Apa saja yang mungkin terjadi dengan industri kuliner Kota Medan di tahun 2019 ini? Apa saja yang kami antisipasi untuk beberapa tahun kedepannya? Mari kita terawang…

Memasuki tahun yang baru, nggak terasa situs kesayangan kita ini sudah berusia 12 tahun. Kalau diibaratkan dengan manusia, umur segitu artinya sudah beranjak remaja, bukan? Sudah waktunya masuk SMP!

Masa remaja awal seperti ini memang termasuk masa peralihan yang tanggung. Dibilang dewasa belum, dibilang anak-anak juga bukan, sehingga biasanya seorang remaja selalu sibuk mencari jati diri dan ingin mencoba hal yang baru. Seperti itulah MakanMana selama lebih dari satu dekade ini, terus mencoba bereksplorasi dengan berbagai macam platform dan konten yang berbeda agar semakin berkembang dan bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi untukmu.

Konsistensi selama 12 tahun ini ternyata tidak sia-sia. MakanMana yang awalnya terlahir sebagai sebuah passion project berbentuk blog yang mengulas kekayaan kuliner lokal, sekarang berkembang menjadi sebuah startup yang menciptakan lapangan kerja dan ikut memajukan dunia usaha F&B maupun UMKM di Kota Medan selama setahun terakhir ini. Last year, we formalized our company under PT. Mana Aktiva Kreasi.

Seiring dengan membesarnya Mana Aktiva, pengalaman yang didapat tentu saja bikin MaMa jadi selalu up to date dan lebih memahami tentang perkembangan industri F&B di Medan dari tahun ke tahun. Lantas, kira-kira apa sih yang mungkin bakal terjadi di sektor kuliner Medan di tahun 2019 ini?

Ada pasang surut yang bakal terjadi pada bisnis kuliner lokal di sepanjang tahun 2019.

On Business Opportunity & Franchise Invasion

Tampaknya tahun ini kita bakal kedatangan lebih banyak lagi franchise F&B dari luar Kota Medan, mengingat pesatnya pembangunan apartemen berskala besar, seperti Podomoro City Deli Superblock, banyak yang sudah hampir rampung.

Demografi Medan yang ‘terpusat’ ini menciptakan persaingan yang sangat keras, dan biasanya jalur cepat yang ditempuh pengusaha ialah dengan membeli franchise. Oh well, kapan kita yang ‘ngekspor’ franchise…

Street Food should be more convenient…

Tahun 2018 saja kita sudah melihat rapid shifting dari tradisional ke conventional. Beberapa vendor kerap melakukan kerjasama dengan penyedia jasa kirim online dan online payment seperti OVO, Grab, dan Gojek. Dipastikan tahun 2019 akan semakin gencar lagi, dan tentunya di fase ini mulai dibutuhkan pengetahuan dan melek tentang teknologi.

Coffee itself has matured, we need fresher concept

Sebaliknya, dunia per-kopi-an mungkin tidak akan begitu bergelora seperti tahun-tahun sebelumnya. Demam kopi akan mereda tahun ini karena industri kopi lokal sudah hampir mencapai level stagnan dengan pesaing yang banyak dan penyajian yang hampir sama. Akan tetapi, boutique coffee shop yang berkonsep unik, seperti Me&Co & Fore Coffee dengan misi sosialnya, mungkin akan lebih dilirik dan diminati. Selain itu, model hole-in-the-wall coffee atau takeaway coffee yang praktis juga masih berpotensi untuk muncul tahun ini, terbukti dengan komitmen Indomaret unutk menghadirkan model coffee yang lebih premium, seperti Point Cafe di Indomaret, di beberapa selected outlet.

Saya sih berharap ke depannya bisa lebih banyak lagi muncul tempat-tempat ngopi lokal yang tidak hanya menyeduh kopi berkualitas tapi juga sekaligus berfungsi sebagai one-stop meeting point yang nyaman untuk bekerja bagi para eksekutif muda.

More & More Creative Online F&B Business

Bisnis online tetap akan menjadi lahan yang difavoritkan oleh para pengusaha UMKM yang bergerak di bidang F&B. Hanya saja jika tidak dibarengi dengan konsistensi, strategi penjualan, serta kualitas produk dan pelayanan yang baik, bisnis online yang dijalani tentu tidak akan menarik perhatian netizen yang selektif, maha tau, dan maha benar. We’ve seen couple home business yang sekarang udah take off dan become a proper business. Expect more in 2019 as technology emerge. Sistem payment digital, delivery on demand, digital marketing dan beberapa hal berbasis teknologi kian memudahkan penggiat usaha untuk memulai langkah bisnis.

And what we’re planning ahead…

Melihat potensi dan perkembangan digital yang massively rapid and disrupting, mau ga mau kita juga harus agile in growth. Di sini, “Basecamp” baru MaMa terbagi menjadi 3 bagian besar:

Di dapur produksi, ada tim photography yang menawarkan 2 jenis commercial photography service, yaitu Savorsnap yang berkualitas premium dan Managrafi untuk foto profesional berharga terjangkau. Sedangkan tim videography utamanya menangani pengerjaan konten video untuk channel MakanMana di Youtube dan commercial project dari para client-nya Mana Aktiva.

Selanjutnya ada divisi Content yang bertanggung jawab membuat ulasan tentang kuliner lokal dalam format multimedia, yaitu melalui postingan reguler di media sosial Instagram, Facebook, dan situs kesayangan kita ini, Makanmana.net.

Last but not least, ada Digital Marketing sebagai layanan promosi digital dan perencanaan strategi untuk memasarkan brand/bisnis kuliner di Medan dengan lebih efektif.

Proyeksi Bisnis Kuliner Kota Medan Tahun 2019 dari Kacamata MaMa 1
Inilah keluarga besar MakanMana! Dari yang awalnya cuma 3 orang, sekarang tim MaMa sudah bertambah menjadi lebih dari 20 orang, and we’re still hiring.

Being food blogger selama beberapa tahun tentu saja sudah stagnan, but it served as good foundation to understand how the F&B landscape in Medan works. Equipped with strong and growing team, we’re ready to push harder in 2019.

We now have bigger mission to carry, clearer vision for couple years forward, and we’re always looking potential talent. If you think you fit and would to join our passionate team, submit your application through this link (Don’t forget to choose your position):

bit.ly/mamaloker

In the meantime, if you’d like to have a glimpse on our culture and people, hit the play button below

Yuk ikuti keseruan dari Makanmana di video terbaru: