengah malam.

Another unique thing about this Sate Madura, yaitu cara bungkusnya ketika kalian tapao. Bentuknya seperti kerucut gitu which I found so interesting and artistic.

As I leave this place, cuma 2 hal yang ada di benakku. First, apakah orang Madura itu pada kreatif ya? Kok dari bungkusan satenya saja pun beda dari yang lain? Kedua, gue HARUS kembali untuk Sate Madura ini bagaimanapun itu. YAAYYY!!!

IMG_8872

So, will you guys try this out? Comment down below!

  1. Bagaimana sensasi makan dekat Gerobak Kapal, Bukan Di Laut Tapi Di Darat?

    Reply

  2. Masing2 personal taste preference beda nih. Mungkin untuk kami, ini cocok dengan lidah kami.

    Reply

  3. Aku baru coba bbrp hari yg lalu. Ternyata hasilnya tdk “seheboh” review disini. Sejujurnya malah saya ga sanggup menghabiskan sate yg tlh saya pesan 🤦🏻‍♂️

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s