Menikmati Ikan Baung dan Holat yang segar di RM Bung Rizal & M. Br. Regar

Kalo cerita rumah makan khas Padang, sudah berserak-lah jumlahnya di Medan ini. Di pusat kota, hampir rata2 setiap jalan selalu didominasi kuliner khas Sumatera Barat. Lalu bagaimana dengan kuliner khas Tapanuli?

Sekilas kalau kita melewati jalan Adisucipto atau Jalan SMA2, rumah makan ini langsung nampak karena lokasinya yang cukup terbuka. Berada di pinggir jalan, rumah makan ini menyediakan ruang parkir yg cukup luas. Suasana makannya pun santai dengan arsitektur tradisional.

Ikan Sale

Fishes, Fishes everywhere…

Menu yang paling banyak dijumpai disini ialah Ikan. Specialnya sih ada holat dan gulai asam ikan baung. Nah, ikan baung sendiri merupakan ikan tawar yang hidup di sungai. Yang gue denger sih ikan baung ini belakangan agak susah didapatkan karena kuantitasnya yang makin menurun tiap tahun.

Nah, salah satu olahan ikan baung yang paling sering dijumpai ialah gulai asam. Those of you yang udah pernah nyobain ikan baung pasti ketagihan. Dagingnya so smoooothh… dan ditambah dengan gulai asam yang rada light, plus nasi dan beberapa sambel hasil ulekan in-house, beughh…ajib rasanya!

Sistem hidangan di rumah makan ini, nasi putih dalam 1 wadah, ditemani lauk pendamping seperti daun ubi, sambel teri, sambel belacan, dll.

Selain ikan baung, menu yang tak kalah unik ialah holat. Nah, honestly sih ini pertama kalinya aku makan Holat. Holat, kalo diambil dari si mbah, berasal dari Padang Bolak, tetapi dipopulerkan suku Mandailing.

Holat Nila

Historically Holat ini hidangan untuk para raja di Tapsel, dan biasanya menggunakan ikan Jurung. Namun alasan ekonomis dan harga jual yang lebih terjangkau, hidangan disini menggunakan ikan nila.

Ikan Nila dibakar dulu yang kemudian dihidangkan dengan kuah utama Holat, yang kaldunya didapatkan dari kulit kayu tanaman balakka, serta beberapa batang tunas rotan kecil yang bentuknya mirip penne. Rasanya unik, pahit saat digigit tapi manis ketika dimakan bareng dengan kuahnya.

Gulai Ikan Sale

Ikan Sale, penampakan ikan yang sudah penyet dan rada hitam ini terbuat dari ikan lele yang diasapin, lalu digulai. Dagingnya firm dan smokey, dengan campuran kuah gulai yang gurih dan asin, makin menambah selera makan.

Nila Sambal Tuktuk

Masi dari olahan daging ikan Nila, yang diatas ini namanya sambal TukTuk. Prosesnya sendiri sebenarnya rada sederhana. Ikan nila yang udah digoreng kemudian dikupas untuk mendapatkan dagingnya. Cabe dan beberapa bumbu lainnya digiling lalu dicampur dan diulek sehingga terciptalah hidangan ini. Simak aja video berikut untuk lebih jelasnya…

Affordable Fresh Fish

Meski hampir semua menu ikan kami santap disana, ternyata bil yang datang mengejutkan. Ya, mengejutkan harganya karena terjangkau dan jauh dari ekspektasi kami. Total harga yang kami bayar utk menu2 diatas kurang lebih jatuh ke angka 155rb untuk ber-empat.

Don’t judge a book by its cover. Untuk sebuah rumah makan yang dari luar nampak macam tak meyakinkan, ternyata hidangan yang disajikan luar biasa, ditambah lagi dengan harganya yang tidak menyiksa dompet.

Recommended!

RM Holat dan Gulai Asam Baung Asli Sungai Bu Rizal M. Br. Regar
Lokasi, jam buka, Telp: https://goo.gl/maps/hfZC4fZfciG2

Leo

Leo

Co-founder Makanmana & Savorsnap. Street Food Enthusiast.

Leave a Reply