DSC09540

Sebelum kunjungan “in-depth” kali ini, aku pernah duduk nyantai sambil kerja di La Ninas. Just a casual me-time occasion. First thing first, aku suka dengan suasananya yang classic dan cozy dengan beberapa spot yang Instagrammable, meskipun aku nggak mengambil langkah untuk berfoto-foto ria saat itu. Inilah alasanku memilih nongkrong di sini instead of coffeeshop dengan harga bintang lima di mall-mall Medan.

DSC09521

Kunjungan kali ini berbeda. Aku sengaja mengunjungi La Ninas Kitchen untuk memberi ulasan pada lokasi ini.

Meski berbentuk cafe dan berkonsep tempat nongkrong, La Ninas Kitchen menyediakan menu main course untuk pengunjung yang mencari sesuap “kekenyangan” di sini. Uniknya, selain menu Western yang lazim ditemukan di cafe-cafe secara umum, menu khas Manado justru menjadi primadona di sini.

DSC09542

Aku disambut dengan beberapa kue khas Manado sebagai appetizer sesaat setelah aku cukup yakin duduk dengan baik dan tenang di salah satu bangku yang disediakan. Diantaranya adalah Kue Balapis dan Panada yang cukup menarik perhatian.

DSC09490

Kue Balapis adalah kue khas Manado yang terdiri dari lembaran-lembaran kue tipis yang terbuat dari tepung terigu atau tepung beras. Kue Balapis memiliki tekstur yang lembut, sedikit lengket dan chewy. Sedikit di luar ekspektasi, Kue Balapis tidak semanis yang kukira.

DSC09492

Panada yang berupa roti, diisi suwiran daging ikan cakalang yang dimasak dengan rempah terasa soft dan spongy yet crusty on the edge. Not our favorite, but still better than Kue Balapis. And… I have to admit. I have fallen for their Avocado filled Bread.

DSC09482

It is one kind of dessert, dinilai dari roti yang lembut dengan isian krim alpukat yang cukup manis dan kental, lalu diberi lapisan coklat di bagian atas. Somehow, alpukatnya yang terasa dingin di lidah berbanding terbalik dengan suhu rotinya sendiri yang masih sesuai pada suhu ruangan saat itu. My very first recommended menu from La Ninas Kitchen, anyway.

Not so long after that, menu-menu main course pun dihidangkan.

DSC09505

Ikan Woku Bungkus Daun Pepaya menjadi yang pertama dihidangkan oleh staffnya dengan senyum yang ramah. Buru-buru kuhentikan langkah si penghidang yang akan meninggalkan meja untuk kuserang dengan sejumlah pertanyaan. Ikan Woku Bungkus Daun Pepaya ini dimasak dengan bumbu campuran rempah-rempah khas daerah Manado bernama bumbu Woku.

For your information, aku cukup terkesan dengan suwiran daging ikan yang tidak terlalu berbau amis dan berbaur sempurna dengan bumbu Woku tadi. Entah berpengaruh atau tidak, daun pepaya yang membungkus ikan Woku tadi jauh dari kata pahit dan tidak terkesan langu. Rasanya juga sedikit crispy pada beberapa bagian dan lembek pada bagian lainnya.

Next! Chicken Mango yang menjadi menu berikutnya yang dihidangkan.

DSC09538

Satu menu asal Indonesia dan satu menu Western yang kupesan. Hanya untuk mencari tahu apakah SATU cafe yang menawarkan dua asal MENU yang berbeda (Indonesian & Western) bisa konsisten menjaga taste kedua kubu yang berbeda ini agar tetap sama-sama outstanding.

Dan rasa penasaranku terjawab. Menu Chicken Mango yang disajikan bisa dibilang memiliki posisi yang hampir setara di hatiku. First thing first, daging ayamnya tender dan juicy dengan bbeberapa bagian tulang besar yang sudah dibuang duluan. Nilai plus buatku. I’m still figuring out apa yang membuat menu tasted well, apakah daging ayam yang sudah didiamkan bersama baluran bumbu duluan selama beberapa waktu atau saus mangga yang tidak terlalu asam dan cenderung manis menurutku. All I can say is, perpaduan berbagai elemen dalam Chicken Mango ini sangat strong namun saling mendukung. Mangganya manis ya, anyway.

Hanya saja, presentasi menu yang ditampilkan belum terlalu memanjakan mataku. A lil bit messy for me though :D.

DSC09511

Cumi Woku

DSC09508

Ikan Cakalang Pampis

DSC09486

Ayam Bumbu Bebek

Masih ada banyak menu yang kucoba dan ingin kuulas sebenarnya. Mungkin jari yang lelah dan mata yang sudah hampir terpejam malam ini seakan memaksaku untuk mengakhiri tulisan ini. Baiklah, kuakhiri aja dengan ulasan Coco Coffee yang kupesan sebagai minuman pendampingku saat itu.

DSC09527

DSC09528

Can’t say that this is the best or not, since aku bukan bener-bener orang yang mencari kenikmatan dalam sebuah kopi. Aku hanya seseorang yang membutuhkan kafein dalam kopi. But dari kacamata seorang “awam” yang mencoba kreasi kopi yang berbeda, bisa dibilang profil rasa kelapa yang ada di dalam Coco Coffee kurang kuat. Mungkin karena espresso-nya terlalu pekat dan cukup pahit. Well, not for me. But for coffee-lovers go give it a try.

La Ninas Kitchen
Jalan Hasanuddin No 3
09.00-23.00
(+62) 823 6062 1641
Instagram @laninaskitchen
#NoPork
Lokasi: https://goo.gl/maps/f3Uw166Sgdx